Pastikan Persiapan PSBB, Gubernur Jatim Tinjau Safe House Kabupaten Malang

PolitikaMalang – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran menggelar kunjungan ke ibukota Kabuapten Malang, Kota Kepanjen, Kamis (14/5) pagi. Rumah Susun Sewa (Rusunawa) khusus ASN menjadi satu titik kunjungan oleh mantan Menteri Sosiali ini didampingi Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M. Gubernur melakukan pengecekan langsung kesiapan Pemerintah Kabupaten Malang dalam penanganan pasien Covid-19 di Rusunawa ASN yang menjadi Safe House Covid-19. Tepatnya jelang memasuki masa efektif Pembatasan Sosial Berskala Besar di Malang raya yang diputuskan berlaku per hari Minggu (17/5) nanti.  

Gubernur yang datang bersama Kapolda Jawa Timur dan Pangdam V Brawijaya, serta jajaran langsung memantau keberadaan rusunawa dari depan halaman Rusunawa ASN. Kemudian, beliau turut mendengarkan presentasi atau paparan tentang rule terkait penanganan Covid-19 oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Malang. Dengan tetap mengedepankan protocol kesehatan, Gubenur juga sempat berkomunikasi dan tanya jawab dengan sejumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa pemulihan dan penyembuhan Covid-19 di rusunawa dari jarak jauh.  

‘’Sampailah kemudian kita di Safe House Covid-19 di Kabupaten Malang. Kalau saya melihat sebetulnya safe house ini semacam rumah sakit darurat karena sudah ada dokter yang on call baik dokter paru dan dokter penyakit dalam, serta juga ada perawat-perawat. Pola yang dilakukan ini bisa menjadi konfergensi antara pendekatan medic dan psikologis. Mereka juga butuh phsyco social therapy, mereka bertemu dengan sapaan-sapaan perawat dan dokter disini. Ada suasana mereka berjemur di jam-jam yang ultraviolet -nya bagus bagi proses untuk membangun daya tahan dan imunitas tubuh,” terang Gubernur saat didepan awak media, di akhir kunjungan.

Khofifah kembali menegaskan, Safe House Covid-19 ini sudah mirip rumah sakit darurat. Sehingga yang positif, tetapi gejala klinisnya ringan sampai sedang oleh Pemkab Malang dibawa langsung ke safe house Rusunawa ASN ini. Dengan demikian, sehingga tidak terjadi penumpukkan pasien di rumah sakit. Sedangkan, diakuinya, yang memang klinisnya berat, mereka dirawat di rumah sakit. Harapannya, mudah-mudahan rule model dari Pemkab Malang dalam PSBB di Malang Raya hari ini pertama hingga ketiga sosialisasi PSBB, sehingga hari Minggu besok bisa efektif pemberlakuan.

Baca Juga :   Mantan Menteri dan Artis Ajak Milenial Malang Menangkan Paslon LADUB

‘’Kami berharap sangat bahwa kebersamaan komunitas di Malang Raya ini akan menjadi rule model bagaimana PSBB memberikan signifikansi terhadap penurunan dan bahkan berhentinya penyebaran Covid-19 di Malang Raya. Di Pasar Klojen diberlakukan warung dan toko serta yang ada terapkan genap ganjil, diberikan penomoran. Kebetulan hari ini yang buka adalah yang ganjil, jadi yang buka besok adalah yang genap. Dengan begitu masyarakat yang belanja di pasar, setuju tidak setuju, mau tidak mau akan terapkan physical distancing. Proses perdagangan dan perekonomian bisa tetap berjalan. Mereka yang membutuhkan akses protein tetap bisa, dengan belanja sayur dan daging dan seterusnya. Tetapi physical distancing tetap terjaga,” terang Gubernur.

Wanita ramah ini kemudian juga menjelaskan, sebelum berkunjung ke Rusunawa ASN Kota Kepanjen, juga lebih dahulu berkunjung ke Pasar Klojen dan wilayah RW 02 Kelurahan Sukun, Kota Malang. Dari rangkaian kunjungan itu, menurut Gubernur, bahwa sangat baik kalau dijadikan role model untuk se Jawa Timur. Di RW 02 tersebut terdapat lumbung pangan yang berfungsi menerima bantuan dari berbagai elemen kemudian dibagi kepada masyarakat di RW setempat, karena basisnya RW. Hal ini akan menjadi bagian dari verifikasi bantuan sosial. Bagi yang belum mendapat bantuan sosial, mereka akan memberikan support melalui lumbung pangan. Semua yang ingin memberikan donasinya diterima dan dibuatkan papan informasi sehingga semuanya bisa mengakses informasi secara transparan pendistribusian oleh relawan sesuai dengan data di masing-masing RW. Pasalnya, makin kecil unit yang dilayani maka presisinya semakin bagus.

‘’Ada proses yang saya lihat di Malang raya ini berjalan cukup efektif itu dengan pendekatan pentahelik. Setiap ada bencana alam, Covid-19 ini bencana non alam, maka seyogyakan pendekatan pentahelik ini dimaksimalkan. Komponennya ada pemerintah, ada akademisi, ada msyarakat, ada awak media, dan ada pengusaha. Jadi pentahelik ini memang bagian penyukses dari seluruh ikhtiar untuk memberikan percepatan pelayanan kepada masyarakat,”  pungkas Gubernur. 

Leave a Reply