Mantan Wakil Bupati Malang Tersangka, Agus: Dia Perantara Uang Ke Bupati

PolitikaMalang – Status tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengarah ke Malang. Tepatnya, Kali ini ke Kabupaten Malang, yaitu salah satu mantan kepala daerah. Ya, seperti dilansir dari Detik, KPK telah menetapkan eks Wakil Bupati (Wabup) Malang Ahmad Subhan sebagai tersangka. Subhan dianggap ikut terkait dalam kasus korupsi yang menjerat Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasa.

“Rasanya, sudah tersangka. Bekas wakil Bupati Malang,” ungkap Ketua KPK Agus Rahardjo di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (4/5/2018).

Kata Agus, Ahmad Subhan memiliki peran sebagai perantara, ketika Mustafa Kamal Pasa juga sudah ditetapkan sebagai tersangka menerima aliran uang (suap).

“Dia (Subhan), berperan sebagai perantara, waktu uang itu sampai kepada bupati (Mustafa Kamal Pasa),” tegas Agus menjawab pertanyaan wartawan.

Dia berharap, kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Mojokerto segera kelar. Karena KPK masih memiliki banyak tanggungan kasus yang harus ditangani.

“Mudah-mudahan nanti prosesnya bisa agak cepat. Karena tunggakan kita, termasuk cukup banyak, jadi sedang berjalan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ahmad Subhan menjabat Wakil Bupati Malang periode 2010-2015. Pada Kamis (26/4/2018), kediaman Subhan di Jalan Semeru RT 06/ RW 04, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, digeledah lembaga antirasuah.

Selanjutnya, Esok harinya, mantan wakil Bupati pendamping Rendra Kresna ini dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta. Subhan diduga terkait kasus suap perijinan tower telekomunikasi (BTS) di Kabupaten Mojokerto, yang menjerat Bupati Mustafa Kamal Pasa. Sedangkan saat ini orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto tersebut sudah ditahan KPK di Jakarta untuk proses penyidikan. 

Ironisnya, penetapan tersangka kepada mantan wakil Bupati Malang tersebut kiam menambah daftar kepala daerah di Malang Raya yang berurusan dengan KPK. Sebelumnya, mantan Walikota Batu Eddy Rumpoko sudah terlebih dulu menjadi tersangka dan divonis bersalah oleh pengadilan. Sementara Walikota Malang (non aktif) Mochamad Anton saat ini juga berstatus tersangka dan tengah menjadi tahanan KPK.

Baca Juga :   Gelar Sosialisasi 4 Pilar bersama Guru, Gus Ali Tekankan Ideologisasi sejak dini di Dunia Pendidikan

Leave a Reply