Sambut PSBB, Pemkab Malang Gandeng UB Bentuk Kampung Tangguh

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M menggelar acara bersama perwakilan Universitas Brawijaya Malang serta Aremania dan Aremanita Acara bertempat di  Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (11/5) Siang. Acara ini untuk membentuk terbentuknya Kampung Tangguh, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang. 

Kampung tangguh ini akan di kembangkan saat kondisi aman sampai berjaga-jaga apabila terjadi kekacauan, saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini dilakukan masyarakat telah siap mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh pemerintah. Kampung Tangguh ini akan memperkuat masyarakat dari tingkatan RW agar benar-benar tangguh dalam segala hal yang diperlukan sesuai standard operating procedure (SOP). 

Universitas Brawijaya memiliki gagasan Kampung tangguh, kampung tangguh ini akan membentuk lumbung pangan dengan tujuannya yang akan menjadi kampung tangguh tidak hanya tangguh saat wabah Covid-19 tetapi akan tangguh dalam situasi apapun hal ini juga akan mengedukasi masyarakat untuk bersama sama melawan Covid-19 “karena PSBB akan dilaksanakan maka saya mendukung untuk dibentuknya kampung tangguh ini, berbuat itu lebih baik dari pada hanya sekedar menghimbau masyarakat” ujar Pak Sanusi Bupati Malang. 

Disamping itu pernyataan dari Prof.Untiludikolo sebagai perwakilan dari Universitas Brawijaya menyatakan pandemi Covid-19 ini berlangsung dengan sedekian lama, ketika sesuatu dilaksanakan maka akan berhenti pada masa yang lebih baik terkait dengan beberapa pembatasan yang diberikan oleh pemerintah maka kita semua berupaya menghadirkan kebersamaan kemasyarakatan.

Terdapat 7 indikator dalam membentuk kampung tangguh ini yaitu tangguh SDM (kemampuan sumber daya lingkungan dalam menangani bencana), tangguh logistik (kemampuan dalam mengelola lumbung pangan), tangguh kesehatan (adanya tim kesehatan kampung yang siap membantu warga terdampak), tangguh keamanan dan ketertiban (ketaatan warga dalam mematuhi peraturan), tangguh informasi (sarana komunikasi internal yang dapat dipercaya), tangguh psikologis (kemampuan psikologis warga dalam menghadapi bencana) dan tangguh budaya (bagaimana tradisi/budaya lokal dapat membantu dalam menghadapi bencana) 

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Leave a Reply