Menuju Pilkada Kota Malang Tanpa ‘Black Campaign’

PolitikaMalang – Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta dengan segala macam drama politik yang ada di dalamnya, sedikit menorehkan kisah minor pada alam demokrasi di Indonesia. Maraknya ujian kebencian baik melalui media sosial ataupun hal lain cukup mewarnai helatan pemilihan gubernur untuk warga Jakarta itu.

Meskipun Pilgub DKI Jakarta itu levelnya regional, namun imbas negatifnya dirasa hampir merata di seantero nusantara termasuk di Kota Malang. Belajar dari pengalaman pahit itu, Kota Malang berkomitmen akan membangun iklim pilkada yang damai, tanpa ‘black campaign’, politik uang dan ujaran kebencian diantara para calon nantinya.

Ketegasan itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, H. Moch Anton sebagaimana berita resmi yang dikeluarkan bagian Humas Pemkot Malang. Menurut Abah, sapaan akrab wali kota, pilkada merupakan pesta demokrasi lima tahun sekali untuk memilih pemimpin khususnya di Kota Malang. Karena itu, perlu adanya konsensus atau ‘gentlemen agreement’ bersama semua stake holder yang berkaitan dengan pilkada agar menciptakan pilkada yang benar-benar damai.

Sebagai pesta demokrasi, Abah Anton yang juga masuk sebagai kandidat kuat bakal calon wali kota mengajak agar dalam prosesnya nanti tidak ada ujaran kebencian dan salin serang diantara calon yang menyebabkan situasi dan kondisi tidak nyaman.

“Yang penting adalah bagaimana menghadirkan perilaku politik yang bermartabat, yang mengedepankan adu persaingan program bukan model kampanye yang mengarah pada penyerangan individu, bully membully atau black campaign,” kata Abah Anton sebagaimana dilansir dari rilis Humas Pemkot Malang.

Pilkada serentak di Indonesia termasuk di Kota Malang sendiri akan digelar pada tahun 2018 mendatang. Tentunya hal ini menjadi catatan yang perlu diantisipasi, sebab pilkada Kota Malang akan berbarengan dengan Pilgub Jawa Timur dimana hal ini patut diantisipasi baik dari segi persiapan penyelenggara hingga segi keamanannya.

Baca Juga :   Showmanship Almost limitless Bucks & Girls 15 minutes Instructions

Wali Kota Malang, H. Moch Anton yang juga hadir dalam Rakor Persiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak yang digelar di Jakarta, Senin (23/10) mendapatkan banyak arahan dari Mendagri hingga Menkopolhukam. Menurut Abah Anton perwujudan pilkada yang damai.

“Rakor ini penting ditindaklanjuti, diikuti dengan konsolidasi dan koordinasi bersama aparat keamanan, penyelenggara serta stake holder, semata agar penyelenggaraannya menyenangkan. Itu semua bisa terwujud bila hadir rasa aman, nyaman dan tentram,” ungkap Abah Anton.

Leave a Reply