Safari Ramadan dan Misi Abah Anton

PolitikaMalang – Safari Ramadan merupakan agenda yang rutin digelar Pemerintah Kota Malang setiap tahunnya, saat datang bulan suci. Agenda tersebut merupakan kepanjangan tangan dari Sambung Rasa yang dilakukan setiap dua minggu sekali.

Wali Kota Malang, H. Moch Anton beserta Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara rutin, selama sepuluh hari, sejak 30 April hingga 8 Juni aktif berkeliling dari masjid ke masjid dalam acara tersebut.

Selain arena berkomunikasi dengan warga, dalam agenda Safari Ramadan tahun ini, Abah Anton membawa misi silaturahmi dan mengajak masyarakat untuk terus aktif dalam upaya pembangunan di Kota Malang.

Agenda Safari Ramadan tahun ini diawali di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang. Abah Anton dalam kesempatan tatap muka dengan warga tersebut, menyampaikan sejumlah perkembangan dan prestasi yang berhasil ditorehkan pemerintah selama 3,5 tahun terakhir.

Wali kota juga berpesan kepada warga agar terus menjaga silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat, karena selain mampu memperkuat kesatuan dan persatuan agenda silaturahmi ini sangat strategis untuk melihat kondisi secara nyata yang ada di masyarakat.

Hasil nyata dari agenda Sambung Rasa yang tak lain merupakan penjelmaan dari konsep silaturahmi, adalah bagaimana menjawab persoalan masyarakat dalam berbagai bidang. Layanan publik merupakan hal mendasar yang kini sudah diperbaiki, karena selama ini bidang itu banyak mendapat sorotan langsung dari publik.

“Layanan publik saat ini sudah cepat baik dari tingkat kelurahan hingga layanan publik yang lain. Hal ini kita lakukan karena selama ini banyak keluhan tentang pelayanan publik, disamping sudah adanya perubahan di masyarakat yang saat ini serba cepat dan mobile,” Kata Abah Anton.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Selain layanan publik, hal lain yang kini terus diperbaiki adalah meingkatkan perekonomian warga dan menekan angka inflasi. Apa yang disampaikan Abah Anton tentuny berdasarkan data. Saat ini pertumbuhan angka ekonomi di kota pendidikan dan wisata itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan dengan prosentase 5,6 persen dan angka inflasi yang sudah menurun dengan angka 2,6 persen.

Hal itu membuktikan jika selama ini program pemerintah untuk mendongkrak perekonomian di Kota Malang sudah cukup maksimal dan harus ditingkatkan di masa mendatang. Bukan itu saja, permasalahan infrastruktur, lanjut Abah Anton, juga sudah menghasilkan hal yang nyata. Pengaspalan model hotmix di berbagai ruas jalan hingga masuk kampung, terus digelontor pemerintah.

“Kalau untuk jalan provinsi dan jalan nasional tugas pemerintah kota hanya mendesak dan mengusulkan kepada pemerintah pusat,” Imbuhnya.

Bahkan, pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) masuk kampung juga sedang diupayakan pemerintah kota, dimana hal ini adalah terobosan besar yang digagas pemerintah agar masyarakat bisa penerangan jalan di dalam kampung.

Agenda silaturahmi yang digulirkan Wali Kota Malang baik dalam acara Sambung Rasa dan Safari Ramadan, memang sangat efektif. Pada saat menggelar Safari Ramadan di kawasan Jalan Embong Brantas, pada 6 Juni 2017, warga kawasan sekitar menginginkan agar lokasi kampung yang berseberangan dengan Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi itu bisa dikembangkan menjadi kampung wisata.

Nurcholis, salah satu tokoh masyarakat dan takmir Masjid Ar-Roudoh di kawasan Jalan Embong Brantas, Kecamatan Klojen dalam kesempatan Safari Ramadan berharap kepada pemerintah agar kampung di lokasi itu bisa dijadikan kampung wisata dan membawa dampak positif bagi masyarakat. Abah Anton yang menerima masukan tersebut, langsung memberikan jawaban jika kampung tersebut nantinya akan dijadikan menjadi “Kampung Arema”. Sontak, masyarakat langsung mendukung penuh apa yang sudah dicanangkan Pemkot Malang itu.

Baca Juga :   Wie man Spielautomaten-Spiele kostenlos spielt

Khusus untuk Kampung Arema di Jalan Embong Brantas, Abah Anton mengatakan jika pendanaannya tetap akan menggunakan skema dari dana Corporate Social Responsibilty (CSR) dengan kisaran Rp 1 Miliar. Namun begitu, Abah Anton mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mensukseskan kampung tersebut dengan bekerjasama dan gotong royong dalam mewujudkan pembangunannya.

Bukan itu saja, pola pikir masyarakat, ungkap Abah Anton, juga harus diubah. Pasalnya, jika masyarakat masih enggan menjaga kebersihan maka kampung wisata itu tidak akan menarik perhatian wisatawan yang hadir. Mengubah pola pikir, paradigma dan mindset masyarakat, lanjut wali kota bukanlah hal yang sangat mudah, karena hal itu dibutuhkan konsistensi dan imbauan terus menerus kepada masyarakat.

Abah Anton mencontohkan, keberhasilan Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi merupakan contoh nyata dimana masyarakat sekitar saat ini sudah mengubah pola pikirnya dengan baik. Jika sebelumnya dua kampung itu terlihat kotor dan kumuh, berkat adanya inovasi dan juga imbauan dari pemerintah untuk menjaga kampung mereka, maka saat ini pola pikir warga sudah berubah positif.

“Inilah pentingnya mengubah pola pikir, tidak mudah memang, namun hal ini akan terus kita lakukan demi pembangunan kota,” ujar wali kota.

Wali kota juga menegaskan, jika saat ini Malang merupakan kota yang sangat kondusif karena kerukunan antar umat beragama sangat baik dan mendapatkan penghargaan skala nasional. Kondisi yang kondusif itu, lanjut Abah Anton tak lain dikarenakan peran serta masyarakat yang selalu menjaga kota dengan penuh kesadaran, dan hal itu juga tak lepas dari peran pemerintah dalam menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat.

Leave a Reply