Peduli Pekerja Migran, Pemkab Malang Raih Penghargaan Kemenaker RI

PolitikaMalang – Pemerintah Kabupaten Malang meraih penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Republik Indonesia karena telah dinilai ‘Memiliki Kepedulian Tinggi Terhadap Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI)’. Penghargaan bergengsi itu diterima langsung Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M dari Menteri Tenaga Kerja RI, Ida Fauziah pada peringatan Happy Migrant Day 2019 tingkat Nasional yang dipusatkan di GOR Virayudha Madivif 2 Kostrad, Singosari, Rabu (18/12) sore.

Acara ini juga dihadiri Wakil Menteri Pertahanan, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, Pangdiv 2 Kostrad, Tri Yuniarto, Dirjen Binapenta dan PKK, Drs. Aris Wahyudi, M.Si, Bupati Tulungagung, Marwoto. Happy Migrant Day mulai diperingati secara nasional di Indonesia pada tahun 2018 yang lalu. Peringatan tahun lalu dilakukan di Sukabumi yang dihadiri Wakil Presiden, Jusuf Kalla dengan 7 ribu orang undangan. Tahun ini, peringatan digelar di Kabupaten Malang yang berpredikat daerah asal terbanyak atau Kantong Pekerja Migran di Indonesia dengan dihadiri 4.500 orang undangan, meliputi calon dan purna PMI.

Saat ditemui awak media usai menerima penghargaan, Bupati menyampaikan, di Kabupaten Malang memang banyak dari warganya menjadi PMI. Dengan demikian, Pemkab terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para PMI, melalui Dinas Tenaga Kerja agar diupayakan tidak ada kesulitan dan dipermudah dalam hal pelayanan. Misalnya, bagi pekerja migran sebelum berangkat keluar negeri atau negara penempatan lebih dahulu diberikan pelatihan secara kebetulan sehingga nanti disana karena jadi pekerja itu sudah punya kompetensi dan kemampuan untuk bekerja.

”Selain itu, minimal setahun tiga kali, kami berkunjung ke PJTKI untuk bertemu para calon PMI. Meskipun disana sudah ada hubungan antara pekerja, Disnaker dengan tempat kerja mereka. Sejauh ini pembinaan melalui Disnaker dan juga kerjasama dengan BLK, untuk memberikan pelatihan. Jika ada migran yang kena musibah, sakit ataupun terjadi meninggal dunia, maka dari Disnaker dan Dinsos bergerak untuk jemput. Semua ambulan dan fasilitas ditanggung sampai ke rumah duka. Yang sudah purna kami bina dengan membuka usaha, UMKM melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM agar bisa buka usaha dan mandiri. Harapannya bisa bekerja di sekitar tempat tinggalnya,” tegas Bupati.

Sebelumnya, dalam sambutan selamat datang selaku tuan rumah peringatan Happy Migrant Day 2019 tingkat Nasional, Bupati mengatakan, Pemkab Malang memiliki kepedulian terhadap PMI, utamanya dalam hal memberikan perlindungan. Bahkan, Pemkab memiliki Peraturan Daerah Perlindungan PMI yang bertujuan melindungi PMI asal Kabupaten Malang. Ditegaskannya, Perda ini sangat penting dan diperlukan mengingat Kabupaten Malang adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki jumlah PMI terbanyak. Pemkab Malang punya komitmen memberikan perlindungan bagi Pekerja Migrant Indonesia sesuai arahan Kementerian Tenaga Kerja.

”Kami punya sebuah desa, yakni Desa Arjowilangun, yang berada di wilayah Kecamatan Kalipare merupakan Desa Pekerja Migrant. Banyak Purna Pekerja Migrant Indonesia yang sukses mengembangkan usaha sendiri di desanya. Sehingga desa itu lebih maju dari Kecamatannya. Karena sukses itu, mereka tidak kembali ke luar negeri, tempat penempatan bekerja sebelumnya. Kami juga pernah berkesempatan bertemu para pekerja di Victoria Park Hong Kong, hampir semuanya senang dan bahagia. Terima kasih atas kedatangan ibu Menteri di Kabupaten Malang, dan semoga berkah dan barokah. Happy Migrant Day,” jelas Pak Sanusi. 

Leave a Reply