PKS Mulai Bermanuver, Target Gandeng Petahana?

PolitikaMalang – Belum jelasnya koalisi PDI Perjuangan – PKB (Bangjo) di Pilkada Kota Malang, membuat calon petahana, H. Moch Anton dikabarkan mulai dilirik partai lain untuk diajak koalisi. Kabar yang beredar, salah satu partai yang kini sedang melakukan penjajakan dengan H. Moch Anton adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Partai ini memiliki tiga kursi di DPRD Kota Malang, sehingga jika berkoalisi dengan PKB yang memiliki enam kursi maka sudah cukup untuk mendaftarkan pasangan calon untuk Pilkada tahun mendatang.

Ketua DPD PKS Kota Malang, Ernanto Joko Purnomo tak mengelak adanya komunikasi intens dengan calon petahana, H. Moch Anton. Ia mengaku komunikasi politik tidak saja dengan PKB, tapi juga dengan partai lainnya.

“Kita intens komunikasi dengan calon lain, karena dinamika masih mencair,” kata Ernanto Joko Purnomo.

Melihat gerak politik PKS jelang Pilkada Kota Malang memang cukup intens melakukan komunikasi politik. Partai ini pernah dikabarkan sedang menjalin komunikasi dengan Hanura – PAN untuk membentuk poros baru. Bahkan, PKS sempat menjalin komunikasi dengan berbagai partai lain seperti Gerindra, PPP, PAN, hingga Nasdem, beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanannya, PKS hampir selalu mewarnai setiap helatan Pilkada Kota Malang, utamanya dalam dua periode terakhir. Pada Pilkada tahun 2008, PKS mengusung nama Achmad Subhan sebagai bacalon wali kota melawan calon petahana kala itu, Peni Suparto. Perolehan suara Achmad Subhan pada Pilkada itu juga dibilang tidak sedikit, karena menjadi runner up membuntuti suara calon petahana.

Satu periode berikutnya, PKS kembali masuk arena gelanggang pilkada dengan menjalin koalisi dengan Demokrat dam Hanura. Berbeda dari Pilkada 2008, pada Pilkada tahun 2013, partai ini mengusung Arif HS sebagai calon wakil wali kota mendampingi Agus Dono Wibawanto dari Partai Demokrat.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Melihat rekam jejak PKS dalam berbagai Pilkada, upaya menggandeng petahana bisa saja merupakan langkah untuk mengajukan kadernya sebagai bacalon wakil wali kota. Meskipun tidak tertutup kemungkinan Bacalon N2 bisa saja ditentukan oleh sang calon petahana, mengingat beberapa syarat yang sempat diumbar Anton kepada media, seperti pasangan harus dari anak muda hingga ada restu ulama.

“Dengan tiga kursi di DPRD kita sadar dan tahu diri,” tandas Ernanto Joko.

Leave a Reply