Peneliti Kementerian Pertanian Buktikan Sendiri Kehebatan Kampung 3G

PolitikaMalang – Jelang persiapan keberangkatan ke Bitung Sulawesi Utara untuk menerima Penghargaan Kalpataru “kategori Pembina Lingkungan, tanggal 30 Agustus 2018 nanti dari Presiden RI Joko Widodo , Kampung Glintung tetap menerima bahkan selalu kebanjiran tamu baik yang inden untuk berkunjung secara rombongan maupun yang langsung datang bersama puluhan orang .

Jum’at (24/8) sore sebelum beberapa organisasi masyarakat, Akademisi, melakukan rapat penyambutan kalpataru yang rencananya akan dikirap , Ketua RW 23 Glintung ,Bambang Irianto masih menerima tamu peneliti dari Jakarta William Kwan Hwie Liong
dan dari Kementrian Pertanian.

Salah satu peneliti, William Kwan Hwie Liong mengatakan, kampung 3G telah banyak menginisiasi kampung lainnya. Salah satunya, Kampung Grenpul ( Gerendeng Pulo) Rw 09 Kel. Gerendeng. Kec. Karawaci, kota Tangerang.

“Saya tertarik ke sini setelah  mengunjungi RW 9 Kampung grenpul Kelurahan Gerendeng Karawaci Kota Tangerang yang melakukan inovasi disana, ternyata itu terinspirasi dari Kampung Glintung ini,” katanya.

Ia menjelaskan Kampung Grenpul Karawaci awalnya kampung yang kumuh. Namun, hanya dalam kurun waktu enam bulan, kampung itu bisa berubah drastis setelah terinspirasi Bambang Irianto yang mengembangkan Kampung Glintung. Itulah yang menyebabkan Wiliam tertarik dan berkunjung ke Glintung.

“Saya sampaikan terima kasih pada pak Bambang yang menginspirasi warga daerah lain juga bisa menciptakan solusi bagi setiap permasalahan yang datang,” tambahnya.

Kampung Go Green Glintung (3G) memiliki banyak daya tarik, baik dari sektor pariwisata atau akademis. Salah satu kampung tematik Kota Malang ini banyak didatangi oleh peneliti.

Ketua RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Bambang Irianto mengatakan banyak peneliti yang tertarik dengan kampung 3G sejak dinobatkan sebagai ikon kampung Pancasila oleh BPIP. Ketertarikan ini dikarenakan kampung ini memiliki bentuk cerminan dari gotong royong yang terdapat di Pancasila.

“Banyak peneliti ingin meneliti kampung ini, bagaimana kerukunan dan gotong royongnya membangun kampung ini,” ujar Bambang Irianto.

Ditanya persiapan keberangkatan ke Bitung Sulawesi Utara, Bambang Ir menyampaikan kalau harus berangkat lebih awal dari jadwal resmi.

“Iya kami berlima berangkat Minggu, (26/8) karena ada undangan khusus Walikota Bitung untuk diajak keliling memotivasi warga Bitung,”tutup Bambang Ir.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply