PCNU Harap Abah Anton Lanjutkan Kepemimpinan di Kota Malang

PolitikaMalang – Dinamika politik jelang Pilkada Kota Malang tahun 2018 mendatang mulai membuat beberapa kalangan mulai menentukan sikap dan pandangan, salah satunya adalah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang.

Ormas Islam terbesar itu mulai mengeluarkan pandangan terkait dengan pilkada Kota Malang dan sosok tokoh yang diharapkan mampu bisa membawa kota pendidikan dan pariwisata ini baik di masa mendatang. Dalam siaran pers yang diterima oleh PolitikaMalang, ada beberapa pandangan dan sikap yang diajukan oleh PCNU Kota Malang setelah melakukan pertemuan di Pondok Pesantren KH Abdurrahman Qomari, 23 Juni 2017.

Sedikitnya ada 6 poin yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut terkait dengan pandangan PCNU Kota Malang akan pilkada. Pertama, yakni respon PCNU Kota Malang akan informasi politik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan ditengarai bisa memecah belah suara umat nahdiyin. Dalam kaitannya dengan hal itu, PCNU mendorong agar ada pandangan yang jelas dari para kyai NU agar warga mempunyai sikap yang kritis sesuai pandangan kyai.

Poin kedua yakni, para kyai menimbang agar para kader NU di Kota Malang bisa berperan aktif dalam pembangunan salah satunya dengan menduduki kekuasaan di kursi eksekutif, karenanya mendorong agar kader NU bisa menuntaskan peran keterwakilannya dalam menjadi pemimpin lima tahun mendatang.

“Wakil kader NU di Kota Malang masih memiliki catatan positif untuk perjuangan umat Islam dan Warga Kota Malang serta warga NU. Sebaiknya NU tetap mempertahankan peran wali kota dan wakil wali kota ke depan sebagaimana tahun sebelumnya,” tulis PCNU dalam keterangan resminya.

Poin ketiga, PCNU menyoroti tentang pasangan calon yang akan diusung dalam Pilkada mendatang. Khusus hal ini, para kyai meminta agar pasangan calon itu memiliki visi dan misi yang sama sehingga memiliki program untuk menuntaskan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan pada periode kepemimpinan yang lalu. “Berdasarkan pandangan para kyai wali kota hari ini (H. Moch Anton) direstui oleh para Kyai NU untuk kepemimpinan periode mendatang sehingga peran kader NU dalam membangun Kota Malang dibujktikan secara maksimal,” imbuhnya.

Baca Juga :   How To assist you to Success Found at Roulette

Sedangkan untuk wakil wali kota menurut PCNU akan dipertimbangkan lebih lanjut dengan syarat memiliki pemahaman yang sama antara calon wali kota dan wakil wali kota dalam masa mendatang. Poin selanjutnya adalah, PCNU berharap agar H. Moch Anton melanjutkan perjuangan visi misi kepemimpinan Kota Malang pada periode selanjutnya, sedangkan untuk wakilnya menurut PCNU masih dipilih berdasarkan pertimbangan lebih lanjut oleh para kyai.

Poin kelima, PCNU diharapkan satu suara dengan pandangan kyai, karena selama ini yang intensif melakukan komunikasi dengan para Kyai NU adalah H. Moch Anton, sehingga diharapkan fokus pada pandangan para kyai. Poin terakhir, yakni para kyai dalam hal pencalonan H. Moch Anton bisa dilakukan dalam beberapa saluran yakni melalui partai politik atau jalur independen.

Leave a Reply