Rayakan Dies Natalis ke 50, ITN Malang Tanam Bibit Pohon

PolitikaMalang – Awali peringatan dies natalis ke-50, ITN Malang outbond dan tanam pohon di taman pinus coban talun, diikuti sekitar 250 peserta.
“Dua kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dies natalis ke-50 ITN Malang yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2019 mendatang,”jelas Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT.

Ditambahkan Lalu Mulyadi, keguatan ini bertujuan untuk penyegaran setelah jenuh beraktifitas dari rutinitas kerja, sehingga seluruh dosen dan karyawan ITN Malang, bisa menumbuhkan kembali semangat saat bekerja. Apalagi kebersamaan dengan rekan kerja diharapkan bisa mengeratkan kekompakan tim.

Dalam outbond ini seluruh dosen dan karyawan serta pimpinan berbaur menjadi satu mengikuti rangkaian kegiatan mulai game sampai penanaman bibit pohon. Bibit pohon berjenis cengkeh, kayu manis dan sukun berjumlah 50 bibit ditanam secara simbolis oleh rektor dan Ketua Yayasan P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT.

“Penanaman 50 bibit pohon menyimbolkan ultah ITN Malang yang ke-50. Dari seluruh kegiatan ini, ITN Malang diharapkan bisa berkontribusi dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Selain outbond dan penanaman pohon, dalam rangkaian dies natalis ke-50 ITN juga akan menggelar beberapa acara, yakni seminar nasional dan internasional, lari marathon tingkat nasional, soccer tingkat nasional yang dikemas dalam rector cup, serta pemecahan rekor muri dalam hal membatik Malangan. “Batik sendiri akan diambil dari tema candi yang ada di Malang Raya, seperti candi Singosari, candi Kidal, candi Jago dan candi Jawa,” ungkap Lalu yang juga alumni ITN ini.

Disinggung target memasuki usia ke-50, rektor mengatakan akan menekankan pada bidang inovasi dosen, dan kegiatan mahasiswa. Termasuk tata kelola, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang di dalamnya terdapat publikasi ilmiah, prestasi mahasiswa, serta SDM baik dosen dan karyawan.

“Tata kelola baru-baru ini dibuktikan dengan Teknik Elektro S-1 dan Teknik Mesin S-1 mendapat akreditasi dengan nilai A. untuk risetnya dosen juga harus lebih meningkat lagi, termasuk yang terunggah di jurnal Scopus. Kegiatan mahasiswa, terutama kegiatan-kegiatan yang sifatnya non akademik juga harus meningkat. Karena ini semua menyangkut citra lembaga,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply