Nasdem Galau Soal Rekom Bacalon N2 untuk Anton

PolitikaMalang – Partai Nasdem kembali membuat publik bertanya-tanya soal siapa sosok kandidat Bakal Calon Wakil Wali Kota Malang, yang diusung partai itu di Pilkada mendatang. Pasca keluar surat rekomendasi kepada kandidat pasangan calon H. Moch Anton dan Syamsul Mahmud, kini tersiar kabar jika nama Ya’qud Ananda Gudban juga masuk jajaran nama kandidat Bacalon Wakil Wali Kota Malang. Kabar ini sekaligus menunjukkan jika partai besutan Surya Paloh ini sedang galau soal sosok kandidat Bacalon N2 yang akan direkomendasi mendampingi Anton.

Hal itu cukup memungkinkan, pasalnya surat yang ditandangani oleh Ketua Bappilu DPP Partai Nasdem, Effendie Choirie itu, sifatnya hanya rekomendasi dan bukan Surat Keputusan (SK) yang nantinya akan digunakan mendaftar resmi ke KPU Kota Malang untuk mengusung pasangan calon.

Dikutip dari laman MalangVoice Ketua DPD Nasdem Kota Malang, M. Fadli mengatakan, nama politisi cantik Ya’qud Ananda Gudban kini sedang dipertimbangkan oleh DPP Partai Nasdem untuk direkomendasikan. Selain nama Nanda, nama salah satu tokoh, yakni M. Nuh juga masuk sebagai bakal kandidat.

“Sejauh ini yang dipertimbangkan memang ketiga nama itu. M Nuh dan Syamsul Mahmud sudah mendaftar secara resmi ke DPP, kalau Nanda (sapaan akrab Ya’qud Ananda Gudban) baru secara lisan,” urai Fadli seperti dikutip dari MVoice.

Menurut pemberitaan laman itu, meski baru sebatas lisan, namun nama Nanda memiliki kans yang cukup tinggi. Bahkan, pada Jumat (23/12) Fadli membawa data perihal Ketua DPC Hanura Kota Malang itu kepada Tim Bappilu DPP Partai Nasdem termasuk curriculum vitae.

Salah satu alasan, kenapa Nanda dipertimbangkan adalah karena elektabilitas dan gerakannya berkomunikasi cukup masif jelang Pilkada Malang 2018. Seperti diketahui kini Nanda sudah memiliki kendaraan dari Hanura – PAN – PPP yang membentuk Poros Harapan. Belum lagi, poros itu juga menggagas sebuah koalisi besar dengan berencana menggandeng Golkar dan Gerindra serta Demokrat untuk ikut andil di dalamnya.

Baca Juga :   Popularity Regarding Android Game titles Throughout That Smartphone App Market

“Nanda intensif menjalin komunikasi politik dengan banyak partai. Selain itu, saran dari ulama dan kyai PCNU agar Nanda mendampingi Abah Anton juga menjadi bahan pertimbangan,” imbuh Fadli.

Penjaringan Nasdem Tidak Transparan?

Keluarnya surat rekomendasi atas nama Syamsul Mahmud sebagai Kandidat Bacalon N2 dari Partai Nasdem tidak saja mengundang tanya bagi publik bahkan dari internal partai itu sendiri. Salah satu kader Partai Nasdem, yang enggan disebut namanya menceritakan jika sebenarnya sosok Syamsul Mahmud tidak pernah dibicarakan oleh kalangan internal. Namanya “ujug-ujug” masuk begitu saja.

“Hal ini cukup mengagetkan karena nama Syamsul ini tidak pernah ada dan tidak pernah dibahas. Justru nama Nanda yang menguat,” kata sumber tersebut.

Nama Syamsul Mahmud, lanjut sumber tersebut, juga tidak pernah dibicarakan dengan Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Rendra Kresna. Bahkan, pada waktu surat rekomendasi itu turun, Rendra yang juga Bupati Malang itu sedang menjalani ibadah umroh dan dikabarkan tidak mendapat informasi apapun soal rekomendasi itu.

“Kalau begini masalahnya ada etika politik yang dilanggar,” ungkap narasumber itu.

Dikatakan pula, jika selama ini partai tidak pernah membuka skema pendaftaran, sehingga ia mempertanyakan kepada Ketua DPDD Nasdem Kota Malang soal pendaftatan calon seperti yang kerap disebut.

Seperti diketahui Partai Nasdem pada 13 Desember lalu mengeluarkan rekomendasi untuk Kandidat Bakal Pasangan Calon di Pilkada yakni Anton – Syamsul Mahmud yang ditandatangani langsung oleh Ketua Bappilu partai, Efendie Choirie dengan nomor surat: 230/SI/DPP Nasdem/XII/2017.

Dalam surat tersebut disebutkan jika DPP Nasdem memerintahkan DPD Nasdem Kota Malang kepada calon tersebut untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain agar memenuhi syarat pendaftaran ke KPUD disamping melakukan konsolidasi.

Baca Juga :   Search With respect to Computer Help

Surat itu juga menyampaikan agar DPD Partai Nasdem Kota Malang beserta calon yang direkomendasikan agar memenuhi persyaratan calon ke KPUD Kota Malang dan melaporkan hasilnya ke DPP 14 hari sebelum masa pencalonan.

Bukan itu saja, surat tersebut berisi jika rekomendasi tersebut berlaku sebelum keluarnya SK DPP Nasdem soal pencalonan yang nantinya bisa digunakan untuk mendaftarkan pasangan calon ke KPU Kota Malang.

Ketua DPD Nasdem Kota Malang, Moch. Fadli kala itu mengatakan “Saya bersama Abah Anton dan Syamsul Mahmud mengambil surat rekomendasi, ditemui oleh pak Efendie Choirie,” kata Fadli.

Sebelum keluarnya rekomendasi dari partai, dua nama yakni Anton dan Nanda Gudban, telah bertemu dan berkomunikasi politik dengan Rendra Kresna perihal dukungan dari Partai Nasdem di Pilkada Malang 2018.

Selain dua nama, Anton dan Nanda, sosok lain yang pernah menguat bakal dicalonkan dari Partai Nasdem adalah politisi gaek, Moch. Geng Wahyudi.

Anggota DPR RI Dapil Malang Raya dari Fraksi Nasdem, Kresna Dewanata Phrosakh, mengatakan, meskipun hanya memiliki satu wakil di parlemen, namun partai ini tetap berperan besar dalam dinamika politik jelang pilkada.

Moch. Geng Wahyudi yang kini menjabat sebagai penasehat DPW Partai Nasdem Jawa Timur digadang-gadang akan meramaikan ajang pilkada Kota Malang tahun depan.

“Intinya sikap Nasdem di Pilkada Kota Malang adalah mengutamakan kader untuk ikut kontestasi pilkada. Partai terus melakukan komunikasi politik dengan partai lain untuk membangun chemistry,” kata Kresna Dewanata kepada Politika Malang beberapa waktu lalu.

Terkait dengan nama M. Geng Wahyudi, pria yang akrab disapa Dewa itu tidak menampik jika nama itu sempat dibicarakan di kalangan internal partai. Bahkan, lanjut Dewa, politisi gaek sekaliber Geng Wahyudi dianggap sangat mampu membangun komunikasi politik dengan partai lainnya.

Baca Juga :   Showmanship Almost limitless Bucks & Girls 15 minutes Instructions

“Kita tunggu saja hasilnya, intinya partai sedang menjalin komunikasi dengan partai lainnya,” ungkapnya.

Leave a Reply