Nanda Bidik Bacalon N2 dari Kalangan Birokrat dan Mantan Sekda?

PolitikaMalang – Kandidat Bakal Calon Wali Kota Malang, poros koalisi Hanura-PAN-PPP (Harapan Pembangunan) Ya’qud Ananda Gudban terus bergerilya dalam menyongsong Pilkada Kota Malang 2018 mendatang.

Wanita yang akrab disapa Nanda itu kini dikabarkan sedang melirik kandidat bakal calon wakil wali kota dari kalangan birokrat atau mantan sekertaris daerah (Sekda) Kota Malang. Kabar itu disampaikan langsung oleh Sekertaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief.

“Berdasarkan atas masukan dan saran dari berbagai pihak, maka kami dari koalisi Harapan Pembangunan menilai harus ada tata kelola birokrasi sehingga wajar jika kini kita sedang melirik kandidat Bacalon N2 dari kalangan birokrasi atau Mantan Sekda Kota Malang,” kata Dito Arief, Selasa (5/11).

Ia menjelaskan, tata kelola birokrasi yang baik sangat diperlukan oleh Pemerintah Kota Malang, mengingat kasus hukum yang menjerat beberapa pejabat di pemerintahan. Lebih lanjut, Dito menambahkan, slogan “Ayo Noto Malang” merupakan bagian dari upaya Nanda Gudban untuk membawa perubahan yang baik bagi kota pendidikan dan kota pariwisata ini dalam berbagai aspek.

“Maka Kandidat N2 dari kalangan birokrasi atau mantan Sekda menjadi pertimbangan penting untuk disandingkan dengan Mbak Nanda di Pilkada 2018 mendatang,” tandas Dito.

Ketika ditanya sosok yang dimaksud, Dito Arief masih belum memberikan jawaban kongkrit, akan tetapi dari berbagai nama pejabat dan mantan Sekda Kota Malang beberapa nama bermunculan seperti Bambang DH dan Moch Sofwan. Sedangkan dari kalangan birokrasi beberapa nama sempat mengemuka seperti Sekda Kota Malang saat ini, Wasto.

Nanda Makin Aktif turun ke Masyarakat

Sementara sosok Nanda Gudban terus aktif bergerak turun ke masyarakat serta melaksanakan tugasnya sebagai Anggota DPRD Kota Malang untuk menyerap aspirasi warga.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Dalam agenda reses ke III Tahun 2017 di Hotel Pelangi, perempuan yang baru saja meraih gelar Doktor itu menyerap berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat salah satunya di bidang kesehatan.

Pada kesempatan itu beberapa warga mulai ‘sambat’ perihal pelayanan BPJS yang dianggap kurang maksimal.

“Ini yang kami sayangkan, nyawa seseorang itu harusnya di prioritaskan, jangan di bilang pengguna BPJS itu orang tidak mampu, mereka membayar pajak, nah ini nanti akan kita bahas dengan dewan,” ujar Nanda.

Tak hanya itu, Nanda juga mengurai masalah kemacetan dan jumlah kendaraan yang ada di Kota Malang yang semakin terus meningkat prosentasenya.

“Saya pikir memang, karena, penambahan jumlah kendaraan motor sehingga jalanan pasti akan ramai dan dampaknya akan ada penumpukan di jalan. Kami dari DPRD akan terus berusaha bersama dengan pemerintah Kota Malang untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tandasnya.

Leave a Reply