Siapa Pencetus Ide Malang Bermartabat? Anton atau Sutiaji?

PolitikaMalang – Sejak Sutiaji memilih langkah mengambil formulir pendaftaran bakal calon wali kota dari PDI Perjuangan, peta politik jelang Pilkada Kota Malang berubah. Langkah Sutiaji menandakan, jika ia tidak akan kembali bersama H. Moch Anton sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam perebutan kursi kekuasaan pemerintahan pada periode mendatang.

Kedua pasangan yang dalam periode lalu menggemborkan visi “Malang Bermartabat” ini pecah kongsi dan kemungkinan akan bertarung dalam helatan pilkada tahun depan. Melihat hal itu, publik mulai bertanya, siapa sejatinya pencetus “Malang Bermartabat” yang berhasil meyakinkan masyarakat sebagai visi yang sangat ideal dalam membangun Kota Malang.

Pertanyaan publik itu menjadi polemik sebab, selama ini H. Moch Anton dalam berbagai kesempatan menegaskan visi Malang Bermartabat dalam beberapa agenda saat turun ke masyarakat, sedang Sutiaji, akhir-akhir ini kembali mengingatkan publik apa sejatinya Malang Bermartabat itu dalam berbagai postingannya di media sosial miliknya.

Salah satu contoh, postingan Sutiaji di akun instagramnya, saat mendaftarkan diri sebagai bacalon dari PDI Perjuangan. Dalam foto di akun itu, Sutiaji membubuhkan tulisan “Maka saya pilih Bermartabat. Cerita ini hanya sebagian catatan saya semoga menjadikan saya selalu bersyukur kepada Allah SWT,”.

Penambahan kata Bermartabat dalam postingan di akun Instagram jelas menandakan jika Sutiaji mulai mengklaim jika ide tersebut adalah gagasannya. Sedangkan H. Moch Anton, dalam sebuah video Pemerintah Kota Malang menerangkan makna Malang Bermartabat dan menjadikan visinya dalam membangun kota.

Sutiaji, mengatakan, jika Bermartabat merupakan visi yang dia emban sejak menjadi anggota DPRD atau sebelum ia berpasangan dengan Anton dalam pilkada. “Visi bermartabat itu sudah lama, bahkan sebelum saya maju di pilkada periode lalu, ada banyak banner waktu itu dimana ada foto saya dan bertuliskan Malang Bermartabat,” kata Sutiaji.

Baca Juga :   Period https://contedu.ru Journey Tigers

Ia menerangkan, embrio visi Bermartabat dari sebuah ajaran dalam Islam dimana setiap manusia dijadikan sebagai “khalifah” atau pemimpin di muka bumi. Menurutnya, potensi itu diberikan oleh Allah SWT kepada manusia agar bisa mengatur bumi beserta seisinya, sehingga peran pemerintah dalam hal ini adalah menjembatani potensi manusia itu dengan memberikan sarana dan prasarana sehingga terbentuklah manusia bermartabat.

“Kalau Allah sudah menciptakan kehidupan dan menjadikan manusia sebagai khalifah, maka tugas pemimpin optimalkan hal itu, pemerintah harus jadi fasilitator dan katalisator dalam hal ini pemerintah daerah,” Kata Sutiaji.

Dalam waktu dekat, Sutiaji akan menjabarkan ide awal bagaimana visi Bermartabat yang asli yang ia gagas dahulu. “Akan banyak tulisan bagaimana sebenarnya Malang Bermartabat itu,” tandasnya.

Leave a Reply