Para Tokoh Parpol Blak-blakan Bicara Arah Koalisi

PolitikaMalang – Situasi jelang Pilkada Kota Malang memasuki babak baru. Usai dipastikan tanpa calon independen di pesta demokrasi Warga Kota Malang itu, para partai politik dan para tokoh semakin bergerilya dalam memburu koalisi serta rekomendasi.

Dari segi pergerakan politik, Pilkada Malang, sangat berbeda dengan Pemilihan Gubernur (pilgub) di Jawa Timur, dikarenakan masih bisa di bilang sepi dengan bakal calon kandidat.

Atas dasar itu Politika Malang yang mengangkat tema Membaca Arah Koalisi Parpol dan Persepsi Publik “Fight Or Friend”, yang diadakan di Kopilogi Malang, dengan narasumber Wakil Walikota Malang, DPD PKS Kota Malang, DPC PDI-Perjuangan Kota Malang, DPD Nasdem Kota Malang, Sekertaris PAN Kota Malang, Komisioner KPUD Kota Malang, serta Pimpinan Redaksi (pimred) Times Indonesia, Yatimul Ainun, pada Sabtu (9/12)

Seperti yang sudah di kabarkan bahwa Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) resmi bergabung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengusung petahana H. M. Anton.

Ketua DPD PKS Kota Malang, Ernanto Joko Purnomo, menjelaskan bahwa di PKS ada kesamaan dengan PKB yakni tegak lurus dengan keputusan Majelis Syuro. Tak hanya itu, partai yang mengusung petahana, H. Moch Anton ini, nantinya juga akan membebaskan bakal calon N1 untuk memilih bakal calon N2 tanpa syarat. Dari beberapa pertimbangan, PKS ingin memenangkan petahana dan sudah mengukur potensi.

“Bisa jadi suatu saat kita masih friend, tidak ada istilahnya politik menjadi lawan, berkat doa kader dan warga untuk mempertahankan Malang lebih berkah maka PKS manut Kyai,” ujar Joko sapaan akrabnya.

PDI-Perjuangan sangat siap dengan pilkada serentak yang akan dilaksanakan tahun mendatang. Dinamika awal bahwa PDI-Perjuangan telah menyiapkan untuk memenangkan bakal calon N1 dengan N2, yang dinilai sudah cukup dengan jumlah 11 kursi. Persiapan PDI-Perjuangan yang sejak bulan april lalu, bahwa PDI- Perjuangan sudah membentuk panitia pemilihan bakal calon Wali Kota Malang

Baca Juga :   E - Commerce Antar Kota Malang Raih Indonesia Award 2020

“Yang jelas kita punya menu yang ada di pendaftar sebagai N1 dan kita punya kader terbaik yang kita munculkan,” ujar Ketua Tim V DPC PDI-Perjuangan, I Made Rian Kartika.

PAN-PPP-Hanura (Koalisi Harapan Pembangunan) yang akan mengusung Dr. Ya’qud Ananda Gudban dalam pilwali mendatang. Sekertaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief menjelaskan, jika selama ini partai tersebut sudah menjalin hubungan baik dengan Anton. Tapi kondisi politik dan perkembangan dinamika membuat partai itu menjatuhkan pilihan kepada Nanda Gudban.

“Kita membuka poros sendiri, pemimpin itu harus punya komitmen, PAN menjajaki pemimpin yang lain tetapi munculah nama Nanda, komunikasi sudah lama di lakukan, tidak hanya PPP dan Hanura,” ujar Sekertaris PAN, Ditto Arief.

Selain itu, Nasdem yang hanya memiliki 1 kursi ternyata cukup dilirik oleh bakal calon walikota, beberapa waktu lalu kedatangan dua bakal calon Wali Kota, yakni Anton dan Nanda.

Leave a Reply