Mahasiswa Indonesia Timur ikuti Pelatihan Batik tulis di KarangPloso

PolitikaMalang – Goresan canting meliuk-liuk di atas kain putih yang sudah berpola sejak jam Sanggar batik tulis Lintang, Ngijo –Karangploso, Malang. Ibu-ibu perwakilan tiap RW se desa Ngijo bersama mahasiswa-Mahasiswi KKN UNMER 2019 bersama-sama dalan pelatihan membatik sekaligus memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Tak Hanya pelatihan pada acara tersebut juga diselenggarakan bazar produk Unggulan dari RW 10.

”Pelatihan kali ini sangat berbeda selain pesertanya yang satu desa dengan perwakilan tiap RW, juga waktunya masih dalam suasana HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan yang terasa istimewa lagi ada adik-adik mahasiswa dari UNMER yang kebanyakan dari Indonesia timur,”ujat Ita Fitriyah, St, owner batik Lintang.

Memang benar ditengah isu perpecahan dan kerusuhan yang terjadi di Papua (Indonesia Timur) acara seperti ini semakin membuktikan bahwa generasi muda asal Indonesia Timur , khususnya yang berasal dari papua, ternyata masih bisa menjalankan agenda kuliahnya dalam kondisia bukan lagi aman namun penuh keriangan.”Kebetulan kami dari NTT, kami sangat senang mendapatkan ilmu dari KKN dan pelatihan ini,”Kata Margareth, yang merasa jatuh cinta dan ketagihan dengan membatik.

Hadir dalam acara ini perwakilan kampus UNMER dari LPPM, bapak Andik Poerwanto Soedjatmiko, juga kepala desa Ngijo, Mahdi Maulana yang didampingi Manajer marketing Batik Lintang, D.Indra. Tak sekedar hadir saja pihak LPPM Universitas Merdeka Malang pun berjanji jika kegiatan ini bakal berjengjang tak berhenti pada KKN Mahasiswa saja.”Kita akan pelajari dan dalami dari KKN ini dan berharap ini hanyalah awal kami dari Unmer untuk memajukan desa, sesuai dengan tema kemerdekaan memajukan Indonesia Unggul sumber daya manusianya,”jelas Andi Poerwanto Soedjatmiko, SH., MH. Selaku Kepala Pusat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, LPPM Unmer Malang, kerjasama itu nantinya akan dilakukan baik melalui Desa maupun langsung ke Batik Lintang. Menurut pak Andi, dengan membuat motif bunga tlogosari yang sekarang semakin langkah pohonya bukan hanya berbicara tentang batik namun juga tentang pelestarian tanaman tlogosari ,”Ini bener-bener hebat, sekali dayung duah tiga pulau terlampaui, jangan sampai anak cucu kita hanya tahu cerita tentang bunga Tlogosari,”kata Andi yang takjub dengan apa yang dilakukan kampoeng batik Ngijo, khususnya batik lintang yang mengangkat motif asli daerahnya.

Baca Juga :   How Might Web based Cellular phone Advanced online casino As well as Port Recreation Affect Our Life?

Tak Mau kalah dengan perwakilan Unmer, kepala desa Ngijo, Mahdi Maulana yang hadir diacara tersebut mengapresiasinya dengan memberikan uang satu juta rupiah sebagai hadiah untuk hasil yang batik yang dinilai bagus secara berurutan terbaik pertama hingga ketiga. Serta memborong kain batik dengan motif Tlogosari.

Dari hasil penjurian pun cukup mengejutkan mahasiswi Unmer peserta KKN pun tak kalah dengan ibu-ibu PKK desa Ngijo, tak sekedar ikuta-ikutan membatik ternyata karya mereka mampu masuk nominasi, bahkan meraih juara ketiga.”Saya berharap tidak hanya saat KKN membatiknya namun ilmu ini bisa dibawah ke daerah asal syukur-syukur jika bisa jejaring dengan kami disini,”Tegas Ita Fitriyah.

Leave a Reply