Ridwan Hisjam Bersama BAPETEN Ajak Masyarakat Desa Melek Teknologi Nuklir

PolitikaMalang -Teknik nuklir adalah teknik yang berhubungan dengan penggunaan sinar radiasi yang dihasilkan unsur radioaktif, antara lain sinar alfa, beta, dan gamma. Sinar-sinar tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, misalnya bidang kedokteran, teknik perunutan, dan bidang pertanian.

Berdasarkan pentingnya pengetahuan tentang teknologi Nuklir bagi para petani maupun nelayan, Anggota DPR RI Komisi VII, Ridwan Hisjam, dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) gelar diseminasi Iptek Pengawasan Tenaga Nuklir di Indonesia di Desa Jambangan, Dampit, Kabupaten Malang, Kamis (21/2/2019).

Ridwan Hisjam memaparkan pentingnya pahami manfaat dan resiko radiasi nuklir.

“Saya sosialisasikan tentang bagaimana memanfaatkan tenaga nuklir bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang sehari – hari bermata pencaharian nelayan dan petani,”paparnya.

Harapannya masyarakat bisa turut berpartisipasi dalam pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir baik di bidang kesehatan, industri, penelitian, dan energi di Indonesia.

Politisi Partai Golkar tersebut juga menghimbau kepada pejabat dan perangkat desa serta tokoh masyarakat untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat di sekitarnya bahwa tenaga nuklir tidak hanya sebatas untuk penggunaan di bidang militer saja.

“Masyarakat harus sadar bahwa tenaga nuklir itu memiliki banyak manfaat. Contoh mudahnya teknologi radiologi di bidang kesehatan,” lanjutnya.

Namun demikian, tenaga nuklir juga memiliki dua sisi yang berbeda. Bermanfaat juga beresiko, “Untuk memahami apa manfaat dan resikonya, kita serahkan ke Bapeten sebagai ahlinya memberikan penjelasan dan pemahaman serta prakter langsung kepada masyarakat,” kata pria yang kembali maju dalam pileg 2019 ini.

Lebih jauh Ridwan Hisjam menyampaikan, Khusus dalam bidang pertanian, manfaat sinar radioaktif sangat besar, diantaranya untuk memutasi tanaman (untuk menemukan varietas unggul). Salah satu cara untuk mendapatkan rangkaian sifat yang baik yaitu dengan mengubah faktor pembawa sifat (gen),
untuk pemberantasan hama tanaman.

Baca Juga :   Dominate Via the internet The state of texas hold'em Research tutorial Review

Penggunaan sinar radioaktif untuk pemberantasan hama tidak untuk mematikan hama tetapi memandulkan serangngga. maka populasi hama akan menurun secara lambat dan bertahap tanpa mengganggu ekosistem.

Sebagai pengawetan makanan. Dilakukan agar bahan makanan yang disimpan tidak mudah rusak. Penemuan cara pengawetan dengan teknik radiasi dapat meminimalkan kerusakan yang terjadi pada makanan.

Dengan menggunakan unsur-unsur radioaktif, dapat diketahui waktu yang paling tepat untuk melakukan pemupukan pada satu jenis tanaman.

Dalam kegiatan yang dihadiri puluhan masyarakat tersebut, juga dihadiri Indra Gunawan, Kabag Hukum Bapeten, perangkat desa dan tenaga pendidik.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply