Peresmian Pasar Topeng KBP Dihadiri Mahasiswa Dari 20 Negara

PolitikaMalang – Kota Malang lagi lagi akan di hebohkan dengan kegiatan dari kampung tematik yaitu Kampung Budaya Polowijen yang akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 30 Juli 2018. Kegiatan utama adalah Peresmian Pasar Topeng yang akan di resmikan langsung oleh Plt. Walikota Malang.

Pasar topeng KBP berada di Cakalang RT3 RW2 kelurahan polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang ini galerynya ada di rumah-rumah warga KBP yang di setting sebagai stand galery topeng, seni dan kerajinan serta kuliner sebaga upaya untuk mengangkat para pengrajin topeng, kesenian topeng dan seni lainnya yang ada di Malang sehingga menjadi jujugak bagi siapa saja yang menginginkan topeng serta barang kerajinan lainnya sebagai sovenir dan oleh2 khas dati Malang.

 

Dalam rangkaian kegiatan peresmian juga akan di hadiri tamu istimewa luar negeri sebanyak 60 prang dari 20 negara yang ikut dalam *Program Desain Thingking 2018* yang selenggarakan oleh KKUI (Konsorsium Kantor Urusan Internasional) Perguruan Tinggi Se Malang raya.

Adapun asal mahasiswanya berasal dari negara yaitu: 1. Indonesia, 2. Malaysia, 3. Vietnam, 4. Rumania, 5. Egyptian, 6. Malagasy, 7. India, 8. China, 9. Ukraina, 10. Polish, 11. Japan, 12. Laos, 13. Nepal, 14. Uzbek, 15. Republik Korea Selatan, 16. Libia, 17. Thailand, 18. Cambodia, 19. Timor Leste, 20. Gambia yang sebelumnya sudah 3 hari melakukan program serupa di Kabupaten Malang dan Kota Batu

Acara Peresmian diawali dengan Sarasehan Kampung Budaya Polowijen dengan tajuk “Temu Topeng Malang” yang di Prakarsai oleh Yudhit Perdananto dan Muhammad Nasai dari Forum Pecinta Topeng Malang sehingga para pengrajin topeng malang dapat berkumpul serta berbagi ilmu dan pengalaman menopeng. kegiatan sarasehan juga dilengkapi dengan “Bedah Buku Wayang Topeng Malang” karya Dr. Roby Hidajat, M.Sn. dosen seni tari dari Universitas Negeri Malang.

Baca Juga :   Sidak Pasar Bunul, Walikota Sutiaji Bagi-Bagi Masker

Kedatangan Tamu Mahasiswa asing akan di sambut langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, SH, MH dimana masiswa akan diarahkan untuk ikut berkegiatan belajar membatik motif topeng Malang dan membuat sovenir kerajiann kayu topeng malang yang natinya akan dibawa pulang oleh mahasiswa sebagai cinderamata. Sudah barang tentu ini merupakan kegiatan wisata budaya yang sangat alami yang berada di tengah-tengah masyarakat Polowijen

Besarnya potensi budaya yang berada di Polowijen sebagai tempat kelahiran Ken Dedes yang melahirkan raja raja besar di Jawa dan tempat lahir dan makamnya sang Empu Topeng Malang Buyut Reni. Maka, kesempatan ini akan di jadikan sebagai wahana sinau situs budaya Polowijen dengan kegiatan nyekar.

Karena salah satu unggulan Kampung Budaya Polowijen adalah seni Tari Topeng Malang maka di sore harinya, 60 mahasiswa asing itu akan diajak gerakan menari topeng secara kolosal bersama warga KBP, penari KBP dan para partisipan penari semalang raya yang diperkirakan sekitar 200 penari setelah kegiatan nyelar bersama

Ki Demang sebagai Penggagas dan Pemangku Kampung Budaya Polowijen menyapaikan “Sebagai sebuah kegiatan utama peresmian pasar topeng yang disaksikan oleh OPD Pemkot Malang dan rektor dari PT semalang raya, peresmian ini juga akan di gelar tari topeng khas polowijen yaitu tari Topeng Ragil Kuning sebagai persembahan kepada sang empu topeng buyut reni serta tari topeng lainnya”. Acara ini di gelar sealami mungkin dengan di iringi mocopatan serta di tutup dengan makan model selametan ala barikan/tumpengan.

Leave a Reply