Outlook Pilbup Malang 2020

Analisa Redaksi

PolitikaMalang – Tahun politik 2020 telah datang. Kita tahu bahwa pada bulan September mendatang akan ada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur sendiri akan ada 19 kota / kabupaten yang turut menyelenggarakan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut, termasuk Kabupaten Malang.

Anggaran pun sudah ditetapkan. Tak tanggung – tanggung, KPUD Kabupaten Malang digelontor dana sebesar 85 Miliar. Sedangkan Bawaslu Kabupaten Malang didukung anggaran sebesar 27 Miliar. Bahkan baru – baru ini bawaslu telah menyelesaikan tahapan rekrutmen dan melantik 99 panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk pemilihan bupati (pilbup) mendatang. Sebuah angka yang fantastis untuk penyelenggaraan pesta demokrasi.

Lalu sejauh ini, bagaimana persiapan partai politik dan para kandidat?

PDI Perjuangan Solid Dukung Sri Untari

PDIP termasuk salah satu partai pertama yang melakukan tahapan politik. Merasa mampu mengusung calon sendiri tanpa koalisi karena meraih 12 kursi legislatif, Partai besutan Megawati tersebut telah membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati pada bulan September 2019 lalu.

Hasilnya, sebanyak 8 orang telah mendaftarkan diri. Mereka adalah Didik Budi Mulyono (Sekda Kabupaten Malang), Hasan Abadi (Rektor Unira Malang), Wibi Dwi Andriyas (Pengusaha), Wahyu Eko Setiawan (Aktivis), Hendik Arso (Kepala Desa), Juma’ali (Wakil Ketua Lesbumi PBNU), Diki Sulaiman (Ketua Kadin Kota Malang), dan Umar Usman (Ketua PCNU Kabupaten Malang).

Namun belakangan, nama sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari justru muncul dan digadang – gadang akan diusung oleh partai banteng tersebut. Sri Untari sendiri secara eksplisit menyatakan siap jika diberi mandat oleh partai. Namun ia memilih untuk menunggu keputusan DPP PDIP yang kabarnya akan diumumkan bersamaan dengan peringatan HUT 47 PDIP pada Januari ini. Perlu diketahui, selain pendaftaran di tingkat DPC, PDIP memang membuka pendaftaran di tingkat DPD dan DPP. Nah, nama Sri Untari sendiri kabarnya diusulkan oleh DPD PDIP Jawa Timur ke DPP PDIP.

Lebih lanjut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto menerangkan, partainya wajib memiliki kader dari internal partai agar dapat meraih suara kemenangan.

“Kita semua, kader PDI Perjuangan Kabupaten Malang bersepakat memberikan mandat kepada bu Sri Untari,” jelas pria yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang itu. 

Sanusi Siap Kembali Diusung PKB Maju Pilbup Malang

Setelah sekian lama enggan berkomentar, Bupati Malang, HM Sanusi akhirnya mengaku siap dicalonkan dalam Pilbup Malang 2020 mendatang. Kepastian itu disampaikan Sanusi di hadapan awak media, Senin (30/12/2019) siang.

Hal ini setelah Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam pencalonan pilkada 2020. Alasannya, ia lebih memilih untuk fokus sebagai anggota DPR RI. Pria yang akrab disapa Gus Ali itu justru turut merekomendasikan HM.Sanusi pada Pemilihan Bupati Malang 2020.

Dengan latar belakang hal tersebut, Sanusi tegas mengatakan sudah mendapatkan amanah dari partainya. Sanusi pun yakin dirinya bakal menduduki kembali kursi Bupati Malang untuk periode mendatang. Sanusi juga optimis menerangkan jika dirinya, hanya tinggal menunggu waktu untuk melanjutkan periode selanjutnya.

“Siap, sudah siap, karena sudah pengalaman,” tegas Sanusi.

Soal pengumuman resmi, Sanusi menyampaikan bahwa keputusan tersebut mutlak ada pada DPP PKB. Termasuk terkait calon pendampingnya nanti.

Golkar Usung Ketua Partai

Berbeda dengan PDIP, Partai Golkar tampaknya lebih memilih untuk mengusung ketuanya sendiri sebagai calon bupati. Siadi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, didorong oleh internal partai untuk maju dalam pilbup mendatang.

Bahkan, beberapa organ sayap partai beringin ini sudah melakukan deklarasi dukungan. Pria yang juga anggota DPRD Jawa Timur tersebut dinilai punya popularitas, pengalaman dan kapasitas untuk maju sebagai calon bupati. Walau Partai Golkar masih membutuhkan koalisi karena hanya meraih 8 kursi legislatif, namun mereka optimis bisa merangkul partai lain untuk maju di pilbup 2020 mendatang.

“Posisi calon bupati Malang atau N-1 menjadi harga mati yang tak bisa ditawar. Pak Siadi untuk N-1 dan kader Golkar siap untuk memperjuangkannya,” kata politisi Golkar Miskat, Jumat (6/12/2019).

Seperti diketahui, ketua umum DPP partai Golkar Airlangga Hartarto baru – baru ini juga menyampaikan bahwa partainya akan memprioritaskan para ketua DPD I dan DPD II untuk maju dalam pilkada di daerah asalkan punya modal elektabilitas. Beberapa jajak pendapat di media juga menempatkan Siadi dalam posisi bersaing dengan kandidat yang lain dengan prosentase yang cukup bagus.

Partai Papan Tengah Galang Koalisi

Selain 3 Besar Pemenang Pemilu 2019 yaitu PDIP, PKB dan Golkar, ada pula beberapa partai yang cukup bergeliat menghadapi pilbup Malang 2020. Nasdem contohnya, partai besutan Surya Paloh ini bahkan telah mengadakan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati.

Hasilnya, sampai ditutupnya pendaftaran pada 23 Oktober 2019 lalu, telah ada tujuh nama yang secara resmi mendaftar melalui pintu DPD Partai NasDem kabupaten Malang. Nama – nama tersebut adalah Ketua MPO Pemuda Pancasila Kabupaten Malang Moch Geng Wahyudi, Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman, Dirut PD Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan, Tenaga Ahli Manajemen Provinsi Jatim M Fajar, Advokat Jefri Muhammad, Rektor UNIRA Malang Hasan Abadi, dan ketua FKDT Kabupaten Malang, Nasrul Marwazi.

Politisi Nasdem, Amarta Faza menyatakan, selain lewat DPD Nasdem Kabupaten Malang, partai juga membuka dua pintu lain terkait pendaftaran yaitu lewat DPW NasDem Jawa Timur dan DPP NasDem.

“Tahapan selanjutnya adalah verifikasi dan pengajuan ke DPW NasDem hingga DPP Nasdem” tambahnya.

Namun Partai Nasdem sendiri tetap membutuhkan koalisi untuk bisa megusung kandidat pada pilbup Malang mendatang karena hanya memperoleh 7 kursi dari 10 kursi yang dibutuhkan. Keluarga mantan bupati Rendra Kresna dikabarkan punya peluang besar untuk diusung karena ada Kresna Dewanata Prosakh yang kini duduk di DPR RI dan Jajuk Rendra Kresna di DPRD Jawa Timur.

Sedangkan Gerindra, walau tidak melakukan penjaringan calon bupati secara terbuka, partai besutan Prabowo Subianto ini telah merampungkan penjaringan tertutup. Hasilnya, Sebanyak 7 nama dipastikan bersaing ketat untuk memperebutkan rekomendasi dari DPP Partai Gerindra, pada Pilbup Malang 2020 mendatang.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok mengatakan, 7 nama sudah diusulkan kepada DPP, melalui DPW. 7 nama itu yakni 2 dari internal partai dan lima nama dari eksternal.

“Kalau dari internal partai, yang diajukan saya dan Moreno Soeprapto. Kalau dari luar partai, tidak jauh dari nama-nama yang populer selama ini beredar di masyarakat,” ujar Chusni, Senin, (30/12/2019).

Lebih lanjut dia menjelaskan, 7 nama tersebut akan dipresentasikan sosok dan sekaligus profilnya kepada pengurus DPP partai Gerindra pada pertengahan bulan Januari 2020 ini. Namun dari beberapa sumber internal Gerindra, nama anggota DPR RI Moreno Soeprapto lebih dijagokan untuk bertarung di pilbup Malang. Moreno sendiri juga telah menyatakan kesiapan jika diusung partai untuk maju di pilbup Malang mendatang.

Juru Kunci Penentu Koalisi

Sementara itu, kejutan terjadi di partai berlambang Ka’bah. Merasa tak ingin kalah dari partai dengan perolehan kursi jauh lebih besar lainnya, PPP Kabupaten Malang juga melakukan penjaringan calon bupati dan wakil bupati secara terbuka. Hasilnya, Sejak dibuka pendaftaran awal desember lalu, total ada lima orang yang mendaftar lewat partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Alhamdulillah, sudah ada lima orang (yang mendaftar),” ungkap Ketua DPC PPP Kabupaten Malang, Ahmad Daniyal.

Daniyal menegaskan, walau hanya punya 2 kursi legislatif, sejauh ini pihaknya belum menyatakan keputusan untuk berkoalisi dengan partai mana. Namun, komunikasi terus berjalan. Ia yakin partainya bisa jadi penentu koalisi nanti.

Terakhir, dua partai ‘juru kunci’ yang hanya meraih 1 kursi di DPRD Kabupaten Malang yaitu Partai Hanura dan Partai Demokrat masih terkesan adem ayem. Karena hanya punya 1 kursi, tampaknya mereka memilih untuk wait and see sambil melihat perkembangan dinamika politik yang ada.

Calon Perseorangan Gelar Konvensi

Salah satu bakal calon bupati yang telah deklarasi maju dari jalur independen, Heri Cahyono mengklaim telah mengumpulkan hampir 200 ribu lembar fotokopi KTP, untuk bertarung pada Pilbup Malang 2020 mendatang, melalui jalur independen.

Lantaran telah memenuhi jumlah syarat dukungan tersebut, Sam HC sapaan akrab Heri Cahyono membuka penjaringan pasangannya melalui sistem konvensi.

“Dengan semangat Malang Jejeg yang telah bertransformasi menjadi sebuah gerakan yang masif hingga tingkat desa, tak terkecuali persyaratan sejumlah 200 ribu KTP untuk lolos jalur independen telah kami siapkan,” ujar Heri Cahyono saat konferensi pers di Rumah Makan Bojana Puri, Kepanjen, Jumat (8/11/2019).

Pria asli Kasembon ini melanjutkan, pasangan atau bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya sebagai bakal calon bupati harus memiliki integritas dan kapasitas tinggi. Dia enggan menggandeng pasangan yang asal-asalan.

“Konvensi ini menjaring, semua, bukan untuk kita, tapi untuk anak cucu kita nanti. Kita ingin putra putri terbaik. Wakil bupati bukan ban serep. Seperti sekarang itu banyak yang dominan bupati, wakil bupati hanya ikut-ikut saja,” katanya.

Tokoh Potensial Berburu Kendaraan Politik

Selain nama – nama kader partai yang punya peluang untuk diusung, ada juga beberapa tokoh diluar partai yang cukup potensial mendapat rekomendasi dari partai. Bahkan, mereka sudah terang – terangan ikut dalam penjaringan terbuka yang dilakukan oleh sejumlah partai politik di Kabupaten Malang seperti PDIP, Nasdem dan PPP.

Tiga nama yang cukup menyita perhatian adalah Hasan Abadi (Rektor Unira Malang), Umar Usman (Ketua PCNU Kabupaten Malang) dan Didik Budi Mulyono (Sekda Kabupaten Malang).

Hasan Abadi yang telah ikut penjaringan di PDIP dan Nasdem Dikenal sebagai tokoh muda NU yang punya jaringan luas. Namanya pun cukup diterima di berbagai kalangan. Sama seperti Hasan Abadi yang merupakan representasi Nahdliyin, Umar Usman yang saat ini menjabat ketua PCNU Kabupaten Malang juga mengikuti penjaringan di PDIP dan Nasdem. Ia juga optimis akan mendapat kendaraan politik nantinya. Sedangkan Didik Budi Mulyono yang juga ikut penjaringan di PDIP kabarnya juga punya jaringan kuat di lingkungan birokrasi Kabupaten Malang.

Analisa tentang nama – nama tokoh diluar partai politik akan kami ulas secara khusus pada edisi selanjutnya.

Outlook Pilbup Malang 2020

Dari berbagai perkembangan dinamika politik diatas, bisa dipastikan pilbup Malang 2020 mendatang diperkirakan akan berlangsung sengit dan menarik. Bisa disimpulkan, sejauh ini sudah ada 4 nama yang digadang gadang akan bertarung yaitu Sri Untari (PDIP), Sanusi (PKB), Siadi (Golkar) dan Heri Cahyono (perseorangan).

Kalkulasinya adalah, PDIP dan PKB dipastikan bisa melenggang mulus menuju pencalonan karena bisa mengusung pasangan calon sendiri, sementara Golkar walau masih 8 kursi diperkirakan tidak terlalu sulit untuk menggalang koalisi dalam rangka mencari 2 kursi tambahan menuju 10 kursi sebagai syarat minimal pencalonan.

Menarik ditunggu juga langkah dua partai papan tengah yaitu Nasdem dan Gerindra. Walau hanya punya 7 kursi legislatif, 2 partai ini masih punya peluang untuk mengusung figur N1 atau calon bupati. Puncaknya, penjaringan calon yang telah dilakukan adalah gambaran keseriusan dua partai medioker di DPRD Kabupaten Malang ini untuk mengusung calon bupati sendiri.

Sedangkan PPP, Hanura dan Demokrat juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketiga partai ini bisa menjadi variabel kunci untuk melengkapi koalisi beberapa partai papan tengah diatas.

Dengan berbagai gambaran diatas, analisa redaksi mengatakan bahwa pilbup Malang 2020 diperkirakan bisa diikuti oleh setidaknya 3 atau 4 pasangan calon. Mereka akan memperebutkan suara dari kurang lebih 2 juta rakyat Kabupaten Malang.

Menarik ditunggu perkembangan politik mendatang dikarenakan tahapan pendaftaran calon masih akan berlangsung beberapa bulan mendatang. Masih banyak waktu untuk otak atik koalisi dan konfigurasi pasangan calon. Apakah Sri Untari, Sanusi, Siadi, Moreno, Jajuk Rendra dan Heri Cahyono dipastikan diusung sebagai calon bupati atau justru ada nama nama baru diluar kader partai seperti Hasan Abadi atau Didik Budi Mulyono yang akan muncul dalam percaturan politik pilbup Malang 2020 mendatang? Anda juga bisa mendukung kandidat yang anda kehendaki lewat polling dengan cara klik Polling Pilbup Malang 2020

Baca Juga :   Pemkab Malang Peringati Hari Pahlawan

Leave a Reply