Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Pemerintah gelontor Program Bidikmisi

PolitikaMalang – Melalui Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI, M Nasir menyebutkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah akan menjadi salah satu program beasiswa, untuk pemenuhan kuota mahasiswa tidak mampu di perguruan tinggi.

Hal ini disampaikan M Nasir dalam Kuliah Umum bertema “Kebijakan Kementerian Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Samantha Krida UB, Rabu (27/3/2019).

Nasir menyampaikan saat ini ada tiga beasiswa yang diberikan yaitu Bidikmisi, PPA, dan Afirmasi. Namun, program ini akan dilengkapi dengan adanya beasiswa dari program KIP Kuliah.

Program ini juga ditujukan untuk memenuhi amanat undang-undang (UU) No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mengharuskan kuota mahasiswa tidak mampu di perguruan tinggi sebanyak 20 persen. Saat ini baru 8 persen yang bisa dipenuhi pemerintah.

“Presiden memunculkan program KIP Kuliah, supaya anak Indonesia yang tidak beruntung bisa mendapatkan pendidikan tinggi,” kata Nasir

Nasir menambahkan, saat ini sedang dibahas skema program KIP Kuliah ini sedang dibahas dengan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.

KIP Kuliah diusulkan untuk memberikan biaya SPP dan buku kuliah gratis bagi penerima program tanpa adanya biaya hidup. Namun, jika anggaran dirasa cukup, Nasir berharap biaya hidup juga dapat diberikan kepada penerima program KIP Kuliah.

“Kalau itu bisa, kita butuh anggaran sekitar Rp 5,5 hingga 11 Trilliun,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Baca Juga :   Popularity Regarding Android Game titles Throughout That Smartphone App Market

Leave a Reply