Optimisme Sutiaji Rebut Kursi N-1

PolitikaMalang – Sutiaji datang ke kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, pada Selasa (13/6) malam untuk mendaftar sebagai bakal calon wali kota. Bersama puluhan simpatisannya, Sutiaji datang dengan dibonceng motor dari kediamannya menuju kantor partai, di Jalan Panji Suroso.

Pria yang kini menjabat Wakil Wali Kota Malang itu, mengatakan datang mendaftar dengan naik motor merupakan bentuk dari sikap merakyat dan manifestasi dari jargon peduli wong cilik yang selama ini kerap didengungkan.

Sutiaji mengatakan “Naik motor ini bukan untuk pencitraan karena memang itu yang saya lakukan sehari-hari. Kalimat Peduli Wong Cilik tidak harus diucapkan namun perlu direalisasikan,” kata Sutiaji usai mendaftar sebagai Bacalon di Tim 5 DPC PDI Perjuangan.

Mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah di partai besar sekaliber PDI Perjuangan bagi Sutiaji bukanlah tanpa perhitungan. Meskipun akan bertarung dengan beberapa nama seperti Gandung Rafiul Huda yang sudah mengambil formulir pendaftaran untuk bakal calon wali kota di partai yang sama serta Ketua DPC PDI Perjuangan, Arief Wicaksono, yang mendapat dukungan dari 5 Pimpinan Anak Cabang (PAC), Sutiaji yakin dan optimis rekomendasi DPP partai akan dialamatkan kepada dirinya.

“Saya sangat yakin akan mendapatkan rekom dari DPP PDI Perjuangan terkait bagaimana cara pergulatan politik di internal saya serahkan kepada pimpinan partai,” ungkapnya.

Keyakinan Sutiaji mendapat rekom dari partai berlambang banteng itu seiring dengan rasa optimismenya mampu menjadi jawara dalam pilkada tahun mendatang dengan merebut pucuk kursi pimpinan eksekutif. Ia mengaku, cita-cita menjadi wali kota sudah dituliskannya pada sekitar 4 tahun lalu, sehingga untuk mewujudkannya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. “Ada tiga kunci utama untuk sukses, yakni keyakinan, strategi dan kebersamaan. Saya punya strategi, saya punya cara untuk pilkada mendatang,” tuturnya.

Baca Juga :   Vision Discretion And additionally Complicated Pure natural stone Achieving put Get Floor On $400 Trillion Tough Normal jewel Modern gambling house Northern

Sutiaji lantas mencontohkan pada tahun 2013 saat awal ia akan maju sebagai calon di pilkada. Ia menceritakan banyak cibiran yang dialamatkan padanya, karena dianggap terlalu dini untuk masuk di lingkaran kekuasaan eksekutif. Namun, menurutnya, dengan keyakinan yang mantap dan strategi yang ditata rapi, ia berhasil menoreh kesuksesan pada pilkada periode lalu.

“Saya punya cara, dan saat ini ada beberapa komunitas yang sudah bergabung dengan saya, sehingga keyakinan dan rasa optimisme itu ada,” kata Sutiaji.

Ajak Anton Berkompetisi secara Sehat

Mendaftar sebagai bakal calon dari Partai PDI Perjuangan, tentunya mengibarkan bendera “perang” kepada calon petahana yakni Wali Kota Malang, H. Moch Anton dalam kontes perpolitikan di Pilkada Kota Malang. Terkait hal itu, Sutiaji mengaku sebelum berangkat ke kantor DPC PDI Perjuangan ia sudah pamit dan meminta izin kepada wali kota untuk mendaftar sebagai bakal calon yang berpotensi akan menjadi pesaingnya dalam pilkada tahun depan.

“Bagaimanapun pak wali adalah atasan saya, dan saya sudah pamit kepada beliau, saya bilang jika memang saja maju di pilkada mari kita berkompetisi secara sehat,” ucap Sutiaji.

Bahkan, Sutiaji menegaskan pendaftarannya sebagai bakal calon wali kota di PDI Perjuangan tidak akan berdampak pada kinerjanya selaku wakil wali kota. Ia masih merajut kebersamaan dengan wali kota dalam membangun Kota Malang hingga masa jabatan keduanya berakhir sekitar satu tahun mendatang. “Kita akan tetap bekerja bersama sampai masa jabatan berakhir,” tukasnya.

Terkait pembagian tugas antara wali kota dan wakil wali kota banyak pihak bertanya, apakah Sutiaji selama ini hanya menjadi “ban serep” semata karena tugas pokok dan fungsinya sudah dipangkas oleh wali kota. Merespon pertanyaan itu, Sutiaji justru melihat ada celah hukum dalam undang-undang Pemerintahan Daerah (Pemda) sejak UU No 32 tahun 2004 hingga UU No 9 Tahun 2015, sehingga dalam kesempatan itu ia juga berharap kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan pada regulasi itu.

Baca Juga :   Collage With Boulevard To help Blindness Cure

“Nah, kalau selama ini apakah saya dapat tugas sesuai dalam undang-undang atau tidak biar masyarakat yang menjawabnya,” tegasnya.

Ketika ditanya pula apakah ada kelemahan dalam pemerintahan selama ini sehingga ia memutuskan maju di Pilkada Kota Malang, Sutiaji juga enggan mengorek hal tersebut. Bahkan, ia memberikan ilustrasi “Seperti bagaimana cara membuat tali sepanjang 30 centimeter itu pendek, maka saya tidak akan putus talinya, namun saya akan membuat kembali tali sepanjang 50 centimeter sehingga tali 30 centimeter itu kelihatan pendek. Saya tidak ingin mengungkap kekurangan orang atau instansi,” bebernya.

Alasan Pilih PDI Perjuangan

Memilih partai pemenang pemilu sebesar PDI Perjuangan juga bukan tanpa dasar. Sutiaji mengaku memilih partai berlogo banteng moncong putih ini karena sepemikiran dengan founding father Indonesia, Soekarno. Menurutnya, konsep-konsep Soekarno dalam pembangunan layak diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa serta dalam pemerintahan daerah.

“Sejak muda saya sering membaca buku-buku dan belajar pemikiran Soekarno. Saya adalah seorang yang Soekarno-is, karena saya sangat mengidolakan beliau. PDI Perjuangan adalah partai yang memanifestasikan pemikiran beliau,” Ungkpanya.

Selain itu, menurut Sutiaji, PDI Perjuangan Kota Malang masih menjadi salah satu partai yang membuka pintu pendaftaran bagi calon dari luar partai untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon di Pilkada tahun mendatang. “Saya mendaftar dari DPC karena menghargai kader yang ada di bawah dan mengapresiasi cabang karena nanti mereka yang akan menggerakkan mesin politik di pilkada,” pungkasnya.

Leave a Reply