PKS Gelar Aksi Nasional Sikapi Pemindahan Ibukota Israel

POLITIKAMALANG – PKS gelar aksi demonstrasi Nasional terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem (Al-Quds) sebagal Ibukota Israel dan rencananya melakukan pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Avlv ke Yerusalem (Al-Quds)

Tindakan ini telah ditolak keras oleh mayoritas negara-negara dunia (128 negara / 75 persen anggota PBB) dalam sidang darurat Majelis Umum PBB (21/12/2017), tetapi Trump mengabaikan suara PBB tersebut dan terus melanjutkan kekuasannya.

Dampaknya pernyataan Trump ini telah meningkatkan ekskalasi konflik antara Israel dan Palestina, diantaranya terlihat dalam tindakan-tindakan represif Israel terhadap warga Palestine termasuk dalam peristiwa “Great Return March”.

Arogansi Trump di atas berpotensi mendorong provokasi, penduduk Palestina yang berada di Yerusalem akan teralienasi, menjadi penguat bagi rencana zionis Israel meruntuhkan Masjidil Al-Aqsa.

“Langkah ini akan membuka gelombang arus migrasi Yahudi global ke wilayah Palestina,” ujar Ketua DPD Kota Ernanto Djoko Purnomo.

Dalam aksinya Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Se-Malang Raya menyatakan sikap, mengutuk keras keputusan Pemerintahan Trump yang tetap mengabaikan Keputusan Majelis Umum PBB sehingga menurunkan kredibilitas PBB sebagai lembaga pemelihara perdamaian dunia. Langkah ini telah mencoreng dan merusak tatanan hubungan internasional dan berpotensi menimbulkan konflik baru di kawasan Timur Tengah. Karena itu, PKS menuntut keras Pemerintahan Trump untuk mendengar aspirasi masyarakat Internasional dengan segera membatalkan rencana pemindahan kedutaan besarnya.

Ratusan massa Aksi solidaritas DPD PKS Malang Raya, di bawah pimpinan masing masing DPD,
Ketua DPD Kota Ernanto Djoko, kabupaten Malang Akhmad Yus Zaini dan kota Batu Adi Sayoga, sore tadi Jum’at (11/8/2018), menguasai jalan raya Tugu depan Malaikota Malang untuk melakukan aksinya.

Kata Ketua DPD Kota Ernanto Djoko Purnomo, Aksi solidaritas ini memang sudah bagian dari program nasional untuk peduli Palestina, Karena sekarang kekerasan yang dilakukan oleh Yahudi Israel itu masih terus terjadi dan banyak memakan korban 4.500 luka-luka dan 35 meninggal atau Syahid itu dalam waktu berapa Minggu ini.(*)

Pewarta :Djoko Winahyu

Leave a Reply