Lurah Purwantoro Gandeng Bambang Irianto Inisiasi Atasi Banjir

PolitikaMalang – Hujan deras dan banjir yang melanda Kota Malang tiga hari lalu tepatnya Selasa siang (10/12/2018) mengakibatkan rumah warga terendam banjir hingga sebatas dada orang dewasa itu, memantik Inisiator Kampung Glintung Go Green Bambang Irianto untuk segera bergerak cepat bersama ketua RW se Kelurahan Purwantoro melakukan kajian dan diskusi bareng Lurah.

Bertempat di kediaman Ir Bambang Irianto mantan Ketua RW 23 Glintung Rabu (12/12/2018) para ketua RW 1 – RW 24 Purwantoro melakukan diskusi mencari solusi bagaimana cara menanggulangi banjir dan mencari sumber penyebab banjir.

Nampak Lurah Purwantoro Drs Moch Hadi. MAp datang lebih awal bersama ketua RW 04 langsung ditemui Bambang Irianto yang juga sebagai ketua Kader Iingkungan Kelurahan Purwantoro.

Tidak salah jika penerima penghargaan Guangzhou Award 2016 Thiongkok dengan gagasan Gerakan Menabung Air (Gemar) atau Water Banking Bambang Irianto ini langsung merespon dengan pola garakan yang partisipatif untuk segera bertindak nyata.

Setelah nonton Video Banjir di beberapa wilayah RW di Purwantoro dan berdiskusi, Lurah Purwantoro Drs Moch Hadi, langsung gerak cepat atasi banjir susulan dengan merencanakan kerjabakti pada tanggal 16 Desember mendatang dengan fokus bersih bersih serta melakukan pengerukan sedimen pada selokan dan sungai.

“Saya akan pimpin langsung dilapangan bersama masyarakat. Kita akan kordinasi dengan LPMK dan OPD PUPR untuk peminjaman alat berat untuk mengurangi sedimentasi sungai,” ujar Lurah Purwantoro usai diskusi.

Sementara itu, usai diskusi Bambang Irianto menerangkan, pertama yang akan dilakukan sebagai Ketua Kader Lingkungan Kelurahan Purwantoro dengan kondisi banjir di kota Malang pada umumnya dan di wilayah Purwantoro, Bambang Ir berkomitmen akan berperan aktif.

“Saya harus berperan aktif dan pro aktif untuk mengurangi dampak banjir. Karena masalah banjir tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, ada aspek-aspek yang menjadi kewajiban masyarakat.

Baca Juga :   Period https://contedu.ru Journey Tigers

Bagaimana menangani banjir dengan berbasis partisipasi masyarakat seperti penghijauan (vegetasi) di berbagai titik dan dengan gerakan menabung air yang bisa dilakukan oleh setiap warga karena bisa tanpa uang.

Jika itu dilakukan secara massive di kelurahan Purwantoro, maka akan ada pengaruh yang cukup signifikan dalam pengurangan dampak banjir.

Selain itu ada hal-hal yang menjadi domain pemerintah seperti normalisasi dan naturalisasi sungai-sungai dengan konsultasi pada para akademisi, dimana Bambang Ir dalam hal ini akan berkonsultasi dengan para pakar di Universitas Brawijaya.

“Saya akan berusaha untuk mensinergikan antara pemerintah, masyarakat dan akademisi sehingga bisa membuat solusi bersama dan action bersama,” tambahnya.

“Langkah berikutnya kita sudah harus melakukan action secara bertahap seperti melakukan bersih-bersih dan dibantu alat berat. Lalu solusi dari akademisi akan kita sampaikan ke masyarakat untuk dibuat action plan untuk penanganan banjir di wilayah masing-masing sehingga ada roadmap penanganan banjir secara bertahap sehingga kita tidak gagap jika terjadi banjir yang ekstrim yang terjadi setiap lima tahun,” pungkas penerima penghargaan Kalpataru kategori pembina lingkungan ini.

Secara terpisah menyikapi hal itu, Sekda Kota Malang, Wasto, menitipkan pesan agar para kader lingkungan kota Malang untuk mampu menjadi penjaga fungsi saluran maupun sungai di lingkungannya masing masing.

Selama ini aktivitas kader lebih banyak pada aspek penghijauan dan pengelolaan sampah, maka dengan perkembangan yang ada peran strategis kader akan terus dikuatkan,” pesannya singkat .(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply