Pengamat: Anton Tak Bisa Sembarangan Pilih Bacalon N2

PolitikaMalang – Suhu politik jelang Pilkada Kota Malang tahun 2018 mendatang makin memanas. Selain nama kandidat calon yang mulai mengemuka di permukaan, perburuan mencari rekan koalisi untuk maju dalam ajang Pilkada Malang itu terus dilakukan berbagai pihak.

Terbaru, sosok politisi cantik Ya’qud Ananda Gudban, dikabarkan tengah menjalin penjajakan dengan PDI Perjuangan. Bahkan, juga tersiar kabar jika partai besutan Megawati Soekarnoputri, merestui politisi yang akrab disapa Nanda itu untuk maju berdama Ahmad Wanedi di Pilkada Malang.

Sedang di lain sisi, calon petahana yang juga Wali Kota Malang, H. Moch Anton masih santer dikabarkan akan maju bersama Sekertaris REI Kota Malang, Syamsul Mahmud. Dua kandidat pasangan calon itu bahkan sudah diberikan rekomendasi oleh Partai NasDem.

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Wahyudi Winarjo, menilai jika kedua pasang calon itu nantinya bersaing dalam Pilkada maka akan menjadi ‘pertarungan’ yang menarik.

Wahyudi mengatakan, saat ini popularitas Nanda Gudban sedang mengalami kenaikan yang cukup drastis akhir-akhir ini. Hal itu dikarenakan sikap aktif Nanda untuk terjun dan menyapa serta menjaring aspirasi masyarakat di semua lini.

“Apalagi jika Nanda dan Wanedi benar mendapat rekom dari PDI Perjuangan ini merupakan kekuatan yang patut diperhitungkan,” kata Wahyudi.

Ia menjelaskan, meski sosok Ahmad Wanedi masih belum begitu populer di masyarakat, namun mesin politik PDI Perjuangan Kota Malang yang kuat akan menjadi faktor yang mampu menggulingkan petahana di pilkada tahun depan.

“Mesin partai PDI Perjuangan ini sangat kuat. Kondisinya lebih utuh dibanding Pilkada 2013 lalu. Apalagi tersiar kabar jika PDI Perjuangan Kota Malang akan merajut koalisi besar, maka ini cukup membahayakan,” tukasnya.

Baca Juga :   Cell Vent out Products Very own Grow to be Important These kinds of Days or weeks Wireless Fashionable betting house News

Sementara itu, mengomentari petahana, Wahyudi menilai jika hingga saat ini Anton masih memiliki elektabilitas yang tinggi. Akan tetapi hal itu juga tidak cukup, mengingat jika 6 partai akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada mendatang.

“Abah Anton harus menemukan calon pasangan wakil yang tepat,” kata Wahyudi

Jika Nanda – Wanedi mendapat rekomendasi dan maju dalam Pilkada Malang, maka menurut Wahyudi, Anton harus mencari sosok yang bisa memecah suara dari kalangan nasionalis. Sosok Syamsul Mahmud dinilai masih harus bekerja ekstra keras untuk hal tersebut.

“Suara kalangan nasionalis yang tergabung di PDI Perjuangan itu harus juga diraih oleh wakilnya Anton nanti,” ucapnya.

Selain nama Syamsul Mahmud, jika merujuk pada peta partai yang sudah menyatakan dukungan ke Anton yakni Nasdem dan PKS, maka sosok politisi senior yang kini menjabat sebagai Penasihat DPW Partai NasDem Jawa Timur, Moch. Geng Wahyudi bisa menjadi pilihan Anton.

Hal ini dikarenakan sosok Geng Wahyudi adalah mantan politisi PDI Perjuangan yang masih memiliki basis kuat dan untuk memecah suara kalangan nasionalis.

“Pak Geng menurut saya masih relevan untuk memecah suara merah. Secara emosional beliau dekat dengan PDI Perjuangan karena mantan kader. Apalagi kini Nasdem juga mendukung Anton di Pilkada,” ungkapnya.

Leave a Reply