Memperingati Hari Lahir Pancasila Dari Lorong Kampung 3G

PolitikaMalang – Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Menyadari hal tersebut, Glintung Go Green gelar Workshop Refleksi 20 tahun Reformasi dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2018.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2018 yang dilaksanakan pada hari Jumat (1/6) di joglo atau balai warga kampung Glintung Go Green Malang ini dihadiri tokoh dari civitas akademika , budayawan, tokoh agama, pemuda mudi ,bahkan dokter serta censikiawanpun ikut hadir.

Dalam pemaparan kampung konservasi air tingkat dunia ini, ketua rw 23 Glintung ,Ir H Bambang Irianto menyatakan bahwa saat ini telah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita.

“Prinsip Gotong royong dari pancasila untuk bangun kampung,”ujar Bambang Ir

Dikatakan Bambang, pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi.

Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan.

Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa harus terus di pupuk sebagai sumber energi besar Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, bangsa Indonesia akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan.

Peringatan hari lahir pancasila di setiap tanggal 1 juni ini harus dimanfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu, dan momen aktualisasi nilai-nilai pancasila.

Baca Juga :   E - Commerce Antar Kota Malang Raih Indonesia Award 2020

“Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,”pungkas Bambang.

Prof Masykuri, Prof Melani, tokoh politik senior Dimmy Harianto, tokoh agama Konghucu Klenteng Eng An Kiong Bunsu Anton Triono serta tokoh-tokoh lainnya duduk bersama dan berdiskusi soal Pancasila. Sebelum diskusi, panitia menyerahkan pilox berwarna emas kepada dua akademisi sebagai simbol permintaan warga Kampung 3G agar Garuda Pancasila di ruang sidang DPR-RI diwarna emas.

Karena bengitu semangatnya membahas Pancasila interaktif dari berbagai kalangan ,cendekiawan ,akademisi ,budayawan hingga kerohaniawan berakhir hingga dinihari .(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply