Puncak Acara Otonomi Award Pemkot Malang Amburadul, Dewan Banjir Keluhan dari Warga

PolitikaMalang – Malam Puncak Otonomi Award yang diselenggarakan oleh Bagian Pemerintahan Pemkot Malang pada Senin (26/8) menuai kritikan pedas dari beberapa kalangan.

Anggota DPRD Kota Malang, Eko Hadi Purnomo, menegaskan, jika ia banyak menerima keluhan dari para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dari beberapa kelurahan yang mendapat undangan untuk hadir di acara yang diselenggarakan di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang itu.

Menurut Eko, keluhan masyarakat salah satunya disebabkan karena konsumsi yang tidak layak untuk acara yang digelar oleh Pemkot Malang. Dari hasil foto yang diterima oleh PolitkaMalang, nampak terlihat air mineral dan beberapa kue yang dibungkus plastik.

Foto suguhan makanan saat acara

“Banyak yang komplain dan mengadu kepada saya dari Ketua RT dan RW. Acara sekelas otonomi award tapi tidak layak dan tidak menghargai tamu yang datang, dengan suguhan ala kadarnya seperti itu,” kata Eko Hadi Purnomo.

Akibat hal itu, kata Eko, para undangan yang hadir mewakili kelurahan memilih untuk pulang, bahkan sebelum acara dimulai. Sehingga, gelaran tersebut kata Eko merupakan acara gagal dan patut dipertanyakan kepada Bagian Pemerintahan Pemkot Malang.

“Yang jelas ini harus jadi koreksi bagi Pemkot Malang karena acara Otonomi Award ini merupakan acara tahunan dan sangat baik bagi pengembangan kelurahan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Eko, helatan Otonomi Award selama ini berhasil menciptakan kelurahan berprestasi pada tingkat regional dan nasional. “Jadi kedepan harus diperbaiki lagi dan jangan sampai terulang kembali,” ungkapnya.

Data yang berhasil dihimpun, pemenang tender untuk jasa penyelenggaraan event puncak acara Otonomi Award ini dimenangkan oleh CV Mubarok dari Jember dengan total anggaran sekitar Rp 346 juta.

Baca Juga :   Showmanship Almost limitless Bucks & Girls 15 minutes Instructions

Leave a Reply