Rangkul Akademisi, Paslon ASIK Terus Maksimalkan Potensi Kota Pendidikan

Politika Malang – Tingginya jumlah mahasiswa dan akademisi di Kota Malang, sudah seharusnya dapat memberikan sumbangsih dan berkontribusi aktif pada pembangunan di daerah. Caranya dengan memberikan kritik, ide, dan gagasan untuk kemajuan daerah. Di samping itu, mahasiswa harus mampu menjawab tantangan dengan karya nyata dan terlibat aktif di tengah masyarakat.

Selain menjadi kota tujuan wisata, Malang dikenal pula sebagai kota pendidikan yang ditunjang keberadaan 55 perguruan tinggi, dengan sekitar lebih dari 300 ribu mahasiswa.

Menurut Calon Wali Kota Malang (Petahana) Mochammad Anton, menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah bergulir, pihaknya terus berupaya menggerakkan mahasiswa hingga pemuda kreatif di Bumi Arema. Mereka diminta tampil sebagai ujung tombak pelaku utama industri ekonomi kreatif untuk meningkatkan roda perekonomian di Kota Malang.

Abah Anton, sapaan akrabnya, pun yakin bahwa ide dan kreativitas anak muda Kota Malang akan mampu bersaing dan tak kalah dengan kota-kota lain di Indonesia, bahkan dunia.

“Saya konsen untuk terus mengajak para akademisi di Malang untuk ikut membangun kota. Ada 16 subsektor ekonomi kreatif sebagai wadah kita, dan harus bisa melihat apa keahlian mahasiswa. Sekarang ini yang sedang diprioritaskan adalah digital, tapi tidak menutup kemungkinan bisa berkembang di sektor yang lain,” kata Abah Anton saat blusukan ke wilayah Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Sabtu (10/3/2018) siang.

Hasil temuan dan kreativitas mereka selama ini juga telah sering dilombakan dalam berbagai event, yang diwadahi oleh Pemerintah Kota Malang dibawah kepemimpinan Abah Anton, dalam bentuk pameran inovasi teknologi (Inotek). Diprogramkan sejak 2015 lalu, menurut Abah Anton, mengaku hal ini merupakan salah satu upayanya dalam menggali potensi pada akademisi.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

“Saya ingin membuat akademisi berperan dalam kesejahteraan dan pembangunan lingkungannya. Mereka memiliki banyak kemampuan, hanya tinggal bagaimana pemerintah menjembatani, mereka dengan masyarakat agar pembangunan bisa berjalan,” sambungnya.

Tidak cukup itu saja, lanjut Abah Anton pihaknya juga giat mengajak para akademisi dan pengusaha untuk mengembangkan kampung-kampung tematik menjadi destinasi wisata, mulai dari Kampung Wisata Jodipan, Kampung Tridi hingga Kampung Biru Arema.

“Ternyata tak hanya dampak ekonomis aja yang dihasilkan, namun juga ada revolusi mental di dalamnya. Masyarakat lebih peduli pada lingkungan karena tempatnya menjadi objek wisata,” tuturnya.

Bahkan, pembangunan kampung tematik di beberapa kawasan juga menjadi program yang kini banyak dirujuk dan diadopsi pemerintah daerah lainnya di Indonesia.

Pada kesempatan blusukannya ke wilayah Gadingkasri, selain mensosialisasikan visi misi nya Malang APIK (Agamis, Progresif, Insklusif dan Kreatif) kepada masyarakat, pasangan calon (paslon) ASIK, Anton dan Syamsul Mahmud juga beberapa kali melakukan dialog dengan para mahasiswa pendatang yang indekos di wilayah tersebut.

Leave a Reply