Siaga Covid-19, Forkopimda Kabupaten Malang Lakukan Pantauan Udara

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama Forkopimda diantaranya Kapolres Malang, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu menggelar Patroli Udara dalam rangka siaga dan penanganan virus Covid-19 di wilayah Kota Kepanjen hingga Kecamatan Pujon, Rabu (22/4) siang. Mengambil titik kumpul di Pendopo Kantor Bupati Malang, Kota Kepanjen, rombongan kemudian bergeser ke Stadion Kanjuruhan untuk memulai kegiatan patroli udara dengan menaiki helikopter. Kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan bakti sosial menuju ke Puskesmas Pujon, untuk menyerahkan secara simbolis bantuan bagi tenaga medis dan paket sembako bagi warga bersama Jawa Pos Radar Malang dan Forum Komunikasi Warga Tionghoa.

Tampak juga hadir dalam kegiatan ini Kapolres Batu serta Direktur Utama Jawa Pos Radar Malang, dan Ketua serta pengurus Forum Komunikasi Warga Tionghoa. Bantuan yang diserahkan antara lain sebanyak 250 paket Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis di wilayah Kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon. Bantuan ini diterima secara simbolis oleh Kepala Puskesmas dan jajaran dari Puskesmas Pujon, Ngantang dan Kasembon. Serta, 600 paket bantuan bagi warga terdampak adanya wabah Covid-19.

”Tentu sebuah apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, serta kepada Forkopimda Kabupaten Malang dan Kota Batu. Tentu bantuan ini sangat bermanfaat bagi tenaga medis di wilayah Pujon, Ngantang dan Kasembon dalam bertugas melawan virus Corona-19. Mari bersama berdoa semoga warga Kabupaten Malang terbebas dari ancaman virus Corona-19 dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Pujon, Ngantang dan Kasembon semuanya diberikan kesehatan. Tetap berhati-hati dan waspada,” terang Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini, Bupati menyebut, Kabupaten Malang punya 33 kecamatan yang memiliki 39 puskesmas dan tiga rumah sakit. Sehingga sangat membutuhkan keberadaan APD seperti yang diberikan dari bantuan tadi. Belum lagi, kata Abah Sanusi, bahwa setiap desa juga punya safe house yang difungsikan untuk pengamanan warga perlu diisolasi dalam penanganan Covid-19 ini. Beliau juga berpesan, agar melarang orang dari luar Kabupaten Malang untuk mudik dalam hal ini juga dikoordinasikan dengan Polres Malang dan Batu.

Baca Juga :   Gelar Sosialisasi 4 Pilar bersama Guru, Gus Ali Tekankan Ideologisasi sejak dini di Dunia Pendidikan

Saat di depan awak media, Bupati mengatakan, ASN dilarang keras mudik, kalaupun dilanggar akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan dari Mendagri dan Menpan-RB. Selain itu, check point di perbatasan Kabupaten Malang tetap diterapkan dan kalau dijumpai ada orang mudik dari luar yang mau masuk ke Kabupaten Malang akan dilakukan isolasi selama 14 hari. Meski ada larangan mudik ini, Bupati menegaskan, jalan raya dan jalan dari akses TOL Mapan tetap akan dibuka.

”Jalan raya tidak boleh ditutup. Hanya saja, ketika ada orang dari luar daerah mudik ke wilayah Kabupaten Malang ketentuannya harus diisolasi di ruang atau tempat isolasi masing-masing desa. Saat ini, pasien positif Covid-19 yang ada di Kabupaten Malang, beberapa diantaranya dirawat isolasi secara mandiri. Tidak perlu dirawat di rumah sakit karena dalam kondisi sehat. Jika dirawat di rumah sakit malah bisa membuat tambah stres, namun harus membatasi. Kalau perlu perawatan baru akan dirujuk ke rumah sakit. Kabupaten Malang memiliki empat rumah sakit rujukan,” pungkas Abah Sanusi. 

Leave a Reply