Riset Kehidupan Pesisir, 42 Mahasiswa Asing Live in Malang Selatan

PolitikaMalang – Kenapa mahasiswa dari mancanegara Live In di Malang Selatan? Malang Selatan memiliki letak yang strategis dekat dengan laut. Hal ini membuat wilayah tersebut menjadi pusat hasil tangkapan ikan segar. Meskipun demikian, tidak semua nelayan di wilayah pesisir Malang Selatan memiliki kesejahteraan yang sama.

Hanya sedikit wilayah yang sudah maju, sedangkan yang lain masih belum berkembang dengan baik. Salah satu daerah tersebut adalah di Pantai Tamban Indah, Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing Wetan, Malang Selatan.

Ketua Konsorsium 3 Perguruan Tinggi, Dr. Nur Salam mengatakan, permasalahan tersebut menarik perhatian 27 mahasiswa asing dan 15 mahasiswa lokal untuk tinggal (live in) di desa Tambakrejo yang bertujuan untuk memahami dan mengenal lebih dekat bagaimana kehidupan para nelayan.

Kegiatan yang bertemakan “International Community Engagement for Economic Sustainability of Fisherman at Southern Malang Coasts” dikemas dengan konsep Design Thinking Camp. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 25 – 29 Juli 2018.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan konsorsium dari 3 Perguruan Tinggi yaitu Polinema, STIE Malang Kucecwara dan STIKI yang didukung pendanaan oleh Kemenristek Dikti,” ucap Nur Salam .Minggu (29/7/18).

Dakatakan Nur Salam , sebelum para peserta live in dengan penduduk, mereka dibekali beberapa pengetahuan tentang perikanan dan kelautan secara umum, pemasaran, dan pengemasan.

Dalam pengamatan Koordinator Program Dr. Hilda Cahyani, mahasiswa asing dan lokal sangat antusias mengikuti acara tersebut. Mereka melakukan semua phase mulai dari observasi, wawancara, dan pengelompokan data, diskusi gagasan/ide untuk menyelesaikan masalah, dan prototyping.

“Sepanjang pengamatan saya program ini berjalan dengan lancar, penuh tantangan akademis dan sosial, sebagai program pertama panitia berupaya memberikan kontribusi akademis dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal,” kata Hilda .

Baca Juga :   Gelar Sosialisasi 4 Pilar bersama Guru, Gus Ali Tekankan Ideologisasi sejak dini di Dunia Pendidikan

Sementara, Peserta DT Camp semuanya merasa sangat senang dengan program ini dan mendapat banyak pengalaman yang tak terlupakan, belajar ilmu baru dan mengenal berbagai budaya dari masing-masing negara.

Hamzah (Somalia), I have experience, because we got any experience about marketing and business and I m very happy, because in this camp i met a lot of people with different culture and different idea.

Sarah (Indonesia). This Program is Exciting, because i need many peoples from another culture to make learn about something new. D T camp is a great idea to solve some problems and we need more D T camp in other place to solve more problems.

Mee (Laos), Wonderful, because I have more experience about marketing and make new friend from many country, I m happy, the activity is great and peoples in here are friendly.

Muhammad hamed (Lybia, Good program, saya melihat cara berpikir orang lain dan kehidupan disini dan kita juga merasa nyaman karena lingkungannya juga sangat welcome ke kita semua, dan saya berterimakasih dengan adanya program ini. “Saya senang dengan adanya program ini, saya berharap bisa membawa ilmu dari program ini ke negara saya,”ujarnya bersemangat

“Dengan lokasi yang dekat dengan pantai, para peserta dari berbagai negara tersebut sangat menikmati kegiatan, mereka berbaur dengan masyarakat dan tinggal di rumah selama kegiatan berlangsung.” tukas Hilda.

Kami atas nama konsorsium mengucapkan terimakasih dan berharap kegiatan serupa akan selalu mendapat dukungan dari Kemenristek DIKTI,”pungkasnya.(*)

Pewarta :Djoko Winahyu.

Leave a Reply