Mabes Polri Apresiasi Kampung Tangguh di Malang

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M menerima kedatangan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH. M.H di Kampung Tangguh Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Jumat (29/5) sore. Kunjungan spesial tersebut untuk meninjau langsung keberadaan Kampung Tangguh yang didasari kegotong-royongan masyarakat desa setempat hingga mampu memiliki tujuh keunggulan dalam hal mengatasi dan menghadapi datangnya wabah Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan.

Agus yang datang bersama rombongan juga didampingi Kapolda Jatim setingkat Polda Jatim. Baharkam Polri bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri. Tampak hadir juga dalam giat ini Danrem Baladhika Jaya, Kapolres Malang, Kapolres Malang Kota, dan Kapolres Batu.

”Berawal dari karena Jawa Timur ini termasuk Zona Merah, kami datang melihat langkah-langkah Kapolda dan jajaran hingga ke kota kabupaten, dengan membangun beberapa kampung tangguh. Salah satunya Kampung Tangguh Desa Sitirejo. Ternyata Kampung Tangguh ini sangat luar biasa seperti yang ada di Kampung Tangguh Desa Sitirejo. Dengan memiliki tujuh ketangguhan diantaranya SDM, Kesehatan, Keamanan, Informasi, Ketahanan Pangan dan Budaya. Ini suatu hal yang sangat luar biasa. Menanam Karya, Melawan Manja,” jelas Agus kala ditemui awak media saat akan meninggalkan Balai Desa Sitirejo.

Dijelaskan Agus, dengan sinergitas dari pemerintah daerah, TNI dan Polri bersama dengan seluruh komponen masyarakat secara sadar untuk mengembangkan daya tahan masyarakat dan kesiapan masyarakat melawan segala hal, termasuk kesehatan, keamanan dan ketahanan pangan. Beliau berharap mudah-mudahan apa yang menjadi kecemasan akan krisis pangan dunia ini menjadi hal yang bisa dihindarkan.

Baca Juga :   Sambangi Ngajum, Bu Nyai Paparkan Program Pemberdayaan Masyarakat

”Kalau Kampung Tangguh ini dikembangkan di setiap desa memiliki tujuh ketangguhan tadi, akan sangat efektif dan menjadi kekuatan yang luar biasa di Jawa Timur sebagai penopang ekonomi wilayah timur. Ini akan sangat luar biasa. Jangan hanya kala hadapai masa di pandemic saja, tujuh tangguh ini terus dikembangkan, saya merasa Corona ini tidak akan hilang, dengan akan selalu ada, seperti virus lainnya. Kita harus adaptasi dengan pola hidup baru agar kita tetap produktif dengan protokol kesehatan yang baik,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M mengatakan dalam sambutan selamat datang. Kampung Tangguh ini terbentuk dari mesadaran masyarakat setempat untuk berbuat dan bertindak sesuai protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 yang benar dengan gotong royong dan menyediakan lumbung pangan bagi masyarakat yang terdampak. Sehingga bantuan yang datang langsung didrop dari sini, sehingga tidak langsung disampaikan kepada masing-masing. Di pool dulu di Kampung Tangguh, dan dilakukan edukasi terkait bagaimana jika ada hal yang tidak diinginkan ada Covid-19, lalu meninggal dunia, yang pemakamannya akan ditangani langsung oleh masyarakat desa setempat.

Dengan kampung tangguh ini, kata Bupati, dibawah pembinaan Babinsa dan Babinkamtibmas serta Kepala Desa yang dibina juga oleh Korem Baladhika Jaya, Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu dan Polres Malang serta Universitas Brawijaya sehingga ketika malam hari pun ada dilaksanakan ronda, sehingga di samping wilayahnya tidak dimasuki membawa virus Covid-19 juga sebagai langkah agar tidak terjadi tindak criminal, terutama pencurian.

”Pemerintah Kabupaten Malang telah mencanangkan Kampung Tangguh ini di seluruh wilayah desa kelurahan se Kabupaten Malang. Hari ini, juga dilakukan pembekalan dan penataran untuk jajaran Muspika dari 33 Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Kabupaten Malang memiliki sebanyak 378 desa dan 12 kelurahan, dengan jumlah penduduk kurang lebih 3 juta orang. Ini merupakan model untuk ke depan, karena Covid-19 ini tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya, sehingga masyarakat dibekali pengetahuan dan kesadaran untuk menyelamatkan diri sendiri dan juga orang lain. Kesadaran itu antara lain bagi yang negative tidak mendekati yang positif, sedangkan yang positif tahu diri tidak lalu berkeliaran dan berinteraksi dengan yang lainnya,” jelas Bupati. 

Leave a Reply