Polling Anton dan Nanda Tertinggi, Koalisi atau Kompetisi?

PolitikaMalang – Suhu politik di Kota Malang jelang Pilkada tahun depan semakin memanas. Koalisi dua partai yakni Hanura dan PAN telah bertemu kata sepakat mengusung politisi cantik Ya’qud Ananda Gudban untuk tampil di pentas pilkada menjadi bakal calon wali kota.

Pertemuan antara Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dengam Ya’qud Ananda Gudban pada Sabtu (28/10) lalu makin memantapkan poros koalisi tersebut. Bahkan, tidak cukup hanya dua partai, poros yang diprediksi akan mampu menggoyang dominasi petahana, H. Moch Anton juga sedang gerilya mendekati dua partai lain yakni PKS dan Gerindra.

Situasi politik yang cair dan berkembang ini berdampak signifikan pada hasil sementara polling yang digelar oleh Politika Malang. Dua tokoh yakni Mochamad Anton dan Ya’qud Ananda Gudban menempati dua posisi teratas nama yang dipilih oleh masyarakat sebagai calon pemimpin Kota Malang di masa mendatang.

Dalam polling yang dimulai pada 21 Oktober 2017 ini, Politika Malang melempar pertanyaan kepada masyarakat dan pembaca yakni: “Jika Pilkada Kota Malang 2018 Diikuti 6 Calon Walikota Berikut, Siapa yang Anda Pilih?”.  https://politikamalang.com/polling/

Ada sebanyak enam nama yang dijadikan opsi yakni, Ketua DPC PKB Kota Malang, Mochamad Anton, Ketua DPC Hanura Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto dan Sekertaris DPW PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari.

Polling yang sudah diikuti oleh ribuan masyarakat ini masih menempatkan nama Mochamad Anton di urutan atas dengan voting 31 persen disusul Ya’qud Ananda Gudban diurutan kedua dengan 25 persen, dan Sofyan Edi Jarwoko di urutan ketiga dengan raihan 12 persen. Sedangkan nama lain seperti Sutiaji dengan voting 9 persen begitu juga Sri Untari, sedangkan Moreno Soeprapto hanya 6 persen. Hal yang menarik, ada beberapa masyarakat hingga saat ini masih belum menentukan pilihannya untuk enam calon tersebut dengan total suara mencapai 8 persen.

Baca Juga :   Peringati World Clean Up Day, Sutiaji Dorong Masyarakat Jaga Lingkungan

Direktur Litbang Politika Malang, M. Idris, mengatakan jika enam nama itu dipilih berdasarkan realitas politik yang berkembang akhir-akhir ini. “Enam nama tersebut adalah berdasarkan pada kajian kita atas kondisi politik yang ada akhir-akhir ini,” kata Idris.

Metode polling, lanjut dia dilakukan dengan model ‘one click, one vote’ artinya masyarakat hanya boleh sekali memilih calon yang dikehendaki dalam polling Politika Malang. “Pertimbangannya kita ingin ada hasil yang natural yang sesuai dengan realitas saat ini,” ungkapnya.

Dijelaskan, nama calon petahana, H. Moch Anton masih unggul dikarenakan figurnya masih mendapat respon dari masyarakat. Itu, juga terkait dengan berbagai program Abah Anton di Pemkot Malang yang berjalan. Sedangkan, berdasarkan analisi tim Litbang, nama Nanda bisa berada di posisi kedua karena ia merupakan figur yang dikenal sangat pintar, ‘good looking’ serta merupakan sosok yang juga dekat dengan masyarakat.

Sedangkan untuk nama lain seperti Sutiaji dan Sri Untari yang tren masih di bawah dua tokoh itu, Idris mengatakan jika ada beberapa faktor.

“Sri Untari kami pilih mewakili internal dari PDI Perjuangan, sedang Sutiaji kami pilih untuk mewakili eksternal PDI Perjuangan yang mendaftar sebagai bacalon wali kota ke partai itu. Polling dua nama ini masih rendah mungkin saja dikarenakan adanya krisis figur di internal DPC PDI Perjuangan. Sutiaji sendiri hingga saat ini masih belum aktif bergerak karena menunggu rekomendasi. Tapi kontestasi polling ini masih bisa berubah seiring perjalanan dan dinamika politik yang akan muncul,” beber Idris.

Anton – Nanda, Koalisi atau Kompetisi?

Poros Hanura – PAN sepakat mengusung Ya’qud Ananda Gudban sebagai Bakal Calon Wali Kota Malang pada Pilkada mendatang. Itu artinya, koalisi partai ini siap melawan ketangguhan calon petahana, Mochamad Anton.

Baca Juga :   Perkuat Data Aset, Pemkot Malang Gandeng KPK

Politisi cantik yang akrab disapa Nanda itu dalam beberapa waktu terakhir popularitasnya kian menanjak seiring dengan berbagai kegiatannya yang aktif turun ke masyarakat. Terakhir, wanita yang juga anggota DPRD Kota Malang itu terjun menyapa dan berslitaruhami pada warga Ciptomulyo.

“Ini adalah kewajiban saya sebagai wakil rakyat. Saya Insya Allah tidak akan lelah melayani masyarakat. Secara rutin sering turun ke kantong-kantong masyarakat, dan hal itu jauh saya lakukan sebelum ramai pilkada,” kata Nanda kepada Politika Malang.

Memiliki kendaraan politik disertai dengan elektabilitas dan popularitas yang mumpuni tentu saja membuat Nanda Gudban kini sangat diperhitungkan dalam kontestasi pilkada. Pun beberapa tokoh mulai melirik kiprah Nanda dalam perpolitikan di Kota Malang. Hal ini membuka dua peluang, Nanda bisa saja berkoalisi dengan petahana atau berkompetisi untuk merebut kursi N-1.

Terkait dengan hal itu, Ketua DPC PKB Kota Malang, H. Moch Anton memandang koalisi Hanura – PAN sebagai hal yang positif dalam perkembangan demokrasi di Kota Malang. Ia menilai saat ini dinamima politik terus berjalan dan ada sosok yang ingin memberi kontribusi dalam upaya membangun Kota Malang.

“Jangan sampai nanti tidak ada calon lain yang ingin memberi kontribusi positif bagi perkembangan Kota Malang,” kata pria yang akrab disapa Abah itu.

Meski begitu, Abah Anton yang juga Ketua DPC PKB Kota Malang itu mengaku masih menjalin komunikasi dengan Hanura dan PAN untuk membuka pintu koalisi. Hal ini, lanjut Abah Anton masih sangat memungkinkan mengingat koalisi Hanura – PAN hanya bermodal 7 kursi sedangkan syarat pendaftaran pasangan calon minimal 9 kursi di DPRD Kota Malang.

“Ini kan masih belum final. Yang jelas Hanura dan PAN masih komunikasi dengan PKB,” ungkapnya.

Baca Juga :   E - Commerce Antar Kota Malang Raih Indonesia Award 2020

Leave a Reply