Membaca Arah Koalisi Parpol dan Persepsi Publik: “Fight or Friend?”

PolitikaMalang – Dinamika politik jelang Pilkada Kota Malang Tahun 2018 masih terus berkembang. Hingga memasuki bulan Desember belum ada pasangan calon yang mendeklarasikan diri secara resmi dengan membawa surat keputusan dari DPP partai.

Kondisi ini menunjukkan jika segala hal baik koalisi atau menjadi pesaing masih terbuka lebar antar partai politik. Apalagi, kondisi politik pada Pilkada Malang 2018 dipastikan tanpa calon independen, dikarenakan tak ada yang mendaftar hingga tenggat waktu 29 September 2017 lalu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam catatan Politika Malang, beberapa partai politik sudah mengambil sikap jelang pilkada tahun mendatang. Sebut saja Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dengan mengejutkan resmi mendukung calon wali kota petahana, H. Moch Anton maju dalam pilkada. Dukungan PKS tentu saja melengkapi jumlah kursi PKB yang memiliki 6 kursi, sehingga jika dua partai itu bersama merajut koalisi maka jumlah kursi sebanyak 9, syarat yang cukup untuk mendaftarkan pasangan calon.

Dukungan dari PKS sendiri diketahui juga tanpa syarat. H. Moch Anton dibebaskan untuk memilih kandidat bakal calon wakil wali kota sebagai pendamping di ajang pesta demokrasi warga Kota Malang itu. Melihat pada kondisi itu, maka terbuka peluang bagi para kandidat tokoh yang sudah mendaftar sebagai bacalon N2 di PKB.

Kejutan lain adalah sosok dokter Canggih Sakinah Hans. Dia disebut-sebut akan menjadi pendamping Anton di Pilkada Malang 2018 mendatang. Sayang dokter muda pendiri Malang Care yang sudah mendaftar ke DPP PKB itu dikabarkan tidak mengikuti fit and proper test partai, bahkan dia dikabarkan sudah “Lempar Handuk” tanda menyerah.

Partai lain yang mencuri perhatian para kandidat adalah Partai Nasdem. Dua tokoh masing-masing H. Moch Anton dan Ya’qud Ananda Gudban diketahui sudah menjalin komunikasi dengan Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur yang juga Bupati Malang, Rendra Kresna. Meski hanya berbekal satu kursi di legislatif, namun Partai Nasdem tetap menjadi hitungan dua kandidat bakal calon yang dikabarkan akan maju dalam pilkada itu.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Sementara, dari Poros Hanura-PAN-PPP (Harapan Pembangunan) terus bergerak aktif jelang Pilkada. Opsi melebarkan sayap ke Partai Gerindra dilakukan oleh Ya’qud Ananda Gudban yang telah bertemu Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto. Nanda, sapaan akrabnya kini juga tengah hangat dikabarkan sedang melirik Kandidat Bacalon N2 dari kalangan Birokrat dan Mantan Sekertaris Daerah.

Konstelasi politik jelang Pilkada Kota Malang ternyata berkorelasi dengan persepsi publik terkait tingkat kepuasan akan kinerja pemerintahan Anton – Sutiaji selama kurun waktu 4 tahun terakhir. Litbang Politika Malang, kembali melakukan polling dengan memberikan pertanyaan bagi publik yakni “Sebagai Warga Kota Malang, Apa Pendapat Anda Tentang Kinerja Pemerintahan Anton – Sutiaji dalam 4 Tahun Ini?”. Tiga jawaban disediakan yakni “Puas”, “Tidak Puas” dan “Tidak Tahu”.

Polling yang diikuti ribuan pembaca laman Politika Malang menghasilkan sebanyak 57 persen responden puas dengan kinerja pemerintahan Anton – Sutiaji, 35 persen responden menjawab tidak puas dan sisanya 8 persen menjawab tidak tahu.

Direktur Litbang Politika Malang, M. Idris, mengatakan ada beberapa kemungkinan kenapa responden puas dengan kinerja Anton – Sutiaji. Pertama adalah pembangunan taman yang dirasa telah mempercantik wajah kota, kedua pendidikan gratis sebagaimana program Anton-Sutiaji dan layanan publik yang sudah mulai membaik.

Sedangkan, responden yang tidak puas dengan kinerja pemerintahan Anton-Sutiaji bisa terjadi karena berbagai permasalahan vital belum terselesaikan seperti jalan rusak, kemacetan dan masalah lainnya. Warga yang menjawab tidak tahu masih belum bisa menilai dan masih menjadi swing voters apakah puas atau tidak puas dengan kinerja Anton-Sutiaji.

Berkaitan dengan dua kondisi di atas, maka Politika Malang bekerjasama dengan Kopilogi Cafe, Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) dan Hasta Komunika, Resreach and Consulting menggelar Diskusi Pilkada Seri kedua dengan tajuk “Membaca Arah Koalisi Parpol dan Persepsi Publik: “Fight or Friend?”.

Baca Juga :   Wie man Spielautomaten-Spiele kostenlos spielt

Narasumber yang dihadirkan dalam diskusi itu antara lain adalah Wakil Wali Kota Malang yang juga kandidat Bacalon N1 dari PDI Perjuangan, Sutiaji, Mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto, Ketua Tim V DPC PDI Perjuangan, I Made Rian Diana Kartika, Ketua DPD PKS Kota Malang, Ernanto Joko Purnomo, Sekertaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief, Ketua DPD Partai Nasdem, Moh. Fadli yang mewakili kalangam politisi. Narasumber lain, Pimpinan Redaksi Indonesia Times, Yatimul Ainun, juga dihadirkan untuk membedah dari perspektif media massa. Sedangkan Komisioner KPU Ashari Husein akan menjelaskan perihal persiapan jelang Pilkada Kota Malang tahun 2018 mendatang.

Leave a Reply