Nanda: Perempuan Berperan di Segala Lini Kehidupan

PolitikaMalang – Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember merupakan bentuk kepedulian negara terhadap peran kaum perempuan dalam upaya pembangunan bangsa.

Dekrit Presiden Soekarno Nomor 316 Tahun 1959, mengokohkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu yang diperingati secara nasional. Tanggal itu diambil dari tanggal Kongres Perempuan Pertama di Indonesia yang digelar di Jogjakarta.

Berbicara peran perempuan Indonesia dalam pembangunan bangsa, Tokoh Perempuan Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, mengatakan, jika kaum hawa memiliki kontribusi yang sangat penting dan mendasar.

Perempuan yang akrab disapa Nanda itu menjelaskan, pembangunan karakter dan mental anak dalam lingkup keluarga, ditentukan oleh peran Ibu yang memiliki tugas mendidik anak sejak usia dini.

“Peran ibu dalam rumah tangga adalah fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, disanalah pendidikan awal karakter para  calon generasi penerus bangsa diawali,” kata Nanda, sapaan akrabnya.

Selain kiprahnya dalam mengurus rumah tangga, peran perempuan juga sangat penting dalam bidang lain seperti pendidikan, politik, pemerintahan hingga bidang perekonomian. Dalam suatu dialog bersama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, beberapa waktu lalu, Nanda menjelaskan, jika perempuan saat ini juga harus bisa menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi di Indonesia.

Model bisnis online yang banyak digeluti dan menjadi tren, merupakan hal yang harus ditangkap para perempuan khususnya para ibu rumah tangga agar mampu membantu jalannya roda perekonomian.

“Era bisnis saat ini bisa dilakukan tanpa meninggalkan rumah, sehingga bagi saya ini adalah peluang yang harus ditangkap para perempuan untuk mengembangkan itu. Saya selaku Anggota Komisi B DPRD yang memiliki tupoksi bidang ekonomi terus mendorong agar wirausaha bagi perempuan terus dikembangkan marena potensinya besar,” tukasnya.

Baca Juga :   Search With respect to Computer Help

Dalam bidang politik dan pemerintahan, saat ini perempuan semakin diperhitungkan. Bahkan, dalam pemilihan legislatif syarat keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen di parlemen menunjukkan betapa pentingnya peran kaum hawa dalam segala lini kehidupan termasuk dalam ranah pemerintahan.

“Di banyak daerah kita juga lihat ada banyak kepala daerah atau wakil daerah dari kaum perempuan, ini adalah bentuk kemajuan karena peran perempuan sangat signifikan,” ucap Nanda yang juga menjabat sebagai Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Kota Malang itu.

Bahkan dalam bidan pendidikan, Nanda juga menegaskan, agar para kaum perempuan juga memiliki hak yang sama untuk meraih pendidikan hingga tingkat yang tinggi. “Pendidikan ini cukup penting bagi setiap warga negara termasuk kaum perempuan. Jika kita buka kembali UUD 1945 maka disana jelas disebutkan bahwa 20 persen anggaran dari APBN wajib digelontorkan untuk pendidikan. Artinya, peran pendidikan di Indonesia cukup penting khususnya bagi kaum perempuan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam bidang akademik, kiprah Nanda Gudban juga tak diragukan. Menjadi dosen tetap di Universitas Merdeka Malang, Dosen Luar Biasa di Universitas Brawijaya Malang, Senat di STIBA Malang hingga menjadi ketua jurusan Pariwisata Unmer Malang telah dilakoninya. Raihan Gelar Doktor di Universitas Brawijaya dengan predikat Summa Cumlaude. Dalam disertasinya berjudul “Analisis Hubungan Principal-Agent dalam Proses Penyusunan APBD: Studi Fenomenologi” Nanda mengupas permasalahan yang cukup penting dalam pemerintahan yakni adanya usulan penggunaan E-Budgeting.

Sebagai Anggota DPRD Kota Malang, selama ini Nanda Gudban juga aktif memberikan penyuluhan dan bantuan kepada para perempuan di Kota Malang. Bahkan, peran wanita peraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya di dunia internasional dalam mengangkat harkat kaum perempuan juga diakui banyak kalangan.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Wanita yang dijuluki ‘Srikandi Ijen’ kerap mengisi sejumlah dikusi publik taraf internasional seperti Day of The Girl 2015, Menjadi pembicara dalam woman public service from the Department of State in Washington, D.C., Pemateri dalam seminar Perempuan dan Politik di Myanmar, Perwakilan Indonesia dalam dialog Saan Su Kyii di Myanmar dan baru-baru ini menjadi delegasi Indonesia untuk acara Hari Perempuan Internasional di Macau.

“Dari berbagai pengalaman mengisi diskusi baik taraf regional, nasional dan bahkan internasional itu saya melihat bahwa gerakan perempuan untuk ikut serta dalam pembangunan semakin menguat dan harus mendapat support banyak kalangan,” tukasnya.

Ketua DPC Hanura Kota Malang itu berharap, para Perempuan Indonesia khususnya di Kota Malang menjadikan Hari Ibu yang jatuh pada hari ini bisa menjadi momentum para kaum hawa untuk terus mengembangkan potensi agar bisa berbuat lebih dalam upaya bersama mewujudkan cita-cita pembangunan.

Leave a Reply