Siapa Pendamping Anton di Pilkada Kota Malang?

PolitikaMalang – Dinamika politik jelang pilkada Kota Malang makin memanas. Beberapa nama kandidat bakal calon wali kota dan wakil wali kota sudah muncul di permukaan. Sejumlah sosok bahkan sudah menjadi buah bibir masyarakat.

Calon petahana H. Moch Anton dalam hal ini masih memiliki dominasi yang kuat ihwal popularitas dan elektabilitas. Hasil polling Politika Malang beberapa waktu lalu, menempatkan pria yang akrab disapa Abah itu di urutan pertama.

Sejumlah pengamat politik masih memandang jika H. Moch Anton hingga kini masih menjadi sosok yang kuat berkat kesuksesan beberapa program di pemerintah hingga aktif turun menyapa warga dalam agenda sambung rasa.

Menilik kekuatan petahana di ajang pilkada, sejumlah tokoh dan partai politik pada pertengahan tahun lalu menjalin komunikasi dengan H. Moch Anton. Ya, DPC PKB Kota Malang merupakan partai yang banyak menerima tamu dari partai lainnya.

Sebut saja PDI Perjuangan, Hanura, PAN, Demokrat, PKS hingga Golkar sudah mengawali safari politik jauh hari sebelum ramai isu pilkada didengungkan. Para partai politik itu selain melakukan penjajakan untuk koalisi juga menawarkan sejumlah tokoh untuk mendampingi sang petahana.

Hal itu dilakukan karena pasangan Anton dalam pilkada periode lalu, yakni Sutiaji sudah tegas mengangkat bendera perang dengan mendaftar pada DPC PDI Perjuangan menjadi bakal calon wali kota di Pilkada 2018 mendatang.

Beranjak dari titik itulah konstelasi politik mulai mencair. Para tokoh yang melihat kemungkinan kecil peluang kembali Anton – Sutiaji bersama kembali dalam satu paket pada pilkada mendatang, mulai merapat ke petahana. Peluang itu digunakan dengan sebaik mungkin oleh para tokoh untuk menjalin komunikasi politik dengan Anton.

Beberapa nama antara lain Ya’qud Ananda Gudban, Sofyan Edi Jarwoko, Gufron Marzuki dan sebagainya mulai menggencarkan silaturahmi politik dengan Anton. Bahkan Gufron Marzuki yang menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Malang, mendaftar ke PKB Kota Malang untuk menjadi bacalon N2 Anton. Terakhir, koalisi Bangjo (PDI Perjuangan – PKB) gencar digagas sebagai kekuatan baru dalam pilkada. Partai berlambang banteng itu mulai mengajukan sejumlah nama dari Sri Rahayu, Sri Untari hingga Abdul Hakim.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Siapa yang Pas jadi Pasangan Anton

Litbang Politika Malang melakukan sejumlah riset dan polling terbuka yang dialamatkan kepada masyarakat Kota Malang. Salah satu polling adalah mencari tokoh yang mampu menjadi pesaing petahana hingga tokoh yang dipilih oleh masyarakat dalam Pilkada 2018.

Selain nama H. Moch Anton, nama Ya’qud Ananda Gudban, Sutiaji, Gufron Marzuki, Moreno Soeprapto, Heri Puji Utami, Sri Rahayu dan Abdul Hakim muncul dari hasil respon masyarakat. Tokoh itu berpeluang menjadi pasangan ataupun pesaing Anton dalam pilkada kelak.

Bahkan dalam sebuah wawancara dengan berbagai media masaa, Anton sang calon petahana mulai memunculkan sebuah pernyataan yang mengundang tanya. Ia menjelaskan jika siapa pasangannya di Pilkada Kota Malang tahun depan akan diumumkan pada akhir bulan November ini atau paling lambat pada awal Desember mendatang.

“Bulan November – Desember ini sudah jelas siapa pasangan dalam Pilkada,” kata Anton.

Jika kembali kepada beberapa nama diatas maka setiap sosok memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Direktur Litbang Politika Malang, M. Idris berdasarkan data yang ada selama ini melakukan analisa terhadap para tokoh yang berpeluang menjadi pasangan Anton.

Mulai dari Sutiaji. Sosoknya sebagai Wakil Wali Kota Malang itu cukup dikenal masyarakat. Sutiaji menurut berbagai analisa para pengamat politik dengan kalangan Nahdiyin dan menguasai birokrasi. Sayangnya, sosok Sutiaji hingga kini masih belum memiliki kendaraan politik dan itu ditambah dengan posisinya yang disharmoni dengan Anton dalam pemerintahan.

Ya’qud Ananda Gudban, merupakan sosok ‘fresh’ yang layak menjadi pendamping Anton dalam pilkada mendatang. Nanda, sapaan akrabnya cukup populer di kalangan masyarakat karena kiprah aktifnya terjun menyentuh kantong-kantong warga. Nanda juga banyak dilirik oleh partai lain dan bahkan PAN sudah mengumumkan secara resmi mendukung politisi cantik itu. “Kita menilai Nanda adalah sosok yang populer, namun dari segi kendaraan politiknya masih kecil. Hanura memiliki 3 kursi di legislatif, dan ditambah PAN 4 kursi,” kata Idris.

Baca Juga :   Wie man Spielautomaten-Spiele kostenlos spielt

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko juga masuk hitungan. Memiliki kendaraan politik dengan struktur yang baik sekaliber Golkar merupakan kelebihan pria ramah ini. Namun, ia merupakan figur lama yang pernah ikut pilkada pada periode lalu.

Jika berbicara sosok baru, maka nama Moreno Soeprapto, Gufron Marzuki dan Abdul Hakim adalah tiga sosok yang masuk kualifikasi. Moreno politisi muda, mantan pebalab nasional cukup populer. Kendaraam politiknya juga patut diperhitungkan yakni Gerindra, sayangnya jika menilik dari segi pengalaman ia masih kurang dibanding calon yang lain.

“Gufron Marzuki adalah sosok baru dalam pilkada Kota Malang. Ia punya kendaraan besar yakni Partai Demokrat, namun Gufron masih kurang populer dan belum ada basis masa,” tuturnya.

Sedangkan Abdul Hakim adalah sosok kuda hitam dari PDI Perjuangan. Pria yang baru saja dipilih partai menggantikan Arief Wicaksono sebagai Ketua DPRD Kota Malang ini memiliki kendaraan partai pemenang pemilu. Sayangnya, ia bukan sosok sentral di PDI Perjuangan.

Nama Heri Puji Utami, juga santer dikabarkan maju pilkada. Istri mantan wali kota Peni Suparto itu memiliki modal kendaraan politik yakni PPP. Sayangnya sosok ini pernah kalah dalam pilkada sebelumnya.

Sosok Sri Rahayu akhir-akhir ini santer dibicarakan akan menjadi pendamping Anton dalam Pilkada 2018. Wanita yang akrab disapa Yayuk itu cukup berpengalaman karena pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI. Tapi kembali lagi, Yayuk merupakan figur lama dan sebelumnya pernah kalah dalam pilkada 2013.

Leave a Reply