Selamat Menjalankan Tugas, Pak Abdul Hakim

PolitikaMalang – Abdul Hakim resmi menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kota Malang. Pengukuhan pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi B itu dilakukan dalam agenda “Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Malang” dengan agenda pengambilan sumpah/janji Pergantian Antar Waktu Ketua DPRD Kota Malang Keanggotaan 2014-2019, Rabu (8/11) di ruang sidang dewan.

Pergantian pucuk pimpinan di legislatif itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, H. Moch Anton dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji serta seluruh anggota dewan, pejabat, tokoh dan stake holder lainnya.

Hakim resmi ditunjuk oleh DPP PDI Perjuangan menggantikan Ketua DPRD sebelumnya, Arif Wicaksono yang kini sedang dilabeli status tersangka oleh KPK karena tersandung kasus dugaan suap APBD 2015.

Usai dilantik, politisi PDI Perjuangan itu langsung memimpin rapat paripurna DPRD Kota Malang. Sejumlah agenda di dewan sudah menunggu, dan Abdul Hakim siap untuk menuntaskan hal itu usai menduduki kursi N-3.

Hakim menegaskan, mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kota Malang bukanlah sesuatu yang mudah, harus penuh dengan komitmen dan integritas di dalamnya. Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) DPRD Kota Malang baik dalam hal legislasi, penganggaran dan pengawasan harus dilakukan dengan benar, sesuai aturan dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

Dugaan kasus suap APBD 2015 yang menyeret mantan Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono, menurut Hakim, tentunya menjadi  bahan pelajaran bagi tataran legislatif dalam menjalankan tupoksinya di masa mendatang.

“Amanah yang saya emban ini tidak bisa dikatakan ringan, karena selaku wakil rakyat kita harus benar-benar mengemban amanah masyarakat,” kata Abdul Hakim.

Bahkan, kedepannya Hakim meminta kepada seluruh komisi yang ada di DPRD Kota Malang agar intensif melakukan inspeksi, terutama pada titik-titik penting baik itu bidang layanan publik hingga pembangunan infrastruktur. Hal ini perlu dilakukan agar kinerja DPRD Kota Malang bisa semakin nampak dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga :   Collage With Boulevard To help Blindness Cure

“Kita akan bekerja sesuai dengan mekanisme yang ada. Pengawasan, penganggaran dan legislasi harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucapnya.

Menilik Kiprah Abdul Hakim di Legislatif

Berbicara perihal kiprah dan perjalanan Abdul Hakim di legislatif, sejumlah prestasi pernah ia torehkan manakala dipercaya memimpin Komisi B DPRD Kota Malang yang membidangi masalah ekonomi dan pendapatan daerah. Di bawah tampuk pimpinannya, Komisi B berhasil melakukan pengawasan dengan baik kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) sehingga realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) selalu lebih dari target.

Bukan itu saja, berkat komunikasi aktif melalui rapat kerja dan inspeksi yang dilakukan oleh Komisi B, kini perekonomian di Kota Malang cenderung mengalami kenaikan yang signifikan dengan inflasi yang cukup rendah sebesar 0,37 persen. Hal ini merupakan bukti bagaimana kolaborasi antara eksekutif dan legislatif yang terbungkus dalam sebuah pemerintahan daerah berhasil mencapai target signifikan.

Bahkan, dalam kaitan mendorong tumbuhnya sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) terus didorong oleh Komisi B kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan harapan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Meskipun banyak prestasi yang diraih, namun masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan oleh Abdul Hakim selaku Ketua DPRD dalam waktu mendatang. Mega proyek Islamic Centre yang menelan anggaran puluhan miliar perlu mendapat pengawasan serius agar pengerjaannya tidak menyimpang dan mengakibatkan dampak hukum kemudian hari.

Selain itu, Sisa Lebih Pendapatan Anggaran (Silpa) APBD Kota Malang yang tergolong tinggi dalam dua tahun terakhir, harus mendapat perhatian DPRD Kota Malang, sebab hal itu akan merugikan masyarakat karena anggaran tidak digunakan sebagaiman kebutuhan yang terjaring dalam Musrenbang. Berbagai pekerjaan rumah dari berbagai sektor itu selain memerlukan kinerja eksekutif juga harus diawasi oleh DPRD selaku wakil rakyat.

Baca Juga :   Collage With Boulevard To help Blindness Cure

Wali Kota Malang, H. Moch Anton, berharap dengan adanya pergantian di pucuk pimpinan dewan, bisa menjadikan lembaga legislatif ini bekerja dengan lebih maksimal serta mampu menyerap aspirasi masyarakat dengan baik.

“Kami dari eksekutif berharap PAW ini bisa membuat kinerja dewan lebih baik lagi,” kata Anton.

Gagasan untuk Kota Malang

Salah satu gagasan besar yang dilontarkan Abdul Hakim saat ini adalah membangun simpul ekonomi pada tiap kelurahan melalui pembangunan toko modern yang sepenuhnya nanti akan dikelola warga.

Ide tersebut diperoleh Abdul Hakim dari pengamatannya selama ini terhadap perkembangan toko modern di Kota Malang yang banyak menuai kontroversi. Ia tidak menampik kehadiran toko modern yang membludak dan tanpa kontrol bisa melemahkan toko kelontong yang ada di kampung dengan pengelolaan sendiri oleh warga.

Menurutnya jika warga pengelola toko kelontong dihadapkan dengan sebuah korporasi besar, maka jelas hal itu tentu sedikit banyak akan merugikan mereka. Sehingga perlu adanya gerakan untuk mendongkrak sektor perekonomian masyarakat. Hal kedua, selama ini produk yang dihasilkan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) juga belum bisa masuk toko modern, karenanya ide ini menurut Hakim perlu diperjuangkan sebagai program.

Leave a Reply