Reses, Abdul Hakim Serap Aspirasi Masyarakat

PolitikaMalang – Ratusan warga berkumpul di Gedung Serbaguna, Jalan Titan Asri, Kecamatan Blimbing. Pekik merdeka diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya, mengawali serangkaian acara reses Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Abdul Hakim yang digelar pada Rabu (25/10) malam.

Antusiasme masyarakat bertemu dengan wakil mereka yang kini duduk di kursi legislatif beriringan dengan sejumlah ide dan gagasan yang mereka lontarkan untuk ditindaklanjuti menjadi sebuah program yang nantinya diajukan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebagai salah satu agenda bertatap muka dengan masyarakat, reses memiliki dua fungsi yakni pertanggungjawaban kepada masyarakat yang telah mempercayakan wakilnya untuk duduk di DPRD sekaligus serap aspirasi dan memecahkan problematika yang dialami warga selama ini.

Hal itu semua dielaborasi dengan baik oleh Abdul Hakim selaku wakil rakyat yang berangkat dari Kecamatan Blimbing. Dalam kesempatan itu Abdul Hakim yang dalam waktu dekat akan dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Malang menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan pembangunan sekaligus pikiran dan ide untuk menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.

Apa yang disampaikan Hakim cukup masuk akal, pasalnya selama ini pria yang terkenal ramah itu berada di Komisi B yang memiliki tugas, pokok dan fungsi dalam bidang ekonomi daerah. Salah satu gagasan besar yang dilontarkannya adalah membangun simpul ekonomi pada tiap kelurahan melalui pembangunan toko modern yang sepenuhnya nanti akan dikelola warga.

Ide tersebut diperoleh Abdul Hakim dari pengamatannya selama ini terhadap perkembangan toko modern di Kota Malang yang banyak menuai kontroversi. Ia tidak menampik kehadiran toko modern yang membludak dan tanpa kontrol bisa melemahkan toko kelontong yang ada di kampung dengan pengelolaan sendiri oleh warga.

Baca Juga :   The Surface Associated with Making a request Exist Physical activities Probabilities Any time Introducing Your Rugger Promise Online

Menurutnya jika warga pengelola toko kelontong dihadapkan dengan sebuah korporasi besar, maka jelas hal itu tentu sedikit banyak akan merugikan mereka. Sehingga perlu adanya gerakan untuk mendongkrak sektor perekonomian masyarakat. Hal kedua, selama ini produk yang dihasilkan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) juga belum bisa masuk toko modern, karenanya ide ini menurut Hakim perlu diperjuangkan sebagai program.

“Keinginan saya adalah untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat. Kalau ada semacam toko modern yang dikelola oleh masyarakat dalam satu kelurahan itu saya kira bisa menjadi solusi,” kata Hakim di hadapan konstituennya.

Apa yang diusulkan Hakim ini bukan tanpa perhitungan. Sebelum melempar gagasan ini kepada publik, ia sudah melakukan riset dan meminta saran masukan kepada komunitas pengusaha. Hasilnya cukup baik, mengingat ide ini baru pertama kalinya dicetuskan di Kota Malang.

“Nanti akan dikelola masyarakat, nah anggarannya dari dana hibah seperti LPMK, saya kira itu tidak menyalahi prosedur,” ungkap Hakim.

Ide Hakim itu mendapat respon positif dari masyarakat yang hadir dalam reses itu. Bahkan, pada saat sesi tanya jawab, salah seorang warga mengaku cukup tertarik dan meminta penjelasan lebih dalam kepada Hakim. “Intinya janganlah kita hanya menyalahkan adanya toko modern, tapi mari kita beri masyarakat solusi,” tukasnya.

Selain soal toko modern yang dikelola warga, Hakim juga membeberkan kepada publik bahwa ia akan dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Malang dalam waktu dekat. Amanah yang diberikan kepadanya itu, akan dimanfaatkan secara maksimal dengan cara terjun langsung ke kantong-kantong masyarakat untuk menyerap aspirasi.

“Jangan ragu-ragu pertemukan saya dengan masyarakat, karena saya akan memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu dan bertatap muka sekaligus menyerap aspirasi,” ungkap Hakim.

Baca Juga :   Walikota Malang Sidak Perkantoran, Efektifkan PPKM Tahap 2

Bahkan, dalam reses mendatang, Hakim meminta tokoh masyarakat bisa mengusulkan program-program pembangunan yang nantinya bisa dimasukkan dalam APBD pada pembahasan anggaran untuk tahun mendatang.

Leave a Reply