Saat Warga Diskusi Peta Politik Kota Malang

PolitikaMalang – Pilkada Kota Malang sudah dekat. Aura politik sudah sampai ke masyarakat. Berawal dari grup Whatsapp ‘Pilwali Kota Malang’ dengan komposisi tokoh masyarakat, warga dan kerap diskusi perkembangan kota secara online, gerakan itu akhirnya dilembagakan berupa temu darat dan membahas aktifitas perpolitikan akhir-akhir ini.

Beberapa tokoh ikut nimbrung dalam diskusi yang digelar di Kampus II UMM, Minggu (16/10) malam. Beberapa nama seperti, Wahyu Eko Setiawan (WES) yang mendaftar sebagai Bakal Calon Wali Kota Malang dari PDI Perjuangan, disamping Haris Budi Kuncahyo yang juga bacalon wawali dari Partai Demokrat.

Mereka berembug mengenai kondisi perpolitikan, hingga menyentil maaalah ideologi. WES misalnya, dalam paparan di hadapan warga mengajak untuk menolak politik transaksional dan meneguhkan ideologi Pancasila dalam pemerintahan. Hal serupa juga didengungkan Haris Budi Kuncahyo yang bertekad membawa perubahan bagi Kota Malang.

Kedua tokoh ini merupakan wajah baru yang berani menantang sejumlah nama besar dalam Pilkada Kota Malang. Mereka bertekad maju dalam Pilkada dan menjadikan Kota Malang lebih baik melalui visi dan misi yang diemban.

Berbicara mengenai kondisi perpolitikan, maka dalam diskusi tercetus ungkapan jika saat ini calon petahana, H. Moch Anton masih sangat kuat elektabilitasnya. Selain itu, konfigurasi Merah – Hijau (Bangjo) atu koalisi PKB – PDI Perjuangan juga disitir sedikit peserta diskusi.

Namun, karena politik adalah seni berbagai kemungkinan ditambah dengan kondisi politik yang masih cair, maka perkiraan-perkiraan serta pembacaan peta masih bisa berubah seiring dengan perkembangan konstelasi politik.

Edi Rudianto, salah satu penggagas kegiatan ini mengatakan, jika diskusi ini sangat baik dalam upaya agar warga Malang melek politik. Dengan adanya diskusi seputar politik yang melibatkan warga, diharapkan tingkat golput akan berkurang pada pilkada mendatang.

Baca Juga :   Sidak Pasar Bunul, Walikota Sutiaji Bagi-Bagi Masker

“Diskusi ini akan rutin digelar setiap satu minggu sekali dengan tema yang berbeda,” kata Edi Rudianto.

Ia berharap, diskusi ini bisa diikuti lebih banyak masyarakat, sehingga pesan-pesan positif bisa tersebar luas dan membuat warga tak antipati terhadap politik.

Leave a Reply