Kaleidoskop 2017: Pencapaian Kota Malang dalam Bidang Ekonomi

 

Kaleioskop Kota Malang 2017

PolitikaMalang – Sebagai Kota terbesar kedua di Jawa Timur, Kota Malang dalam kurun waktu tahun 2017 ini banyak menorehkan prestasi gemilang. Hal ini bisa terjadi berkat kerjasama keras semua komponen dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah kepemimpinan Wali Kota Malang, H. Moch Anton dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji serta sumbangsih penuh dari Forkopimda Kota Malang selama ini.

Prestasi demi prestasi yang diukir oleh Kota Malang selama rentang satu tahun ini semakin menjadikan kota pendidikan, wisata dan industri ini makin berkibar namanya di tataran nasional bahkan menjangkau hingga internasional. Pengakuan itu muncul dari berbagai kalangan dan bahkan, Malang kini menjadi kota rujukan dalam berbagai sisi.

Kota dengan penduduk sebanyak 895.387 jiwa dan pendatang dari kalangan mahasiswa dan para pencari kerja sekitar 300 ribu jiwa ini, tidak memiliki wilayah yang luas, hanya 110,06 kilometer persegi yang terbagi dalam 5 kecamatan dan 57 kelurahan.

Namun, menyadari hal itu, segenap upaya dan pemikiran dari pemerintah tercurahkan untuk terus melakukan inovasi dan terobosan agar daerah ini berkembang lebih baik dari tahun ke tahun.

Pembangunan yang masif dalam semua aspek baik sumber daya manusia, peningkatan ekonomi, infrastruktur, pendidikan serta perbaikan sektor layanan publik terus menjadi fokus perhatuan utama Pemkot Malang yang tertuang dalam rencana pembangunan selama ini.

Melihat pertumbuhan makro ekonomi data Badan Pusat Statistik menyebut jika telah terjadi peningkatan prosentasi pada gerak laju perekonomian di Kota Malang dengan angka mencapai 5,61 persen.

Kondisi itu bahkan melampaui angka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,44 persen dan nasional 4,79 persen. Kondisi itu selaras dengan menurunnya angka inflasi yang mencapai 2,62 persen dan lebih rendah dari Provinsi Jawa Timur ataupun inflasi skala Nasional.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Kemudahan dalam menciptakan iklim usaha dan investasi daerah yang terus dikembangkan oleh Pemkot Malang, membuat laju perekonomian tak gentar sekalipun kondisi ekonomi global sedang dalam masalah.

Buktinya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang kian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan tercatat di tahun 2015 sebesar Rp 363 miliar, tahun 2016 meningkat menjadi Rp 387 miliar dan pada tahun 2017 kembali melonjak ke angka Rp 409 miliar.

Semua kondisi makro ekonomi di Kota Malang itu ternyata berdampak positif bagi penurunan angka kemiskinan. Kota Malang tercatat memiliki prosentase angka kemiskinan terendah dari kota/kabupaten se Jawa Timur dengan angka 4,6 persen jauh di bawah angka kemiskinan secara nasional yang masih berada di angka 11,18 persen. Prestasi itu menurut Wali Kota Malang, H. Moch Anton akan dipertahankan bahkan semakin di tingkatkan dalam masa mendatang.

“Tentunya prestasi di bidang ekonomi makro ini penting untuk kita ketahui bahwa Pemkot Malang benar-benar ingin agar roda perekonomian ini semakin membawa arah kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Abag Anton.

Tak sampai disitu, tuntutan zaman agar para angkatan muda bisa kompetitif juga menjadi curahan perhatian Pemkot Malang. Bidang ekonomi kreatif terus ditingkatkan.

Malang Creative Fusion (MCF) adalah wujud kongkrit bagaimana kepedulian Pemkot Malang akan kembangnya 16 subsektor ekonomi kreatif sebagaimana digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif RI dan sudah ditentukan jika Game dan Aplikasi menjadi unggulan dari Kota Pendidikan ini.

Leave a Reply