Lulusan Polinema Wajib Sertifikasi Kompetensi Berstandar Internasional Guna Hadapi Revolusi Industri 4.0

PolitikaMalang – Peningkatan kualifikasi dan kompetensi mahasiswa terus dilakukan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema). Salah satunya adalah dengan sertifikasi kompetensi yang berstandar nasional dan internasional.

Dosen Teknik Polinema, Bambang Sugiyono dalam gelaran seminar nasional simulasi dan sertifikasi era revolusi industri 4.0 menyampaikan, sertifikasi yang dilakukan oleh pihak Polinema bersifat multi disiplin ilmu dan managament.

Menurutnya, kompetensi mahasiswa yang baru lulus kuliah atau fresh graduate bukan berasal dari ijasah atau nilai yang dimiliki olehnya melainkan dari soft skill yang dimiliki mahasiswa tersebut.

Saat ditemui di Polinema Malang, Selasa(19/02/2019)
Bambang Sugiyono mengatakan Polinema berusaha semaksimal mungkin mencetak lulusan Polinema sudah siap memasuki dunia kerja, khususnya perusahaan yang multinasional.

Model sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh Polinema selama ini adalah satu orang lulusan satu sertifikat kompetensi.

Data yang dimiliki oleh pihak Polinema hingga tahun 2018, kurang lebih sebanyak 5.000 sertifikat kompetensi yang telah diberikan oleh Polinema kepada mahasiswa.

“Selama ini masih sifatnya nasional, ke depan kita akan menuju ke sertifikasi kompetensi internasional,” tambahnya.

Sementara itu akademisi dan praktisi sertifikasi Gofur Ahmad menjelaskan, untuk peningkatan kompetensi mahasiswa yang perlu diperhatikan adalah dalam bidang digitalisasi.

Selama ini mahasiswa selalu terbeban dengan welding atau teknik dalam penyambungan logam. Dengan adanya kompetensi digitalisasi dalam bidang welding, mahasiswa dapat lakukan simulasi secara software berbasis IT dengan lebih mudah.

“Jadi lebih efisien, menghemat biaya. Idealnya (kompetensi) digitalisasi ini yang perlu untuk ditingkatkan,” pungkas Gofur Ahmad.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply