Meneropong Poros Baru Calon Pesaing Petahana

PolitikaMalang – Dinamika politik jelang Pilkada Kota Malang memang masih mencair. Segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam beberapa waktu mendatang. Namun, peta koalisi Pemilihan Gubernur Jawa Timur, dengan dimajukannya Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas oleh PDI Perjuangan – PKB bisa saja berdampak signifikan untuk Pilkada Kota Malang.

Meski masih ‘malu-malu’ sembari melihat perkembangan politik, dua partai tersebut di Kota Malang sudah membuka pintu koalisi. Ketua LPP PKB, Arif Wahyudi secara eksplisit mengungkapkan jika bisa saja koalisi ‘Bangjo’ itu terjadi. Hal serupa juga dikatakan Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.

Namun, diluar kemungkinan poros Bangjo, beberapa partai sudah melakukan intens melakukan komunikasi politik.

Poros Hanura – PAN – PKS Mulai Susun Kekuatan

Jika melihat konstelasi politik belakangan ini, maka Hanura – PAN – PKS sudah nyata melakukan komunikasi politik yang insentif. Bahkan, tiga partai itu dikabarkan sepakat mengusung Srikandi Ijen, Ya’qud Ananda Gudban sebagai sosok bakal calon wali kota.

Kiprah Ya’qud Ananda Gudban, di pentas politik Kota Malang tak lagi diragukan. Namanya kini merajai polling yang digelar sejumlah media online termasuk Politika Malang. Elektabilitas Nanda juga semakin melambung karena ia aktif terjun ke masyarakat. Melihat track record itu, politisi cantik yang baru saja memeperoleh gelar Doktor dari Universitas Brawijaya itu diprediksi akan menjadi lawan tangguh calon petahana H.  Moch Anton di ajang pilkada.

Komunikasi Hanura – PAN, menurut Sekertaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief sudah hampir pasti dipastikan. Komunikasi intens bahkan hingga level Dewan Pengurus Wilayah (DPW) terjalin dengan erat.

“Insya Allah koalisi itu akan terjadi,” Kata Dito Arif, kepada Politika Malang, Jumat (20/10).

Baca Juga :   Musrenbang Klojen, Tangani Pandemi Guna Pemulihan Ekonomi

Lalu bagaimana dengan PKS? Jika melihat susunan fraksi di DPRD Kota Malang kini Hanura satu paket dengan PKS. Tentunya komunikasi dua partai itu sudah intens dan efektif sehingga tidak sulit bagi Nanda selaku Ketua DPC Hanura Kota Malang untuk menggaet partai tersebut. Jika koalisi Hanura – PAN – PKS terjadi, maka kendaraan untuk mendaftarkan pasangan calon sudah terpenuhi. Koalisi tersebut juga bisa menjadi “bargaining position” yang bagus jika nantinya mereka ingin menggandeng PKB untuk menduetkan Anton – Nanda sebagai pasangan calon.

Duet Nanda – Moreno pun Mencuat

Satu kekuatan politik yang tak bisa diremehkan di Kota Malang adalah Gerindra. Partai ini pada pilkada periode lalu sukses mengantarkan H. Moch Anton menjadi Wali Kota Malang. Sebelum berpindah ke PKB, Anton merupakan kader partai besutan Prabowo Subianto itu.

Menyimak bagaimana kepindahan Anton ke PKB dari Gerindra tentu saja bukan permasalahan kecil. Bermodal 4 kursi di dewan, Gerindra mempunyai ‘bargaining’ kuat dengan partai lain untuk mengusung calon sendiri di helatan Pilkada Kota Malang.

Nama Moreno Suprapto, yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Malang, digadang-gadang menjadi tokoh untuk diusung dalam Pilkada. Kemungkinan menyusun kekuatan besar dan berkoalisi dengan poros Hanura – PAN- PKS sangat terbuka.

Belakangan, rumor duet Nanda – Moreno juga mencuat ke publik sebagai pasangan calon yang akan tampil dalam Pilkada 2018 kelak. Jika memang berkoalisi, maka kekuatan ini diprediksi bisa menjadi pesaing poros ‘Bangjo’. Duet tokoh muda yang punya kapasitas dan “good looking” bisa jadi nilai tersendiri.

Leave a Reply