Prahara di Partai NasDem Kota Malang

PolitikaMalang – Raut muka kecewa nampak dari perwakilan empat partai yang mengsung pasangan Dr. Ya’qud Ananda Gudban – H. Achmad Wanedi, masing-masing dari PDI Perjuangan, PAN, PPP dan Hanura pada saat pendaftaran calon ke KPU pada Rabu (10/1) lalu.

Hal ini menyusul keputusan Ketua dan Komisioner KPU Kota Malang yang memutuskan jika Partai NasDem tidak dapat diikut sertakan sebagai partai pengusung pasangan dari Koalisi Rakyat yang lekat dengan sebutan “MeNaWan” tersebut.

Partai NasDem hanya menjadi pendukung bukan pengusung untuk pasangan Nanda – Wanedi. Penyebabnya, pertama Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang, M. Fadli tidak hadir pada saat Nanda dan Wanedi mendaftar ke KPU Kota Malang. Selain itu dalam dokumen surat dari partai tingkat kota, ditandangani oleh Ketua DPD Partai NasDem dan Wakil Sekertaris. Dua hal itu dianggap tidak memenuhi syarat untuk memasukkan NasDem menjadi partai pengusung Nanda – Wanedi.

Sempat terjadi perdebatan antara perwakilan partai pengusung dengan KPU pada saat itu. Politisi PDI Perjuangan, Hadi Susanto, menganggap jika surat rekomendasi partai tingkat pusat saja dianggap cukup untuk memasukkan NasDem sebagai partai pengusung dalam Pilkada Malang 2018. Namun, pandangan KPU Kota Malang merujuk aturan PKPU berkata lain. Ada beberapa persyaratan lain yang perlu dipenuhi, salah satunya yakni keberadaan Fadli sebagai Ketua DPD Partai NasDem pada saat pendaftaran mutlak adanya.

KPU akhirnya, memberikan dua opsi, yakni mengembalikan berkas atau tidak memasukkan NasDem sebagai partai pengusung. Toh, gabungan empat partai minus NasDem sudah mencukupi syarat untuk Nanda – Wanedi maju sebagai pasangan calon di Pilkada Malang 2018.

Opsi kedua akhirnya dipilih oleh pasangan Nanda – Wanedi dan partai pengusung pada detik itu juga. Empat partai pengusung sepakat, tidak memasukkan partai besutan Surya Paloh hanya sebagai pendukung pasangan Nanda – Wanedi.

Baca Juga :   Collage With Boulevard To help Blindness Cure

Ketidakhadiran Fadli di KPU Kota Malang menuai pertanyaan. Bagaimana tidak, pada saat deklarasi di hari yang sama, ia hadir. Disaksikan oleh Penasehat DPW Partai NasDem Jawa Timur, Geng Wahyudi dan Anggota DPR RI Dapil Malang Raya dari Partai NasDem, Kresna Dewanata Phrosakh, Fadli membacakan surat rekomendasi partai dan ikut membaca deklarasi pencalonan Nanda – Wanedi.

Namun, seolah raib, Fadli justru tidak hadir dalam momen penting dan krusial, yakni pada saat pendaftaran calon. Fadli berkilah sudah berada di bandara untuk terbang ke Jakarta karena ada tugas dari DPRD Kota Malang.

Mengetahui jika partainya tidak masuk dalam daftar pengusung, Fadli langsung bergegas kembali ke Kota Malang setelah singgah di Jakarta. Ia membawa surat mandat dari DPP Partai NasDem dan berharap KPU bisa memasukkan partainya sebagai pengusung pasangan MeNaWan. Namun, apa kata keputusan KPU tidak dapat diganggu gugat dan NasDem statusnya hanya sebagai partai pendukung Nanda – Wanedi di Pilkada.

Ketua DPW NasDem Jatim Murka

Mengetahui jika DPD Partai NasDem Kota Malang tak menjadi partai pengusung pasangan Nanda – Wanedi, membuat Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Rendra Kresna, murka. Dengan nada tegas, pria yang juga menjabat Bupati Malang itu menegaskan jika perlakukan Fadli tidak sesuai dengan jiwa partai. “Apapun yang ditetapkan oleh DPP NasDem jadi kewajiban kader hingga tingkat bawah. Jadi apa yang dilakukan Ketua DPD NasDem Kota Malang bukan cerminan watak kader partai,” tegas Rendra Kresna.

Bahkan, Rendra juga sempat melontarkan sejumlah sanksi yang bisa dijatuhkan kepada Fadli termasuk pemecatan sebagai Kader Partai NasDem. “Kita lihat dulu, kalau sanksi bisa sampai pemecatan,” tandasnya.

Baca Juga :   Vision Discretion And additionally Complicated Pure natural stone Achieving put Get Floor On $400 Trillion Tough Normal jewel Modern gambling house Northern

Dalam kesempatan itu, Rendra dengan terbuka menyampaikan permohonan maafnya kepada pasangan Nanda – Wanedi atas ulah Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang. “Kepada Nanda – Wanedi saya minta maaf,” tukasnya.

NasDem Kota Malang Tetap Solid Menangkan Nanda – Wanedi

Sementara itu, Sekertaris DPD Partai Nasdem Kota Malang, Bambang Suryanto, membeberkan berbagai fakta kenapa ia tidak tangan pada surat dari DPD NasDem untuk keperluan pendaftaran Nanda – Wanedi.

Pria yang juga Dosen di Universitas Islam Malang (Unisma) itu mengaku jika ia sedang berangkat umroh, sehingga tidak bisa menjalankan aktifitasnya menandatangani surat partai.

Akan tetapi, sebelum bertolak ke tanah suci, Bambang Suryanto, mengaku terlebih dahulu sudah pamit pada saat forum rapat bersama DPC dan DPD NasDem di Sukun.

“Kalau terjadi masalah dalam proses dukungan di KPU terhadap pasangan Nanda – Wanedi di luar kontrol saya,” kata Bambang Suryanto.

Tegak lurus dengan keputusan partai, Bambang Suryanto, menegaskan jika ia bersama kader NasDem di Kota Malang tetap menyatakan dukungan penuh terhadap pasangan Nanda – Wanedi.

“Kami akan terus mengamankan keputusan ketua DPW NasDem sampai tingkat ranting di Kota Malang,” tandasnya.

Leave a Reply