Malang Butuh Moda Transportasi yang Terintegritas

Kemacetan di Kota Malang kian tak terbendung. Pada beberapa titik jalan, sebut saja kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Mayjen Panjaitan dan Jalan MT Haryono, macet masih menjadi momok bagi warga. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah Kota Malang.

Pemikiran untuk menciptkan Kota Ramah Lingkungan khususnya dalam hal transportasi itu diungkap oleh Adamyach Adikara dalam Focus Grup Discusion (FGD) Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Malang (28/12/2017)

Menurut Pria yang berprofesi sebagai tim Assesor Tata Lingkungan LPJK Jatim ini, untuk membenahi Kota Malang adalah hal yang menjadi dasar dalam hal ini managemen tata ruang yang tidak hanya pada managemen umumnya saja tetapi harus lebih spesifik rencana rinci yaitu Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Ini yang akan menjadi pedoman penduduk pelaksanaan pembangunan.

“Setelah itu baru masuk ke sektor, sektor pertama yang harus dibangung adalah sarana prasarana yang berkaitan dengan wilayah lain, karena bila kita ingin menyelesaikan secara lokal itu tidak mungkin, sebab itu harus pembangunan yang terintegrasi dengan wilayah lain, kota Batu dan Kabupaten Malang”.

Lebih lajut Sekretaris Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jatim ini melihat bahwa titik urgen pembangunan Kota Malang yang sangat vital adalah mengurai kemacetan, perlu ada rekayasa lalu lintas yang terintegrasi antara Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malan, selanjutnya pengembangan dan penataan reservasi wilayah hidup juga menjadi masalah di Kota Malang, problemnya diwilayah serapan air, ini yang mulai berkurang di Kota Malang. Kemudian ada satu faktor lagi yang urgen perubahan lahan tak terbangun menjadi terbangun. Kota Malang memang butuh membangun rumah untuk masyarakatnya bermukim tetapi lebih baiknya bagaimana pembangunannya bisa dikerjasamakan dengan Kabupaten Malang, semisal di kabupaten Dan Kota Batu menyediakan perumahannya disitu ada juga akses jalan dari Kabupaten ke Kota Malang, jadi tempat kerja tetap di Kota Malang tetapi bermukim di tempat lain.

Baca Juga :   The Surface Associated with Making a request Exist Physical activities Probabilities Any time Introducing Your Rugger Promise Online

“Untuk menciptakan Kota Malang yang ideal harus ada pedoman Tata Ruang yang Jelas, sarana prasna harus terpadu dengan wilayah lain dan bisa benar-benar memberikan layanan, lanjutnya.

Terkait masalah lingkungan, ini masalah yang mendasar elementer karena tugas dari Pemerintah Kota untuk menyediakan hidup yang layak buat masyarakatnya, semisal bagaimana bisa hidup layak jika seumpamanya dari dari sawojajar ke dinoyo lebih dari 1 jam. Bagaimana bisa layak jika hujan sedikit ada kenaikan volume air lebih dari satu meter?

“Jika masalah – masalah ini bisa pecahkan maka standart kebutuhan dasar masyarakat akan terpenuhi dan saya rasa cukup, sebelum menginjak ke permasalahan lain. Sekarang kondisinya apakah mampu sampai 2019 kebutuhan air bersih di Kota Malang sampai 10%, apakah mampu sampai 2019 di Kota Malang hanya ada 0% pemukiman kumuh di Kota Malang? Sekarang yang menjadi objek wisata andalan di Kota Malang adalah Kampung Tematik. Kampung tematik bagai pisau bermata dua semcam kontradiktif, pada satu sisi adalah perkampungan kumuh dan bantaran kali”.

Tetapi untuk sekarang ini kami melihatnya Kemacetan di Kota Malang karena hasil buah dari ketidak pendulian pada perkembangan penduduk yang sangat besar sejak 1980, 1990 dan hari ini kita mendapatkan dampaknya yaitu kemacetan. Tegas Adam. (Miftah)

Leave a Reply