Pesona Kendedes dan Figur Calon Perempuan dalam Pilkada Kota Malang

PolitikaMalang – Wali Kota Batu terpilih, Dewanti Rumpoko, merupakan salah satu pendobrak sejarah yang mampu menjadi kepala daerah perempuan pertama sejarah perpolitikan Malang Raya. Dewanti, mengingatkan akan kejayaan dan nama besar tokoh sejarah Malang Raya yakni Kendedes yang disebut sebagai cikal bakal lahirnya raja-raja besar di tanah Jawa.

Melihat perjalanan calon perempuan di ajang pilkada Malang Raya, maka yang terdekat adalah kiprah Dewanti saat maju menjadi calon Bupati Malang melawan petahana Rendra Kresna, meskipun kalah dalam ajang perebutan kursi Bupati, namun perolehan suara Dewanti sangat fantastis dan hampir saja menumbangkan petahana kala itu. Upaya selanjutnya dilakukan Dewanti di Kota Batu, dan akhirnya berhasil menang dengan suara mutlak. Kota Malang sendiri pada pilkada periode lalu juga menghadirkan dua srikandi yakni Heri Puji Utami dan Sri Rahayu sebagai calon wali kota, hal ini menandakan jika calon perempuan masih layak diperhitungkan dalam pilkada tahun mendatang.

Terkait dengan hal ini, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Wahyudi, dengan tegas mengungkapkan jika pesona Kendedes sebetulnya lebih kuat di Malang dibandingkan dengan Ken Arok. Sehingga, dalam konteks politik, maka calon perempuan akan semakin diperhitungkan dalam ajang Pilkada Kota Malang, apalagi kesuksesan Dewanti Rumpoko di Kota Batu bisa menjadi titik awalnya.

“Malang ini adalah Kendedes, dan figur serta pesonanya lebih kuat dibanding Ken Arok, dalam konteks politik ini bisa menjadi kekuatan dalam pilkada, calon perempuan sangat diperhitungkan sejak Bu Dewanti berhasil memenangkan pilkada,” kata Wahyudi.

Menurutnya, sosok perempuan dalam kancah politik serta kinerja di legislatif dan eksekutif saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukannya, para anggota legislatif perempuan di DPR RI dan berbagai lembaga dewan di daerah lebih memiliki banyak peran sehingga keberadaannya menjadi penentu.

Baca Juga :   The Surface Associated with Making a request Exist Physical activities Probabilities Any time Introducing Your Rugger Promise Online

“Saya ada bukti kongkret dimana politisi perempuan selalu tampil sebagai equalizer atau penyeimbang dikala para politisi laki-laki sedang berseteru, mereka selalu tampil untuk menyelesaikan masalah itu, dan ditataran eksekutif, peran perempuan juga sangat baik,” ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini perempuan hanya membutuhkan ruang untuk berkreasi dalam tataran eksekutif ataupun legilslatif, karenanya politisi perempuan, menurut Wahyudi, memiliki kelebihan tersendiri dalam menjalankan tugas di lembaga pemerintah atau DPRD.

“Dalam konteks pilkada, saya kira Kota Malang yang terkenal dengan kota pendidikan dan dinamika masyarakatnya sangat bagus, maka calon perempuan akan mudah diterima, namun tetap memperhatikan kapabilitas dan kemampuannya,” tukasnya.

Ketika ditanya, siapa kandidat bakal calon dari kalangan kaum hawa yang mulai mencuat namanya, Wahyudi, menyebut nama Ya’qud Ananda Gudban. Menurutnya, sosok Ketua DPC Partai Hanura itu memiliki semua komponen, baik segi elektabilitas, kemampuan, kapabilitas, hingga jaringan politik nasional hingga luar negeri.

“Ya’qud Ananda Gudban saya kira masih menjadi sosok perempuan yang masih kuat saat ini. Ia memiliki kapabilitas di pemerintahan, pengalaman menjadi anggota dewan dan politisi, yang penting setahu saya jaringan politik beliau sangat luas, sebagai figur dia sudah mumpuni untuk maju dalam kontes pilkada Kota Malang,” tukasnya.

Dari segi elektabilitas dan marketable, menurut Wahyudi, Ya’qud Ananda Gudban juga memiliki “daya jual” yang baik, karena figurnya yang cantik dengan background bidang pendidikan serta pengalaman di legislatif, merupakan kekuatan untuk meraup suara yang baik di pilkada.

“Intinya adalah figur perempuan dalam Pilkada Kota Malang masih menjadi perhitungan, dan menjadi calon di pilkada,” ungkapnya.

Leave a Reply