Putusan MK Selesaikan Sengketa Pilpres Berdasar Asas Erga Omnes

Politikamalang – Keputusan penyelesaian sengketa pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi sudah di gedok di Jakarta Malam ini, Kamis (27/062019), MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi soal Pelanggaran Administratif Pemilu secara keseluruhan.

Mahkamah Konstitusi (MK) adalah saluran konstitusional untuk penyelesaian sengketa pilpres. Untuk itu, dalam kerangka konstitusi, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak menerima atau menolak putusan MK.

Apa pun jenis putusan MK tersebut. Mengapa? Karena putusan MK berlaku mengikat bukan hanya kepada para pihak yang bersengketa (inter parties), tapi juga mengikat kepada siapa pun dan berlaku umum (erga omnes).

Kepatuhan terhadap putusan pengadilan, dalam hal ini MK, tidak bisa ditawar dan mencerminkan bentuk ketertundukkan warga negara terhadap negara (obidience by Law).

Berdasar asas erga omnes itulah Pasal 10 ayat (1) UU 8/2011 (UU MK) menyatakan bahwa putusan MK bersifat final and binding. Final artinya, terhadap putusan MK tidak terdapat akses untuk melakukan upaya hukum dan sejak putusan diucapkan seketika itu berkekuatan hukum tetap.

Sifat final putusan MK dimaksudkan agar keadilan konstitutif suatu putusan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga negara dan seketika itu juga memiliki kepastian hukum.

Sedangkan binding (mengingat) artinya putusan MK berlaku mengikat bukan hanya terhadap para pihak yang bersengketa, tetapi juga warga negara keseluruhannya, termasuk seluruh institusi negara.

Usai pembacaan Putusan MK, Ir.H. Jokowi – KH. Ma’ruf Amin menggelar Jumpa Pers.

Dalam pernyataannya Jokowidodo mengatakan bahwa, proses pemilihan wakil presiden dan pemilihan legislatif yang kita lalui dalam sepuluh bulan terakhir telah menjadi pendewasaan dalam kita berdemokrasi di Negara Indonesia.

“Rakyat sudah berbicara rakyat sudah berkehendak suara rakyat sudah didengar, rakyat sudah memutuskan dan telah diteguhkan oleh jalur konstitusi” kata Jokowi

Rekapitulasi oleh kpu pengawasan oleh bawaslu serta penyelesaian sengketa pilpres di mahkamah agung dan mahkamah konstitusi semua tahapan telah dijalani secara terbuka secara transparan konstitusional.

“Syukur Alhamdulillah malam hari ini kita telah sama sama mengetahui hasil putusan dari mahkamah konstitusi kita semua menyaksikan proses persidangan di mahkamah konstitusi yang diselenggarakan secara adil dan transparan secara terbuka serta disaksikan secara langsung oleh seluruh rakyat indonesia melalui televisi maupun media elektronik lainnya. Mulai saat ini tidak ada 01 maupun 02 kita bersatu sebagai Rakyat Indonesia,” ucap Jokowi Presiden terpilih.

Hal yang sama dilakukan Paslon.no 2 menggelar jumpa pers . Dari hasil keputusan MK, Prabowo
menyatakan bahwa pasangan 02 menghormati hasil keputusan mahkamah konstitusi tersebut.

Namun kubu 02 akan segera berkonsultasi dengan tim hukum untuk meminta saran dan pendapat apakah masih ada langkah hukum dan langkah langkah konstitusional lainnya yang mungkin dapat di lakukan.

“Kami akan segera mengundang seluruh pimpinan koalisi Indonesia adil makmur untuk bermusyawarah terkait langkah langkah kita ke depan saya dan saudara sandiaga uno ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh Rakyat Indonesia atas kepercayaan dukungan kerja keras dan kualitas mereka dalam perjuangan mendukung kami sebagai presiden dan calon wakil presiden republik indonesia,” tujas Orabiwo menutup Jumpa pers.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply