Nanda: Pasar Tradisional Urat Nadi Perekonomian Masyarakat

PolitikaMalang – Keberadaan pasar tradisional di Kota Malang merupakan salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat. Karena itu, pasar tradisional perlu mendapat perhatian lebih oleh pemerintah maupun kalangan lain, sebab berkaitan dengan perputaran uang di masyarakat.

Anggota DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, mengungkapkan, pasar tradisional selama ini menjadi pusat sentral perekonomian sekaligus tempat interaksi masyarakat. Adanya proses saling tawar menawar antara pembeli dan pedagang menunjukkan ciri khas masyarakat Indonesia dalam bergaul dan bersosialisasi satu sama lain.

“Keberadaan pasar tradisional selain merupakan pusat perputaran ekonomi riil di masyarakat juga merupakan simbol kerukunan dan kepedulian warga,” kata politisi yang akrab disapa Nanda Gudban pada Minggu (19/11).

Di tengah himpitan toko modern yang selama ini hampir mengepung berbagai sudut Kota Malang, wanita yang juga Ketua DPC Hanura Kota Malang itu mengimbau kepada para pihak, khususnya pemerintah, agar bisa memperbaiki sarana dan prasarana serta menjaga kebersihan pasar tradisional, dengan harapan bisa menarik minat masyarakat untuk berbelanja disana.

Nanda yang kerap terjun ke kantong-kantong warga, tak lupa mengunjungi pasar tradisional sebagai upaya menyerap aspirasi baik dari pedagang maupun pembeli di pasar tradisional.

Salah satu lokasi yang Ia kunjungi pada Sabtu (18/11) adalah Pasar Kedung Kandang. Disana Nanda melihat sarana dan prasarana yang masih perlu diperbaiki agar pasar tidak terkesan kumuh sehingga membuat masyarakat berpaling dan berbelanja ke toko modern.

“Pasar Tradisional adalah urat nadi ekonomi rakyat di tengah maraknya toko modern. Karena itu saya juga mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan pasar tradisional sebagai sentra ekonomi sekaligus mengajak mencintai produk lokal,” tandas Nanda yang baru saja memperoleh gelar Doktor di Universitas Brawijaya itu.

Baca Juga :   Search With respect to Computer Help

Seperti diketahui, Nanda Gudban merupakan salah satu tokoh yang digadang akan menjadi kandidat Calon Wali Kota Malang pada Pilkada 2018 mendatang. Visi misi yang diembannya tertuang dalam slogan “Ayo Noto Malang” yang terus digelorakan akhir-akhir ini.

Slogan “Ayo Noto Malang” memiliki nilai filosofis yang cukup mendalam sebagai upaya mewujudkan pembangunan menyeluruh menyentuh berbagai aspek. Salah satu pokok pikiran Nanda Gudban yang tertuang dalam tiga kata itu adalah, pembangunan tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja, melainkan melibatkan seluruh komponen baik tataran eksekutif, legislatif, yudikatif, dan semua elemen masyarakat. Ajakan peduli akan keberadaan pasar tradisional merupakan salah satu ikhtiar Nanda untuk memperbaiki taraf perekonomian di Kota Malang.

Leave a Reply