Pendaftar Bertambah Lagi, PDI Perjuangan Maju Sendiri atau Koalisi?

PolitikaMalang – Nama Ahmad Waneddi meramaikan bursa bakal calon dari PDI Perjuangan jelang Pilkada Kota Malang 2018. Ia tercatat resmi sebagai kandidat setelah mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon wakil wali kota kepada Tim V DPC PDI Perjuangan Kota Malang pada Senin (13/11), setelah sebelumnya mendaftar lewat jalur DPP.

Waneddi datang ke kantor partai dengan diantar ratusan simpatisan ke kantor partai dan diterima langsung oleh Ketua Tim V, I Made Rian Diana Kartika.

Ahmad Waneddi merupakan pendaftar Bacalon N-2 ketiga pasca Wayan Sutama dan Daniel Sitepu, sehingga jika ditotal jumlah pendaftar ke partai berlambang banteng itu sebanyak 9 orang. Jumlah terbanyak dibanding partai lainnya yang menjaring tokoh untuk pilkada.

“Kami masih membuka pendaftaran melalui pintu DPD DPP. Selama masih mengambil formulir itu, masih belum resmi. Kalau sudah mengembalikan formulir baru kita anggap sudah resmi menjadi kandidat Bacalon ” ujar Ketua Tim V DPC PDI-Perjuangan Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.

Tim V PDI Perjuangan sebelumnya juga sudah menentukan dana gotong royong untuk kegiatan penerimaan bakal calon walikota dan wakil walikota.

“Kemarin sudah kami sepakati yaitu untuk calon walikota sebesar 25 juta dan wakil walikota sebesar 20 juta. Artinya nanti dana itu murni untuk kebutuhan bacalon iti sendiri” ujar I Made.

Ahmad Waneddi menegaskan upaya mendaftar ke PDI Perjuangan merupama ikhtiar politiknya dengan tujuan mendarma baktikan diri dalam rangka membangun Kota Malang.

Lebih lanjut, Waneddi mengaku sudah memiliki hitung-hitungan yang matang kenapa ia mengambil posisi bacalon N2. Selain itu ia juga menegaskan memiliki pendukung yang mampu mendulang suara signifikan dalam pilkada tahun mendatang.

Ditanya perihal sosok wali kota yang ia harapkan, Waneddi mengaku memasrahkan hal itu kepada PDI Perjuangan.

Baca Juga :   E - Commerce Antar Kota Malang Raih Indonesia Award 2020

“Saya tidak memilih, saya memasrahkan dengan siapa pasangan saya. Saya tunduk dan taat atas perintah partai. Jadi PDI Perjuangan mau memasangkan dengan calon wali kota yang sudah mendaftar saya siap” ujar Ahmad Waneddi.

Salah satu harapan Waneddi maju dalam kontestasi pilkada adalah keinginannya untum membenahi Kota Malang dalam segala bidang, terurama dalam hal transportasi, pendidikan, kesehatan.

“Tujuan saya yaitu keadilan sosial maayarakat seperti yang tercantu dalam Pancasila” tandasnya.

Maju Sendiri atau Koalisi?

Sebagai partai pemenang pemilu legislatif 2014 dengan jumlah 11 kursi di DPRD Kota Malang, PDI Perjuangan memiliki dua opsi dalam menyikapi Pilkada tahun mendatang, yakni berkoalisi dengan partai atau maju sendiri dengan menampilkan kader terbaiknya serta para tokoh yang sudah mendaftar.

Jika PDI Perjuangan memilih untuk maju sendiri dalam Pilkada Kota Malang 2018, maka alasan itu cukup masuk akal, mengingat tradisi partai berlambang banteng ini selalu menempatkan kader terbaiknya di garda terdepan dalam kontes pilkada. Apalagi syarat untuk mendaftarkan pasangan calon ke KPU Kota Malang sudah lebih dari cukup. Hal itu diperkuat dengan makin banyaknya pendaftar yang ingin maju pilkada lewat partai ini.

Melihat sosok nama kader, PDI Perjuangan juga masih menyimpan beberapa tokoh yang mampu untuk bersaing di Pilkada Kota Malang, sebut saja Sri Rahayu yang pada tahun 2013 lalu pernah maju sebagai bacalon wali kota dan Sri Untari yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang bisa saja diajukan sebagai bacalon wali kota. Nama Abdul Hakim juga masuk dalam perhitungan tersebut dari internal partai dan terbaru juga ada nama politisi muda Arief Hermanto yang kini menjabat sebagai anggota dewan.

Baca Juga :   Peringati World Clean Up Day, Sutiaji Dorong Masyarakat Jaga Lingkungan

Dari tokoh yang mendaftar ke PDI Perjuangan, ada sejumlah nama yang bisa menjadi pilihan seperti Sutiaji dan Gandung Rafiul Huda bisa menjadi pilihan partai. Itu belum ditambah sejumlah nama seperti Ahmad Wanedi, Wahyu Eko Setiawan, Wayan Sutama, Daniel Sitepu dan terakhir Hadi Prajoko yang kabarnya sudah mengambil formuli di DPP PDI Perjuangan. Sehingga opsi maju sendiri melawan petahana bisa sebagai pilihan utama PDI Perjuangan.

Opsi untuk koalisi sebenarnya sudah digagas dengan berupaya menggandeng calon petahana H. Moch Anton. Kolaisi PDI Perjuangan – PKB atau yang akrab disebut Bangjo sudah ramai dibicarakan karena sinergis dengan koalisi di Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Komunikasi intens sudah dilakukan oleh pihak PDI Perjuangan dan PKB untuk mencari pasangan petahana. Tiga nama masing-masing Sri Rahayu, Sri Untari dan Abdul Hakim sudah menguat menjadi pendamping petahana dari kubu PDI Perjuangan. Namun, sayangnya hingga kini belum ada kepastian soal kelanjutan rencana koalisi itu.

Apalagi, calon petahana H. Moch Anton sebelumnya juga menegaskan jika calon pasangannya di Pilkada Kota Malang adalah dari generasi milenial atau anak muda. Ungkapan itu makin menyulitkan kondisi politik bagi PDI Perjuangan untuk melanjutkan koalisi.

Leave a Reply