Pemkot Malang Segera Perbaiki Jembatan Muharto

PolitikaMalang – Pemkot Malang memastikan akan segera menangani Jembatan Muharto. “Iya dalam minggu minggu ini. Dan sesungguhnya selama ini kami (Pemkot melalui DPUPR, red) tidak diam. Karena diagnosa atas kondisi jembatan juga kami yang lakukan bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Karenanya kita bekerjasama dengan Dishub juga melakukan langkah antisipasi awal dengan pemasangan portal untuk membatasi masuknya kendaraan besar di jembatan ini, “ujar Hadi Santoso, Kepala DPUPR kota Malang.

Ditambahkan pria penghobby bersepeda ini, bahwa hasil uji forensik dari Tim UB kapasitas jembatan turun hingga 40 persen, dan sesuai dengan rekomendasi tim teknis akan direhab dengan metode Refrofit, yang hasilnya mampu mengembalikan kondisi fisik seperti semula.
Diutarakan Soni, demikian Ka DPUPR akrab disapa, menegaskan pekerjaan konstruksi akan dikerjakan dalam satu minggu ke depan dengan konsep retrofit. Selama pekerjaan arus tidak ditutup total, aktifitas tetap jalan, namun pada saat titik tertentu (pengukuran elevansi) tidak boleh ada kendaraan lalu lalang sama sekali, dan diperkirakan dilaksanakan pada malam hari karena membutuhkan waktu kisaran 3 – 4 jam.

Sebagaimana catatan hasil uji forensik Tim FT UB, lebar tidak dapat digunakan sebesar 1,5 meter diukur dari kanan kiri trotoar lantai kendaraan dan beban kendaraan maksimal sebesar 3 ton (pick up). Menggunakan anggaran dari Belanja Tidak Terduga Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 1,3 Milyar, penanganan jembatan Muharto ditarget tuntas 1 – 2 bulan. “Pasca penanganan, dimana kondisi jembatan telah kembali seperti semula, kami tetap menghimbau kendaraan yang bertonase besar tidak menjadikan jalan tersebut sebagai jalurnya. Artinya sebagus apa pun infrastruktur, tapi kalau perilaku kita tidak bijak maka jadi sia sia. Selain bijak berkendaraan, di Muharto (jembatan) ini juga perilaku buang sampahnya juga berdampak, “ujar Soni.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Dalam ilmu konstruksi sendiri “terdapat istilah “retrofitting” yaitu metode atau teknik untuk melengkapi bangunan dengan memodifikasi atau me-restore dengan menambah bagian atau peralatan baru yang dianggap perlu karena tidak tersedia pada saat awal pembuatannya.
Teknik Retrofitting bertujuan untuk menyesuaikan kondisi atau keperluan baru terhadap bangunan seperti memperbaiki bangunan yang rusak, memperkuat bangunan, menambah ” dan lain sebagainya, tanpa harus membongkar total bangunan yang sudah ada.

Leave a Reply