Ridwan Hisjam Beber Peran Guru untuk Tangkal Radikalisme

Politikamalang – Untuk menguatkan ukhuwah & senantiasa membangun Silaturrahmi di bulan ramadhan ini, RH Center Ridwan Hisjam menggelar acara Dialog Interaktif Tenaga Kependidikan Bersama PGRI Se-Malang Raya, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama’ dan Buka Puasa, Selasa, 29 Mei 2018
di Jl. Perumahan Permata Jingga Blok AA-9 Kota Malang.

Tema dialog “Penegasan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa” dengan Pemateri Ir.H.M.Ridwan Hisjam anggota MPR-RI dan Dr. Sumarsono Kapus P4TK BOE Malang dan
Ichwan-Sumadi-(Ketua-PGRI-Jatim.

Anggota DPR RI, Ridwan Hisjam, dalam kesempatan tersebut membeberkan perlunya mengusung tema tersebut. Dikatakan, sejak reformasi berlangsung, penguatan terkait Pancasila mulai luntur di dunia pendidikan.

Hal ini tidak lepas dari penghapusan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dari kurikulum. Sebagai gantinya, hadir mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, untuk selanjutnya menjadi Pendidikan Kewarganegaraan.

“Kenapa saat itu berubah, karena saat reformasi orang takut berbicara tentang Pancasila. Nah guru ini memiliki peran paling penting untuk menegaskan Pancasila sebagai ideologi bangsa,” papar Ridwan Hisjam.

Dikatakan, benih-benih ideologi alergi Pancasila mulai muncul akhir -akhir ini. Hal tersebut menjadi tugas bersama untuk menumpas radikalisme.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, Pancasila adalah ideologi Indonesia yang sudah final. Menurutnya, semua organisasi yang hidup di negeri ini harus berideologi Pancasila.

“Semua harus berideologi Pancasila, apalagi partai politik. Boleh mengeluarkan ciri, tetapi tetap berdasarkan Pancasila. Misal Golkar, cirinya adalah karya. Selanjutnya seperti PPP dan PKB, bernuansa Islam namun tetap berdasarkan Pancasila, begitu juga partai-partai lainnya,” tegasnya.

Ada yang istimewa di acara dialog tersebut, karena di hadiri dua calon Pilkada dan Pilgub (wakil walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Calon wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak). Mereka tidak kampanye namun menjadi peserta dialok.

“Saya tidak kampanye cuman mengikuti aspirasi dari peserta yang rata rata guru. Sehingga akan menjadi bekal nantinya jika terpilih nanti,” ujar Emil Dardak yang di amini Sofyan Edi Jarwoko. (*)

Pewarta :Djoko Winahyu

Leave a Reply