Panen Raya, Bupati Malang Kenalkan Varietas Padi Hibrida Brang Biji

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, Kepala Balai Besar Pengendalian Mutu Tanaman Pangan Ditjen Kementerian Pertanian, Warjito hadir sekaligus turut melakukan Panen Raya Padi Hibrida Varietas Brang Biji, di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (21/11) siang. Kegiatan ini juga dihadiri Forkopimda di wilayah Kabupaten Malang diantaranya Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol. Inf. Ferry Muzawwad dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Soebroto serta sejumlah Camat serta Gapoktan dan Poktan se Kabupaten Malang.

Luar biasa. Panen raya padi ini sekaligus bak ajang pembuktian dari uji coba pengembangan jenis padi hibrida yang terus mengalami peningkatan dari binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Malang dibawah arahan Kadis PTPH, Budi Anwar bersama Gapoktan Morodadi. Betapa tidak, di uji coba pertama tercatat hasi panen padi ini mencapai 10,1 ton per hektar, uji coba kedua berhasil 13,4 ton per hektar, dan uji coba ketiga hasilnya terus menunjukkan kenaikan menjadi 14,4 ton per hektar. Acara juga dilengkapi dengan Peresmian Jalan Usaha Tani, dan Rice Milling Unit (RMU) di Desa Banjararum.

”Untuk hari ini, hasil dari pengembangan pertanian padi jenis Brang Biji di Banjararum terus mengalami peningkatan. Uji coba telah menunjukkan progres dari hasil study banding ke China. Pada panen raya ini merupakan hasil ujicoba ketiga. Sekarang sudah berhasil 14,4 ton per hektar. Tentunya terus ada progres dibanding hasil uji coba pertama dan kedua, namun targetnya bisa mencapai 15 ton per hektar,” terang Bupati Malang saat diwawancari awak media didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Budiar Anwar, siang tadi.

Baca Juga :   Nyekar ke Makam Bung Karno, Bu Nyai: Beliau kawan Berdiskusi Kakek Saya

Pak Sanusi, sapaan akrab Bupati menambahkan, hasil evaluasinya adalah jenis padi ini mampu dan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan untuk produksi padi di Kabupaten Malang. Rencananya, jenis benih padi ini akan disebarkan dan diterapkan ke seluruh lahan pertanian padi di seluruh Kabupaten Malang. Tepatnya, setelah jenis benih padi hasil uji coba oleh Pemkab Malang ini mendapatkan sertifikasi dari Balai Sertifikasi Benih, dan tepatnya dinilai sudah layak disebarkan ke para petani padi se Kabupaten Malang dengan lahan pertanian padi seluas 45 ribu hektar. Diakui Bupati, Pemkab butuh dukungan ke seluruh pihak, tak terkecuali ke DPRD Kabupaten Malang.

”Kita ajukan ke dewan, kalau nanti anggaran cukup dan dewan menyetujui 45 ribu hektar, butuh benih padi ini sekitar 900 ribu kilogram. Minta dukungan dewan dan kalau nanti anggaran cukup, dan dewan menyetujui, maka benihnya padi ini bisa diberikan secara gratis untuk awal. Tadi ada usulan juga dari para petani, saya sepakat, bahwa terkait PBB lahan pertanian tidak ada kenaikan, atau tidak mengikuti progresifnya. Kita sesuaikan dengan rata-rata di Kabupaten dan disamakan karena memang ini bentuk penghargaan kepada warga yang mau bersedia menanam padi untuk kecukupan pangan. Pada tahun 2020 nanti, dengan membentuk tim survey dari DPRD, Pemkab Malang untuk mengetahui berapa jumlah lahannya, juga diketahui Camat dan Desa. Baru PBB nya kita sesuaikan,” terang Pak Sanusi.

Terpisah, Kepala Balai Besar Pengendalian Mutu Tanaman Pangan Ditjen Kementerian Pertanian, Warjito memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Pemkab Malang dalam meningkatkan produktifitas dan komoditas pertanian padi di Kabupaten Malang. Diakuinya, sebenarnya varietas padi hibrida jenis Brang Biji ini tercatat hanya rata-rata mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektar, namun dari sebuah uji coba yang dilaksanakan di lahan pertanian padi Desa Banjararum ini mampu memproduksi 14,4 ton per hektar.

Baca Juga :   Jelang Pilkada 2020, Pjs Bupati Malang Tegaskan Netralitas ASN

”Kami tentu mendukung dan selalu mendukung. Malang menjadi tumpuan komoditas pertanian Jawa Timur. Zelain sebagai sumber komoditas, Jatim ini juga termasuk penyumbang penyediaan benih padi ke seluruh Indonesia. Kepada para anggota Gapoktan dan Poktan, mari lanjutkan untuk mengembangkan komoditas di daerahnya, termasuk padi hibrida. Terima kasih support yang luar biasa Pak Bupati dalam mengembangkan pertanian. Kami senang dan trenyuh,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hasi Sulistyo. ”Mewakili Gubernur Jawa Timur, ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa yang sedianya hadir, namun berhalangan, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Tentu ini hasil uji coba yang membanggakan dan memuaskan dari apa yang sudah dilakukan Pemkab Malang. Saran kami, tentunya jenis padi hasil uji coba ini agar segera didaftarkan agar mendapatkan pengakuan dan sertifikasi,” harapnya.

Leave a Reply