Peni Suparto: Tak Pantas jika ada Pemimpin Tak Hafal Pancasila

PolitikaMalang – Dalam memperingati Hari Pahlawan, Garda Pancasila mengadakan adakan pertemuan yang di ikuti oleh beberapa partai politik dan beberapa tokoh masyarakat di kediaman mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto, Sabtu (11/11).

Dalam kesempatan itu, Peni menjelaskan tentang pentingnya peran pahlawan dalam membela dan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Untuk konteks saat sekarang perang secara fisik sudah tidak ada lagi, namun yang harus dihadapi bangsa ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan.

“Kapitalisme global itu membawa demokrasi liberal, yang artinya akan memakmurkan diri sendiri. Yang jelas ini sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila” Kata Peni Suparto yang juga selaku Ketua Garda Pancasila.

Peni menjelaskan jika Pancasila merupakan dasar negara yang harus diamalkan oleh setiap warga negara termasuk para pemimpin. “Sehinngga menurut saya sangat tak pantas jika ada pemimpin yang tidak hafal Pancasila,” sindir Peni.

Di akhir pidatonya, peni juga menjelaskan pentingnya dalam mempringati Hari Pahlawan ini yakni, sambung kecintaan dengan para pendiri bangsa yang berani berkorban. Dan harus bersama-sama menjunjung nilai pancasila.

Pertemuan yang mengusung tentang pentingnya Pancasila bagi Indonesia . Membuat para tamu undangan tampak antusias untuk bertanya.

Selain itu, materi yang di sampaikan oleh salah satu narasumber juga menjelaskan betapa bangganya beberapa negara denga Indonesia.

“Kita harusnya bangga dengan Indonesia, tapi kenapa sekarang pemuda itu acuh? Yang lebih sering mengikuti budaya barat. Mereka tidak tahu bagaimana perjuangan Soekarno, terus mau gimana Indonesia kalau pemudanya begini terus” ujar Imam.

Baca Juga :   Perkuat Ideologi, Gus Ali Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Leave a Reply