Maba Pendidikan Vokasi UB Ikuti Program Pengenalan Kampus

PolitikaMalang – Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang ditujukan untuk kepentingan praktis dimulai dari D-I, D-II, D-III, Sarjana Terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan yang berfungsi mengembangkan peserta didik agar memiliki pekerjaan keahlian terapan tertentu melalui program vokasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja.

Untuk itu, Pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PK2MABA) program pendidikan vokasi Universitas Brawijaya, digembleng sesuai tema ” Explore your life skill” agar punya jiwa juang yang tangguh dimasyarakat nantinya.

Motivasi yang digelar Rabu(15/8) di Gor Pertamina UB ini dihadiri Direktor Project Implementation Unit (Ir. Hotma Prawoto S, MT., IP-Md HAKI )dari Universitas Gadjah Mada.

Dengan penuh semangat , Ir. Hotma Prawoto memotivasi 1.061 Maba Vokasi D-III dan D- IV UB. Menurutnya untuk melihat Prospek Pendidikan vokasi ke depan perlu Perubahan mindset, dan menerapkan Keahlian berbasis ilmu .

“Persoalan masih terpaku Pada pendidikan akademik.
Masyarakat ga paham, karena itu vokasional harus diterapkan kembali marwahnya. D4 lebih dibutuhkan, berbeda dengan S1. bedanya mengimbangi praktek lebih banyak dan ilmu. Menu vomasi sudah jelas menerapkan ilmu,”tegas Hotma .

Mantan Direktur Sekolah Vokasi UGM meminta agar jangan sampai salah mendeskripsikan vokasi. Vokasi bisa langsung bekerja tanpa pelatihan karena sudah ada sertifikasi. Jika S1, masih harus sertifikasi dan pelatihan ,” ujarnya.

“Jika vokasi masyarakat umum atau industri terus dikembangkan maka lima sepuluh tahun lagi , Indonesia bisa lebih maju.
Pendidikan wirausaha lebih mudah dimasuki. Bukan ke lapangan tapi mental kewirausahaan. Vokasi itu dekat dengan aplikasi keilmuan,”pungkas Hotma.

Baca Juga :   Walikota Malang Sidak Perkantoran, Efektifkan PPKM Tahap 2

Sementara itu, Ditektur Vokasi UB ,Dr Ir Darmawan Ockto Sudjipto MSi sangat mengapresiasi kehadiran pakar Vokaai dari UGM itu.

” Pak Hotma seorang yang mempunyai semangat tinggi dan memiliki visi misi kedepan. Saya pikir akan tepat jika membangun konseptual vokasi untuk UB.

Darmawan sangat setuju dengan motivasi Pak Hotma bahwa kalau hanya Lulusan punya ijasah saja masih kurang, Harus ada sertifikasi.” Karena itu kami juga menghimbau para ketua program untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan agar para lulusan juga bersertifikasi vokasi,”ujarnya .

Dikatakan Darmawan , Pendidikan vokasi menganut sistem terbuka (multi-entry-exit system) dan multimakna (berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, pembentukan watak, dan kepribadian, serta berbagai kecakapan hidup life skill.

Pendidikan vokasi berorientasi pada kecakapan kerja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan lapangan kerja. Selain itu Pendidikan vokasi menurutnya, merupakan pendidikan keahlian terapan yang diselenggarakan di perguruan tinggi berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas,”tutup Direktur Vokasi UB Dr Ir Darmawan Ockto Sudjipto MSi. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply